• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

  • temukan di toko buku

    klik untuk menelusur

  • klik untuk mendownload

Pamandian Gojoh

di pamandian gojoh

Kicau burung adalah musik yang tak pernah hilang dari tiap menitnya. Dan bayangan hitam sekeping-sekeping bergoyang konstan di permukaan tanah kerikil. Seperti kode rahasia yang berusia ribuan tahun. Monyet yang melompat dengan ekor panjangnya membuat kagum dan bertanya-tanya, bagaimana bisa ranting sekecil dan selentur itu mampu menyangga tubuh puluhan primata hitam dan tak patah? Dan desiran angin, adalah kesejukan yang bisa kau dapatkan di mana saja di seluruh dunia di tempat seperti ini, di setiap benua, di, hutan yang menyimpan segala kenangan perubahan. Read more »

RANTING

HANYA sementara tetes air merambat di kesat kulitnya. Lalu berhenti di lekukan tak rata, dan jatuh, memercik di cekung tanah sejak lama. Ranting selalu tenang, dan tabah jika angin membantingnya sampai terpilin. Hanya mengangguk, menerima pungguk yg meninggalkan kantuk. Ranting mungkin kedinginan, atau melengkung karena beban yg mengungkung, tp ia tak berniat mengamuk, karena bulan dn embun selalu ada untk membuatnya merasa anggun.

DANCE IN ENGLISH

lets dance, boy!

Secara resmi, aku boleh menaruh sebuah gelar di ujung namaku. Menunjukkan bahwa aku telah lulus pendidikan tinggi tertentu, dan jika kau mau bertanya lebih lanjut, kau juga akan tahu jika aku mempelajari Bahasa Inggris untuk gelar itu. Tapi aku hampir tidak pernah melakukannya, menempelkan tiga huruf tak beraturan itu di ujung namaku. Aku merasa aneh. Aku merasa tiba-tiba saja menjadi orang asing tiap kali melihat namaku menjadi lebih panjang satu kata dengan gabungan tiga huruf akronim tersebut. Kadang aku juga seperti melihat kalau embel-embel itu akan jatuh ke jurang di bagian akhir namaku. Lebih lucunya lagi, aku merasa seperti sedang berlebihan tiap kali harus dengan terpaksa membubuhkan tiga huruf itu di ujung namaku di bawah pengawasan kepala sekolahku. Apa sebenarnya yang sedang terjadi denganku? Aku tak bisa menjelaskannya dengan baik padamu. Yang bisa kukatakan hanyalah, aku belajar Bahasa Inggris sama sekali bukan untuk mecomot gelar panjang yang dipersingkat itu, tapi karena aku mencitai bahasa ini. Bahasa yang berdesis ini. Read more »

lukisan pemburu rembulan

ini adalah lukisan pemburu rembulan karya Putri Olga, seorang pembaca dari Balikpapan. thanks, friend.

TIME IS A WOK

Di antara yang ingin selalu kukenang dari tahun 2011, selain tentu terbitnya novel perdanaku setelah belasan tahu menulis, adalah apa yang terjadi malam ini. Aku membuat nasi goreng dengan kakak pertamaku. Nasi goreng dengan bumbu ala kadarnya, garam, cabe, sedikit vetsin, daun bawang, bawang merah, terasi mentah dan serbuk kuning semacam kunyit. Meskipun arma bumbunya saja sudah membuat rasa laparku meningkat beberapa derajad, tapi sesuatu yang lain dengan halus menyelisipi diriku. Dan ketika kakak sudah selesai mengaduk nasi dengan bumbunya, aku menyalakan kompor, minyak di penggorengan mulai panas, dan nasi satu cowek dilongsorkan ke dalam penggorengan yang mendesis, aku pun langsung mengingatnya. Kakak perempuanku. Orang yang paling suka kuajak masak bersama. Jika dia ada di sini, dan kami masak bersama di malam sepe seperti ini, kami akan dengan senang hati memberi nama nasi goreng kami: Nasi Goreng Persaudaraan Dimasak Tengah Malam Untuk Menghentikan Kelaparan Dan Membahagiakan Kesepian. Kami suka memberi nama yang panjang untuk masakan kami.

Beberapa tahun ini kakak perempuan itu tinggal di Malaysia bersama suaminya. Dia mengajar Al-Qur’an dan suaminya bekerja sebagai kuli bangunan. Sewaktu kukirimkan novelku padanya, dia menangis membaca halaman sambutan. Seperti yang sudah Read more »

SEORANG PEMUDA TAK LULUS SD, BAHKAN TAK PERNAH SEKOLAH, MENULIS SEBUAH NOVEL PENDIDIKAN YANG MENGINSPIRASI BANYAK ORANG

Seorang pemuda dari sebuah pulau kecil yang tak nampak di peta berhasil menulis sebuah novel bertema pendidikan dan mengispirasi banyak pembacanya. Pemuda itu tak pernah kuliah, atau sekolah TK maupun SD. Singkat kata, dia tak pernah mengenyam bangku pendidikan. Tapi yang menakjubkan, dia berhasil menulis sebuah novel yang menginspirasi pembacanya dari berbagai kalangan. Mulai dari murid samai guru. Pegawai sampai wiraswasta. Mahasiswa maupun pekerja. Sesuatu yang mirip dengan keajaiban pastilah sedang bekerja di sini.

Siapakah pemuda berusia 24 tahun yang menakjubkan itu? Dia adalah Arul Chandrana. Ya, Arul Chandrana. Jika kau tak percaya, saya berani menantangmu untuk mengecek sekolah manapun di seluruh Indonesia guna menemukan namanya di daftar murid mereka. Dia tidak tercatat di PAUD manapun, di TK manapun, di SD manapun, di SMP manapun, di SMA manapun, di kampus manapun. Dia tidak ada di catatan pendidikan manapun. Namun begitu, dia berhasil menyusun sebuah novel setebal 400 halaman lebih dengan materi yang tak ringan. Mengalahkan sahabatnya David Khoirul yang memproklamirkan diri sebagai ketua rukun kematian tak resmi di desanya yang terpencil.

Ya, cukup. Cukup sampai di sini leluconnya. Aku bayangkan, Read more »

PERJALANAN LENGANG

Yang kini kubutuhkan, adalah sebuah perjalanan wisata naik bus bersama sebuah rombongan yang tak banyak bicara. Beri aku tempat duduk di pinggir jendela. Dan menikmati semuanya yang terpapar di sana. Aku akan mengamati tepi jalan menanjaknya, dan berpikir jika hamparan pucuk bambu di bawah sana adalah beledru hijau lembut yang tak pernah henti mengantarkan udara sejuk menyembuhkan. Sepertinya perjalanan ke Ruili bisa menolongku.

Aku tak akan berbicara. Aku tak akan membuat catatan. Aku juga tak akan memotret. Aku hanya ingin diam. Menyimak. Membiarkan pikiranku terlompat bersama roda bus yang terhentak tiap kali melindas bongkahan batu lepas dari aspalan. Beri aku waktu untuk bermenung dengan mesin yang terus menggerung. Karena aku terlalu bersebih untuk mengekalkan kenangan. Karena aku telalu luruh walau hanya untuk menghitung waktu. Aku tak perduli, aku hanya perlu Read more »

penutur

he's waitin for nothin'

Seperti halnya semua anak-anak lainnya, aku pun menyukai kisah-kisah lucu Abu Nawas. Aku yakin kau pun demikian. Aku suka sekali mendengarkan kisah-kisah konyol lelaki Baghdad itu bersama teman-teman selepas ngaji maghrib di masjid. Kami akan tertawa terpingkal-pingkal setiap kali sampai pada bagian ‘gila’ dari tiap kisahnya. Ya, kali ini aku ingin bertutur tentang sebuah kisah berkenaan dengan penutur Abu Nawas. Kisah yang tejadi pada masa kecilku.
***
Pria itu kami panggil Obok Yomsi. Obok dalam bahasa Bawean adalah panggilan untuk orang yang lebih tua dari orang tua kita. Dan, tanpa suatu alasan yang jelas, kami semua sepakat bahwa Obok Yomsi pastilah lebih tua dari orang tua kami.

Dia kurus, tinggi, hidup sendiri, dan lama ditinggal isteri, mungkin hiburannya hanya Read more »

DOSA

DI ujung tidurku, sayang, ibu memanggi dan menitip pesan. Tapi aku sudah menghilang.

BERLEPAS

MENGHADAPI pelepasanmu, kata Che Zen, mungkin bukanlah yang terburuk. Tapi seperti yang kita semua tahu, adalah yang terberat.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.