• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

  • temukan di toko buku

    klik untuk menelusur

  • klik untuk mendownload

#3 Hoaaaa, Naskahku Ditolak, LAGI!

sebuah buku 'harus' ditolak sebelum diterbitkan

sebuah buku ‘harus’ ditolak sebelum diterbitkan

Oke, mari kita kembali ke fakta bahwa, mohon maaf, Anda belum menerbitkan satu buku pun. Jangan tersinggung. Nah, bagaimana jika naskah yang Anda kirim ke penerbit, setelah tiga bulan, datanglah kabar bahwa ia ditolak lagi. Apa yang harus Anda lakukan? Panik? Menyesal? Kecewa? Sibuk mengedit? Membayar tukang pukul untuk memukul tetangga Anda? Kebanyakan orang akan segera mengambil tindakan editing. Mereka akan mengubah laginaskah tersebut, berusaha memperbaikinya, barulah setelah itu mengirim pada penerbit yang lain. Usaha ini bisa saja memakan waktu beberapa minggu. Tak jarang, ini membawa keputus asaan pada si penulis. Lantas, apa langkah terbaik untuk dilakukan ketika naskah kita ditolak penerbit? Jangan terkejut, jawaban saya, SEGERA KIRIMKAN KE PENERBIT YANG LAIN. Ya, segera. Tak usah repot-repot memperbaikinya. Langsung saja kirmkan pada penerbit lain. Sebagian besar penerbit di tanah air tidak memebrikan penilaian pada sebuah naskah yang ditolak, mereka hanya memberikan pemberitahuan bahwa naskah Anda ditolak. Itu saja. Jadi Anda tidak punya bahan untuk menghukumi naskah Anda sebagai tulisan buruk yang butuh diobati.

Nah, ketika Anda sudah mengirmkan naskah tersebut pada sepuluh penerbit dan masih saja mendapatkan penolakan, tibalah saatnya untuk Continue reading

Tegak dan Rubuh

E’lung beruntung terlahir dari keluarga paling kaya di desanya dan memiliki otak yang lumayan. Haji Jo’e beruntung karena memiliki anak yang lumayan pintar dan akan menjadi ayah pertama yang memiliki putera melanjutkan sekolah setelah SMA di Jawa. Mereka bahagia. Penduduk se desa bangga. Kepulangan E’lung pada liburan tahun pertamanya disambut meriah. Dia tampak terdidik dan bisa bicara dengan bahasa yang tak pernah dipakai saat khotbah, bahkan tidak juga oleh kepala desa. Orang-orang percaya E’lung akan menggantikan lurah saat ini suatu hari nanti. Tahun ke dua, E’lung pulang bahkan sebelum liburan datang. Tubuhnya kurus dan matanya cekung. Bicaranya tak lancar dan pikirannya tak lurus. Seringkali dia gemetaran sambil meracau tak sadar. E’lung dihancurkan oleh narkoba.

Puluhan butir kelapa ia
Continue reading

#2 Tips Menulis: Menginstal Aplikasi Pemuncul Ide

Dari mana datangnya ide menulis Anda? Pertanyaan singkat di samping termasuk dalam daftar pertanyaan seputar tuis menulis yang paling sering ditanyakan, dan, jika ia ditujukan padaku, jawabannya sudah pasti aku tidak tahu. Maksudku, tidak ada rumus yang bisa mendefinisikan atau menetapkan apalagi menentukan sumber sebuah ide. Karena semua hal bisa menjadi sumber ide. Maka adalah agak membingungkan jika ada yang bertanya dari mana seorang penulis mendapatkan ide menulisnya. Yang diperlukan untuk mendapatkan sebuah ide menulis bukanlah sibuk mencari sumbernya, melainkan menguatkan daya tangkap guna mengelola fenomena apa saja yang bisa menjadi ide segar untuk ditulis. Nah, inilah yang akan kita bicarakan sekarang.

Di banyak toilet SPBU di Jawa Timur, khusussnya di jalur utama, sering kutemukan tempelan stiker obat sakit perut merk Tay Pin San, dari nama dan banyaknya abjad Tiongkok dalam stiker itu sudah menjelaskan jika produsennya adalah seorang berdarah Tiongkok. Anehnya, aku tidak pernah menemukan wujud obat tersebut. Mungkin karena aku yang terlalu sedikit pengetahuannya, mungkin juga karena obat itu sudah tidak diproduksii lagi. Yang pasti, aku menemukan stikernya tapi tidak menemukan barangnya. Jadi apa yang bisa kau ambil? Apakah ini bisa menjadi sumber ide? Tentu saja. Ada banyak poin misterius yang bisa kita jadikan Continue reading

Perjalanan dan Makna yang Dilahirkan

Berapa banyak yang mendapatkan jawaban atas pertanyaan hidupnya dari sebuah perjalanan? Perlintasan jarak yang menebah waktu dan pengalamaan. Jalanan selalu menjadi peta yaang membimbing jutaan manusia pada penemuan-penemuan diri yang jelas namun tak terduga. Sebuah tindakan berani dalam mengambil keputusan yang mungkin tak kan pernah terpikirkan dari balik tembok rumah. Sebuah ketetapan untuk melawan yang tak mungkin pernah didapatkan dengan duduk tunduk di balik meja kerja. Sebuah rencana penunjukan diri dengan gagah berani yang tak mungkin terjadi dengan menekuri buku-buku di balik rak perpustakaan. Tapi jalanan tetap saja hanya sebuah entitas materi hampa jika tak ada kegelisahan yang melaju di permukaannya. Karena, kegelisahanlah sebenarnya kekuatan yang paling tak sabar untuk menemukan pencerahan yang paling gila sekalipun.

Maka kita tentunya membutuhkan sebuah perjalanan. Atau lebih. Demi sebuah Continue reading

Perubahan dan Yang Tak Terjadi

Melihat begitu banyak buku yang sudah dibeli tapi belum terbaca, aku tercenung. Beberapa pikiran datang, sebagian sudah lama berdentam dan sekaranglah saatnya ia untuk mengemuka. Well, aku sedang berusaha mengembalikan kebiasaanku menulis selain menulis novel yang akhir-akhir ini tampaaknya menguap dari pikiranku. Aku kehabisan ide, kau tahu? Dulu, atau beberapa bulan yang lalu, ehm, mungkin tepatnya setahun yang lalu, aku bisa mendapatkan ide untuk sebuah esai hanya dengan melihat seekor kucing melompat ketakutan karena bocah SD berlari mengejar layang-layang. Sekarang, bahkan peristiwa sebesar kematian tak sanggup menggerakkan jariku. Setidaknya, ini mempertegas bahwa memang di dunia ini tidak ada yang absolut kecuali satu hal.

Dan dalam usaha mengembalikan kebiasaan produktif itu, aku memeriksa lemari di kamarku yang lama dan sekali lagi mendapati jumlah bukuku
Continue reading

Potongan wawancara antara Dr. Omwatundo Osungyazy (O) dg Dr. Richard Playt Henderson (R)

R: jd Anda percaya bahwa bangsa2 yg telah
punah sebenarnya telah mencapai kehidupan
modern?
O: tepat sekali. Mereka telah memiliki segala
teknologi canggih seperti yg kita miliki. Roket,
komputer, pesawat terbang, satelit, dll.
R: ada bukti?
O: semua penemuan arkeologi adlh buktinya.
Di semua relief, mulai dr peradaban Sumeria,
Babilonia, Mesir, jg Asia. Semuanya tertera di
sana.
R: well, jk mereka sehebat itu, mengapa
semua peninggalannya tampak …
O: primitif? Begitu? Doktor, jk mereka
menyimpan semua informasinya di chip, atw
memory card, atau disk, atau bahkan kertas,
berapa lama semua it bisa bertahan? Seabad?
Dua abad? Mereka sgat cerdas, doktor.
Mereka meninggalkan pesan2nya di
lempengan batu karena ia bsa bertahan bhkan
setelah puluhan ribu tahun.
R: pertanyaan berikutnya, Doktor Osungyazy.
Mengapa kita tdk mendapatkan benda2
berteknologi tinggi dr peninggalan mrka?
O: sesuatu menghancurkannya. Pernahkah
terpikir oleh Anda mengapa semua peradaban
kuno ditemukan di bawah tanah? Tertimbun?
Penjelasannya adalah, karena ‘sesuatu’
BERUSAHA MEMUSNAHKAN mereka beserta
seluruh pencapaiannya. Sesuatu sangat ingin
memutus sejarah manusia shgga harus
memulai dr nol kembali.
R: bisa Anda jelaskan lebh rinci?
O: peradaban lampau sepertinya sudah
mencapai teknologi luar angkasa. Tapi
‘sesuatu’ tdk menginginkan manusia
menjelajah luar angkasa. Mereka
menghancurkan semua teknologi tsb dan
mengubur sisanya. Mereka ingin manusia
kehlgan segalanya, trmasuk sejarahnya sndri.

Dapatkan buku # burung_gagak_te
rbang_rendah di toko2 buku. Dalam waktu
dekat. Ehm, mgkin setahun lg.

#1 Yang Perlu Anda Siapkan Sebelum Memutuskan Menjadi Penulis

banyak baca, banyak nulis

banyak baca, banyak nulis

Saya akan memulai tulisan ini dengan petikan dari kehidupan seorang penulis perempuan yang sangat-sangat terkenal. Dia menjadi salah satu tokoh sastra Inggris modern. Dibaca dalam puluhan bahasa, diterbitkan ribuan kali dan masih terus dibeli sampai hari ini. Pada suatu hari menjelang akhir hayatnya, dia pergi ke sungai Ouse dan mengisi semua sakunya dengan batu-batu. Kemudian dia melompat ke dalam sungai dan baru muncul lagi sebagai mayat. Dia penulis terkenal bernama Virginia Woolf.

Pelajaran Pertama: Membuat Ketetapan Hati, Meramu Obat Penangkal Frustasi

Fakta mengenai penulis adalah: kebanyakan orang yang menulis (naskah) novel, naskah tersebut tidak pernah terbit, sedangkan naskah yang berhasil terbit, tidak sampai setengahnya yang berhasil cetak ulang, bahkan, novel yang sudah terpajang di rak-rak toko buku, banyak yang tidak sampai habis terjual. Semua ini menjelaskan pada kita bahwa memilih profesi sebagai penulis tidak seperti memilih profesi yang lain. Peluang menjadi penulis jauh lebih kecil dari pada menjadi pegawai di sebuah perusahaan. Bahkan, jika dibandingkan dengan menjadi guru, peluang menjadi penulis sangat jauh di bawah peluang menjadi guru. Untuk menjadi guru, jika tidak ada satu pun sekolah atau lembaga bimbingan belajar yang mau menerima, Anda masih punya kesempatan untuk membuka kursus di rumah. Tapi penulis, ketika tak ada satu pun penerbit yang mau menerbitkan naskah novelnya, Anda belum menjadi ‘penulis’ walau semenit pun. Jelas, profesi penulis adalah profesi yang tak remeh dan tak mudah dan tak banyak membuka lowongan.

Karena itu, jika Anda berniat untuk Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 26 other followers