(jika ada sesuatu yang paling fana dan cepat musnah di alam raya, dia adalah waktu)
Part One: The Shortest Life On Earth
Seringkali dalam pidato-pidato sambutan, atau pidato pembukaan, terlebih lagi pada bagian pembuka sebuah ceramah dan khutbah, orang menyinggung tentang betapa pentingnya waktu. Tapi anehnya, ketika pidatonya selesai dan dia pun turun dari podium, menunggu beberapa puluh menit atau jam kemudian sampai acara bubar, aku tidak melihat dia melakukan tindakan-tindakan yang mencerminkan betapa dia benar-benar memahami bagian pembuka dari pidatonya tadi. Ketika aku masih menjadi mahasiswa, aku sering ketawa bersama sahabatku saban kali menyimak bagian pembuka dari pidato-pidato itu. Dan ketika aku memperhatikan seluruh peserta acara, aku mejadi lebih kejang menahan tawa: tak ada satu pun hadirin yang tampak benar-benar memperhatikan pada semua ucapan si pembicara. Ada apa ini? Mengapa semua orang melakukan ini? Mengapa sambutan-sambutan harus selalu dipaksa ada jika keberadaannya sama saja dengan tidak ada? Orang-orang tidak memperhatikan dan tampaknya sama sekali tidak berminat untuk mengetahui isi sambutan. Ini semua sia-sia. Dan perihal pentingnya waktu yang dia bicarakan barusan, telah hancur menjadi kepingan omong ompong yang sangat kosong. Acap kali aku merasa pidato-pidato sambutan tersebut justeru sebenarnya adalah penyia-nyiaan waktu termencolok sepanjang berlangsungnya acara. Read more »
Filed under: nebula, think | 1 Comment »












