Filed under: baweanologi | 1 Comment »
Pamandian Gojoh
RANTING
HANYA sementara tetes air merambat di kesat kulitnya. Lalu berhenti di lekukan tak rata, dan jatuh, memercik di cekung tanah sejak lama. Ranting selalu tenang, dan tabah jika angin membantingnya sampai terpilin. Hanya mengangguk, menerima pungguk yg meninggalkan kantuk. Ranting mungkin kedinginan, atau melengkung karena beban yg mengungkung, tp ia tak berniat mengamuk, karena bulan dn embun selalu ada untk membuatnya merasa anggun.
Filed under: sastra | Leave a Comment »
DANCE IN ENGLISH
Filed under: ehon, nebula | 4 Comments »
TIME IS A WOK
Di antara yang ingin selalu kukenang dari tahun 2011, selain tentu terbitnya novel perdanaku setelah belasan tahu menulis, adalah apa yang terjadi malam ini. Aku membuat nasi goreng dengan kakak pertamaku. Nasi goreng dengan bumbu ala kadarnya, garam, cabe, sedikit vetsin, daun bawang, bawang merah, terasi mentah dan serbuk kuning semacam kunyit. Meskipun arma bumbunya saja sudah membuat rasa laparku meningkat beberapa derajad, tapi sesuatu yang lain dengan halus menyelisipi diriku. Dan ketika kakak sudah selesai mengaduk nasi dengan bumbunya, aku menyalakan kompor, minyak di penggorengan mulai panas, dan nasi satu cowek dilongsorkan ke dalam penggorengan yang mendesis, aku pun langsung mengingatnya. Kakak perempuanku. Orang yang paling suka kuajak masak bersama. Jika dia ada di sini, dan kami masak bersama di malam sepe seperti ini, kami akan dengan senang hati memberi nama nasi goreng kami: Nasi Goreng Persaudaraan Dimasak Tengah Malam Untuk Menghentikan Kelaparan Dan Membahagiakan Kesepian. Kami suka memberi nama yang panjang untuk masakan kami.
Beberapa tahun ini kakak perempuan itu tinggal di Malaysia bersama suaminya. Dia mengajar Al-Qur’an dan suaminya bekerja sebagai kuli bangunan. Sewaktu kukirimkan novelku padanya, dia menangis membaca halaman sambutan. Seperti yang sudah Read more »
Filed under: ehon, nebula | Leave a Comment »
SEORANG PEMUDA TAK LULUS SD, BAHKAN TAK PERNAH SEKOLAH, MENULIS SEBUAH NOVEL PENDIDIKAN YANG MENGINSPIRASI BANYAK ORANG
Seorang pemuda dari sebuah pulau kecil yang tak nampak di peta berhasil menulis sebuah novel bertema pendidikan dan mengispirasi banyak pembacanya. Pemuda itu tak pernah kuliah, atau sekolah TK maupun SD. Singkat kata, dia tak pernah mengenyam bangku pendidikan. Tapi yang menakjubkan, dia berhasil menulis sebuah novel yang menginspirasi pembacanya dari berbagai kalangan. Mulai dari murid samai guru. Pegawai sampai wiraswasta. Mahasiswa maupun pekerja. Sesuatu yang mirip dengan keajaiban pastilah sedang bekerja di sini.
Siapakah pemuda berusia 24 tahun yang menakjubkan itu? Dia adalah Arul Chandrana. Ya, Arul Chandrana. Jika kau tak percaya, saya berani menantangmu untuk mengecek sekolah manapun di seluruh Indonesia guna menemukan namanya di daftar murid mereka. Dia tidak tercatat di PAUD manapun, di TK manapun, di SD manapun, di SMP manapun, di SMA manapun, di kampus manapun. Dia tidak ada di catatan pendidikan manapun. Namun begitu, dia berhasil menyusun sebuah novel setebal 400 halaman lebih dengan materi yang tak ringan. Mengalahkan sahabatnya David Khoirul yang memproklamirkan diri sebagai ketua rukun kematian tak resmi di desanya yang terpencil.
₵
Ya, cukup. Cukup sampai di sini leluconnya. Aku bayangkan, Read more »
Filed under: nebula | 6 Comments »
PERJALANAN LENGANG
Yang kini kubutuhkan, adalah sebuah perjalanan wisata naik bus bersama sebuah rombongan yang tak banyak bicara. Beri aku tempat duduk di pinggir jendela. Dan menikmati semuanya yang terpapar di sana. Aku akan mengamati tepi jalan menanjaknya, dan berpikir jika hamparan pucuk bambu di bawah sana adalah beledru hijau lembut yang tak pernah henti mengantarkan udara sejuk menyembuhkan. Sepertinya perjalanan ke Ruili bisa menolongku.
Aku tak akan berbicara. Aku tak akan membuat catatan. Aku juga tak akan memotret. Aku hanya ingin diam. Menyimak. Membiarkan pikiranku terlompat bersama roda bus yang terhentak tiap kali melindas bongkahan batu lepas dari aspalan. Beri aku waktu untuk bermenung dengan mesin yang terus menggerung. Karena aku terlalu bersebih untuk mengekalkan kenangan. Karena aku telalu luruh walau hanya untuk menghitung waktu. Aku tak perduli, aku hanya perlu Read more »
Filed under: nebula | Leave a Comment »
penutur
***
Pria itu kami panggil Obok Yomsi. Obok dalam bahasa Bawean adalah panggilan untuk orang yang lebih tua dari orang tua kita. Dan, tanpa suatu alasan yang jelas, kami semua sepakat bahwa Obok Yomsi pastilah lebih tua dari orang tua kami.
Dia kurus, tinggi, hidup sendiri, dan lama ditinggal isteri, mungkin hiburannya hanya Read more »
Filed under: nebula, sastra | Leave a Comment »
DOSA
DI ujung tidurku, sayang, ibu memanggi dan menitip pesan. Tapi aku sudah menghilang.
Filed under: nebula | Leave a Comment »
BERLEPAS
MENGHADAPI pelepasanmu, kata Che Zen, mungkin bukanlah yang terburuk. Tapi seperti yang kita semua tahu, adalah yang terberat.
Filed under: nebula, sastra | Leave a Comment »







