• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Selamatan terbang dari kepala 

Desaku di Bawean adalah desa pegunungan, antara satu rumah dengan rumah lainnya dipisah oleh undakan yang tingginya bisa mencapai belasan anak tangga. Lalu, ingatan ini muncul begitu saja.
Sore itu, kakak perempuanku pulang sekolah membawa satu nampan penuh berisi makanan. Pada hari tertentu, almarhum kakek kami akan dipanggil oleh sebagian warga desa untuk membacakan doa selamatan. Biasanya warga menghidangkan senampan penuh penganan sebagai imbalan. Nah, tugas kakak perempuanku adalah membawa nampan makanan tersebut dari rumah warga ke rumah kami. Itulah yang dibawa kakak perempuanku sore itu. Bedanya, kali ini ia menyunggi nampan dengan ukuran luar biasa super besar.
Aku ingat kakakku memanggil namaku sejak ia berada di puncak undakan menuju rumah. Aku ingat aku bisa melihatnya kerepotan membawa nampan super besar yang nampaknya super berat itu. Aku ingat tetangga kami memperingatkan kakakku agar berhati-hati. Dan, aku juga ingat saat itu cuaca sore hari sedang bagus dan cerah. Sampai beberapa detik kemudian.
Kurang empat anak tangga lagi sebelum kakakku mencapai tanah datar, kakinya terserimpet. Dia berteriak histeris. Aku pun berteriak ngeri. Nampan penuh makanan itu terlempar melayang dari atas kepalanya. Kakakku limbung dan jatuh berdebum di tanah. Di sekitarnya, berbagai macam makanan berhamburan. Kotor kecokelatan bercampur debu.
Orang-orang berteriak panik. Sebagian menjerit memanggil nama kakakku, sebagian yang lain menyebut satu persatu nama makanan yang kotor berlumur debu. Aku termasuk orang pertama yang datang ke lokasi kecelakaan–atau lebih tepatnya, lokasi kejatuhan. Kulihat dengkul dan sikunya lecet kemerahan, sementara seragam SMA nya tak mungkin bisa dipakai sekolah tanpa dicuci. Lalu, sementara kakakku sedang mengaduh kesakitan, aku meratapi nampan penuh makanan.
Aku ingat aku meratapi makanan satu nampan #arulife

Advertisements

11 HAL YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENJADI PENDIDIK HEBAT

1. Ubah pola berfikir anda:  pembelajaran bukan tentang bagaimana guru mengajar tapi bagaimana siswa itu dapat belajar
2. Jangan hanya pelajari materi pembelajaran tetapi pelajari pula tingkah laku anak didik anda,
3. Sampaikan tidak hanya dengan lisan tapi gunakan seluruh anggota tubuh untuk berkomunikasi kepada Siswa
4. Tunjukkan kepada siswa pentingnya belajar dimanapun dan  kapanpun juga. (Belajar tidak hanya di Sekolah saja)
5. Pastikan anda sudah mengaktifkan potensi VAK (visual, auditori, kinestetik) ke semua siswa
6. “Hukum durasi 20-30 menit” (sesuai penelitian siswa hanya mampu bertahan konsentrasi 20-30 menit, maka variasikan kegiatan belajar mengajar anda setiap 20-30 menit)
7. Lakukan dialog bukan monolog,
8. Ajukan pertanyaan yg tepat kepada siswa Continue reading

Dapatkan Buku Gratis dari Perpusnas Indonesia

Untuk teman-teman yang aktif di komunitas masyarakat, Perpustakaan Nasional RI memberikan bantuan buku sebanyak 1 paket. Terdiri dari 250 judul buku dan 500 eksemplar. Ditunggu proposalnya.
Surat dan Proposal ditujukan kepada

Alamat             :Kepala Perpustakaan Nasional RI. Jl. Salemba Raya No. 28-A, Jakarta Pusat

Telepon            : Continue reading

Selamatkan Burung Hantu 

Bagi pengunjung sore WBA Jompong, hampir setiap sore mereka akan disajikan pertunjukan dari berbagai komunitas. Seperti komunitas pencinta reptil, komunitas BMX, komunitas rollerblade, juga komunitas pencinta burung hantu.

Sore ini, komunitas pencinta burung hantu dari kelompok TOP, Tuban Owl Partner, memamerkan koleksi para anggotanya. Walaupun saat ini komunitas TOP cabang Brondong hanya memiliki anggota sedikit, tapi yang terlibat dalam komunitas ini berasal dari berbagai kalangan, seperti polisi dan warga sipil. Setiap anggota memiliki burung hantu peliharaan minimal satu ekor, ada juga yang memelihara empat ekor.

Menurut keterangan Habib, koordinator lapangan TOP hari ini, kegiatan mereka di WBA Jompong tidak terjadwal. Mereka tampil kapan saja anggota komunitas berkesempatan hadir. Akan tetapi, kegiatan mereka di WBA Jompong tidak akan berlangsung lama, ini dikarenakan pihak pengelola Continue reading

Lagu Hari Raya dari Bawean

Gudhur gudhur are rajo, negghuk dhudhul kadulajo 
Tabuh bedug hari raya, pegang dodol dua tangan #lagu tradisional Bawean saat hari raya.

Yah, kalau diterjemahkan kedengarannya memang agak angghol (janggal), tapi memang bukan hanya makna itu yang ingin diraih lagu tradisional tadi.

Lagu hari raya tersebut (menurut hemat saya) lebih menekankan pada liriknya yang berirama dan nadanya yang riang gembira. Kau harus dengar sendiri untuk tahu betapa heboh kami menyanyikan lagu tersebut.

Sedangkan dari segi makna lirik, lagu tadi menyiratkan beberapa tradisi hari raya (khususnya idul adha) di Bawean. Pertama, di Bawean hari raya dimeriahkan dengan seni tabuh bedug–selain takbiran. Anak-anak akan bergerombol datang ke masjid, sebagian menyerbu mikrofon (dan hanya untuk dua kali dalam setahun) mendapatkan kebebasan tak terbatas menggunakan mikrofon masjid. Mereka kelompok pelantun takbiran. Sebagian yang lain, lari ke teras masjid, menuju tempat di mana bedug besar kulit sapi digantung gagah. Mereka para penabuh bedug.

Tabuhan bedug hari raya berbeda dengan tabuhan bedug sholat–bahkan sholat lima waktu pun punya variasi bedugnya tersendiri. Tabuhan bedug hari raya memiliki ritme bertalu-talu dan seakan tak memberi kesempatan untuk melamun. Energi, semangat, kegembiraan dan kemerdekaan semuanya mengalir dalam hantaman demi hantaman yang dilesakkan berirama.

Jangan anggap kegiatan menabuh bedug sebagai hal yang remeh. Sebagaimana Continue reading

Ketika Sekolah Justru Mengubah Seorang Anak Menjadi Pribadi Licik dan Curang

THE FILM CLUB
Buku yang akan kita obrolkan adalah The Film Club (Klub Film) karya David Gilmour, seorang penulis Kanada. Untuk memberikan gambaran tentang buku ini, akan aku kutip salah satu bagian kesukaanku guna mengawali tulisan ini: Boleh dibilang, sekolah telah menjadikannya seorang pembohong dan orang yang licik. (hal. 3)

Yap, itulah yang dikatakan tokoh utama novel tersebut tentang sekolah, dan itu pulalah pendapat si penulis buku tersebut–karena buku ini ditulis based on true story of the writer himself. Dengan pemahaman seperti itu, maka tak mengejutkan jika si tokoh utama kemudian mengizinkan anaknya drop out. Dan yang mengejutkan adalah syarat yang dia berikan: kamu boleh berhenti sekolah, asalkan kamu berjanji untuk tidak pakai obat-obatan, tidak bekerja, dan menonton tiga film dalam seminggu bersama ayah.

Jesse, nama si anak, melompat girang mendapatkan tawaran ajaib ayahnya.
Maka dimulailah pendidikan tak wajar itu. David Gilmour yang seorang jurnalis dan kritikus film tentu saja tidak kerepotan untuk menemukan film dengan tema seperti yang dia ingin ajarkan. Hanya saja, jika kau pikir David ingin mengajarkan suatu pendidikan moral tertentu, atau ingin menularkan suatu semangat tertentu, agaknya kau salah. David lebih menekankan pada putranya untuk menyadari momen artistik terbaik dalam film ketimbang pada, “apa pesan moral yang kau tangkap dari film barusan, anakku?”

Bisa dibilang, cerita buku ini Continue reading

Lagu Menyedihkan untuk Pernikahan di Paciran

Malam ini melekan di acara persiapan pernikahan putri almarhum kakak ipar. Ini acara yang bersahaja dan mengharukan. Setidaknya bagiku. Mendiang kakak ipar sudah merencanakan hari ini dengan teliti dan penuh harapan. Akan tetapi, kau tahulah, manusia tak pernah punya wewenang untuk urusan hidup dan mati.

Tahun lalu, setelah semua perencanaan, lamaran, dan berbagai macam persiapan dirampungkan, kakak ipar menutup mata. Setelah Hasif, putraku, berumur 40 hari. Atau belum? Hff, aku selalu payah dalam mengingat.

Malam menjelang pernikahan, seharusnya menjadi malam yang heboh dengan kebahagiaan bukan? Memang harusnya begitu. Tapi, Paciran ini punya tradisi yang lihai membuat kita melow dan patah hati: mereka memeriahkan acara pernikahan dengan lagu-lagu Ida Laila. Ida Laila!

Aku tentu tak punya permusuhan pribadi dengan beliau. Sama sekali tidak. Aku tidak bisa memusuhi seniman yang dikagumi ibuku sendiri. Hanya saja, jika kau adalah seorang pendengar dangdut ulung seperti kami, kau pasti tahu Continue reading