• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

  • temukan di toko buku

    klik untuk menelusur

  • klik untuk mendownload

MATINYA WAKTU

(jika ada sesuatu yang paling fana dan cepat musnah di alam raya, dia adalah waktu)

Part One: The Shortest Life On Earth

waktu selalu mati satu persatu

Seringkali dalam pidato-pidato sambutan, atau pidato pembukaan, terlebih lagi pada bagian pembuka sebuah ceramah dan khutbah, orang menyinggung tentang betapa pentingnya waktu. Tapi anehnya, ketika pidatonya selesai dan dia pun turun dari podium, menunggu beberapa puluh menit atau jam kemudian sampai acara bubar, aku tidak melihat dia melakukan tindakan-tindakan yang mencerminkan betapa dia benar-benar memahami bagian pembuka dari pidatonya tadi. Ketika aku masih menjadi mahasiswa, aku sering ketawa bersama sahabatku saban kali menyimak bagian pembuka dari pidato-pidato itu. Dan ketika aku memperhatikan seluruh peserta acara, aku mejadi lebih kejang menahan tawa: tak ada satu pun hadirin yang tampak benar-benar memperhatikan pada semua ucapan si pembicara. Ada apa ini? Mengapa semua orang melakukan ini? Mengapa sambutan-sambutan harus selalu dipaksa ada jika keberadaannya sama saja dengan tidak ada? Orang-orang tidak memperhatikan dan tampaknya sama sekali tidak berminat untuk mengetahui isi sambutan. Ini semua sia-sia. Dan perihal pentingnya waktu yang dia bicarakan barusan, telah hancur menjadi kepingan omong ompong yang sangat kosong. Acap kali aku merasa pidato-pidato sambutan tersebut justeru sebenarnya adalah penyia-nyiaan waktu termencolok sepanjang berlangsungnya acara. Read more »

SEMUA HAL YANG BERUBAH DAN DITINGGALKAN

segalanya terus berubah dan tergantikan. terlebih lagi waktu…

Bahkan saat usiaku belumlah sampai sepertiga abad, jika kupikir-pikir, aku justeru telah menyaksikan perubahan demikian hebat pada dunia dan kehidupan. Hanya saja aku cuma mengingat beberapa, lupa sebagian besarnya dan tidak tahu lebih banyak lagi. Kali ini aku ingin sejenak mengajak Anda jalan-jalan, melewati lorong usiaku dan apa saja yang kusaksikan itu. Segala perubahan dan kehilangan.

Samuel Finley Breese Morse, atau lebih seringnya dipanggil Samuel Morse, menemukan telegraf pada tahun 1837 dan ketika aku sudah memasuki bangku sekolah dasar tahun 1994, telegraf telah menjadi media komunikasi yang sangat jarang digunakan. Setidaknya begitulah yang terjadi di tempat tinggal ku waktu itu, Pulau Bawean. Aku hanya mendengar cerita-cerita dari kakek-nenek serta ibu tentang telegraf. Mereka menyebut-nyebut nama barang itu saat mengenang bagaimana ‘dulu’ orang-orang ingin mengirim kabar dengan cepat pada kerabat di tempat yang jauh. Read more »

Me and My Cousin Owl City (Aku dan Sepupuku Owl City)

Aku menjadi demikian mengagumi sepupuku Owl City setelah peristiwa itu. Keponakan kami, Naura, sakit panas dan harus diopname sampai lima hari. Kunjungan pertamaku membuatku demikian sedih. Naura yang usianya belum genap dua tahun tergeletak lemah di pembaringan. Selang transparan menancap di pergelangan tangannya. Membawa tetesan cairan infuse ke pembuluh darahnya. Naura tidak bersuara kecuali untuk menangis dan mengeluh. Ayah ibunya duduk sedih di lantai. Pada kunjunganku di hari keempat, Naura tidak menampakkan perubahan yang berarti. Dia belum pulih dan tawanya yang menyenangkan belum bisa kami dengarkan. Tapi aku membawa sesuatu yang lain; di Hp-ku. Owl City memasukkan beberapa lagunya dan aku menyukai lagu-lagu tersebut. Ketika orang tua Naura keluar kamar, aku iseng-iseng memutar lagu-lagu sepupuku itu, dan, kau tahu apa yang terjadi? Ajaib! Ajaib! Naura mulai tertawa dan menggelengkan kepalanya! Bergoyang mengikuti lagu yang kuperdengarkan. Letupan kegembiraan dalam music sepupuku Owl City telah menyengat titik sehat dalam diri Naura. Read more »

Galeri Foto Pemburu Rembulan, Novel Motivasi Pendidikan dan Bisnis Bersetting di Bawean

Image

pemburu rembulan best seller

Read more »

Arul Chandrana has ‘Died’ Twice

Aku akan menduga bahwa ada banyak kebingungan dan penasaran, mengapa aku yang demikian berhutang pada David kok demikian getol menuliskan tentang kematiannya. Dan lebih mengherankan lagi, mengapa pria separuh tampan itu bisa menerimanya dengan demikian rendah hati serta senyum demikian kembang? Ada apa ini? Money politic macam apa yang tengah berlangsung di batas negara ini? Atau, ketololan level berapa sebenarnya yang sedang menjangkiti aku dan dia? Aku akan mencoba menguraikan kekisutan benang itu di tulisan ini. Cara ini bisa membantuku tertawa, semoga ini juga bisa membantumu merenung.

Sebagaimana seharusnya, aku lupa tanggal berapa peristiwa itu terjadi: aku memaksa David mengedit foto hitam putih diriku guna ditempel di ijazah S1 pertamaku. Tentunya itu permintaan yang tidak akan diajukan kecuali adanya kepercayaan yang demikian besar dari diriku padanya. Tentu saja. Dan kami mengerjakannya. David datang ke rumahku di pagi hari dan kita menghabiskan separuh hari penuh dengan tawa dan tuding-menuding bagian mana saja yang perlu diperbaiki. Disamarkan. Ditebalkan. Dicerahkan. Diabu-abukan. Dicut. Dilasso. Dicrop. Dan segala macam di lainnya yang bisa didapati di program Photoshop. Read more »

KEHILANGAN KEGILAAN BERSAMA BATU YANG MENIMPA

aku akan terjun...dan mendapati apakah aku akan mencapainya atau hilang di tengahnya...

Aku terkesima, dan terkejut menyadari betapa aku sedang berpikir untuk meninggalkan kapal ini.

Apa yang akan kau lakukan, jika kapal yang sedang kau naiki menuju pulau yang sudah kau idam-idamkan sampai kau tempel petanya di dinding kamarmu, ternyata membuat sebuah masalah datang padamu? Apa kau akan begitu saja pergi dan turun dari kapal tersebut? Atau mencoba untuk berdiplomasi dan memenangkan semua bagian? Atau kau akan tetap berlayar sambil belajar menahan kutukan? Itu menyusahkan. Dari dulu selalu menyusahkan. Aku bahkan tak punya cukup kemampuan untuk menuangkannya dalam sebuah cerita panjang sekalipun. Tapi memikirkan hal ini, membuatku teringat pada salah satu karakter dari novel—yang sedang kutulis—beratku. Read more »

laskar

pelangi

dusk and dawn on earth

Image Read more »

electricity

Image Read more »

welcoming evening

Image Read more »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.