Posted in ehon, nebula, think

Ketika orang lain bersalah, kau pun bisa bersalah karena kau juga orang

Ketika tidak ada lagi yang menegurmu, itulah saatnya kau harus mengkhawatirkan dirimu.

***
Ada beberapa alasan mengapa orang tidak lagi menegur kita, di antaranya:

1. Orang sudah putus asa. Orang-orang menganggap kita tidak akan pernah berubah tak peduli betapa pun mereka menegur kita.

2. Orang menganggap kita bukan pribadi yang bisa menerima koreksi. Bukankah sering kita temukan orang-orang yang ketika diberi nasihat justru ‘ngajak bertengkar’ orang yang menasihati? Nah, yang juga sering terjadi, kita tidak menyadari bahwa kita pun termasuk golongan orang tersebut.

3. Karena itu orang tidak ingin menimbulkan masalah baru. Menyadari bahwa si fulan salah adalah masalah nomor satu. Dan jika menegur si fulan hanya akan membuatnya marah, itu adalah masalah nomor dua. Daripada hanya memperbanyak masalah, lebih baik diam saja.
Kadangkala, kita adalah Continue reading “Ketika orang lain bersalah, kau pun bisa bersalah karena kau juga orang”

Advertisements
Posted in baweanologi, ehon, nebula

Selamatan terbang dari kepala 

Desaku di Bawean adalah desa pegunungan, antara satu rumah dengan rumah lainnya dipisah oleh undakan yang tingginya bisa mencapai belasan anak tangga. Lalu, ingatan ini muncul begitu saja.

Sore itu, kakak perempuanku pulang sekolah membawa satu nampan penuh berisi makanan. Pada hari tertentu, almarhum kakek kami akan dipanggil oleh sebagian warga desa untuk membacakan doa selamatan. Biasanya warga menghidangkan senampan penuh penganan sebagai imbalan. Nah, tugas kakak perempuanku adalah membawa nampan makanan tersebut dari rumah warga ke rumah kami. Itulah yang dibawa kakak perempuanku sore itu. Bedanya, kali ini ia menyunggi nampan dengan ukuran luar biasa super besar.

Aku ingat kakakku memanggil namaku sejak ia Continue reading “Selamatan terbang dari kepala “

Posted in Teaching, think

11 HAL YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENJADI PENDIDIK HEBAT

1. Ubah pola berfikir anda:  pembelajaran bukan tentang bagaimana guru mengajar tapi bagaimana siswa itu dapat belajar
2. Jangan hanya pelajari materi pembelajaran tetapi pelajari pula tingkah laku anak didik anda,
3. Sampaikan tidak hanya dengan lisan tapi gunakan seluruh anggota tubuh untuk berkomunikasi kepada Siswa
4. Tunjukkan kepada siswa pentingnya belajar dimanapun dan  kapanpun juga. (Belajar tidak hanya di Sekolah saja)
5. Pastikan anda sudah mengaktifkan potensi VAK (visual, auditori, kinestetik) ke semua siswa
6. “Hukum durasi 20-30 menit” (sesuai penelitian siswa hanya mampu bertahan konsentrasi 20-30 menit, maka variasikan kegiatan belajar mengajar anda setiap 20-30 menit)
7. Lakukan dialog bukan monolog,
8. Ajukan pertanyaan yg tepat kepada siswa Continue reading “11 HAL YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENJADI PENDIDIK HEBAT”

Posted in sastra

Dapatkan Buku Gratis dari Perpusnas Indonesia

Untuk teman-teman yang aktif di komunitas masyarakat, Perpustakaan Nasional RI memberikan bantuan buku sebanyak 1 paket. Terdiri dari 250 judul buku dan 500 eksemplar. Ditunggu proposalnya.
Surat dan Proposal ditujukan kepada

Alamat             :Kepala Perpustakaan Nasional RI. Jl. Salemba Raya No. 28-A, Jakarta Pusat

Telepon            : Continue reading “Dapatkan Buku Gratis dari Perpusnas Indonesia”

Posted in nebula

Selamatkan Burung Hantu 

Bagi pengunjung sore WBA Jompong, hampir setiap sore mereka akan disajikan pertunjukan dari berbagai komunitas. Seperti komunitas pencinta reptil, komunitas BMX, komunitas rollerblade, juga komunitas pencinta burung hantu.

Sore ini, komunitas pencinta burung hantu dari kelompok TOP, Tuban Owl Partner, memamerkan koleksi para anggotanya. Walaupun saat ini komunitas TOP cabang Brondong hanya memiliki anggota sedikit, tapi yang terlibat dalam komunitas ini berasal dari berbagai kalangan, seperti polisi dan warga sipil. Setiap anggota memiliki burung hantu peliharaan minimal satu ekor, ada juga yang memelihara empat ekor.

Menurut keterangan Habib, koordinator lapangan TOP hari ini, kegiatan mereka di WBA Jompong tidak terjadwal. Mereka tampil kapan saja anggota komunitas berkesempatan hadir. Akan tetapi, kegiatan mereka di WBA Jompong tidak akan berlangsung lama, ini dikarenakan pihak pengelola Continue reading “Selamatkan Burung Hantu “

Posted in baweanologi, think

Lagu Hari Raya dari Bawean

Gudhur gudhur are rajo, negghuk dhudhul kadulajo 
Tabuh bedug hari raya, pegang dodol dua tangan #lagu tradisional Bawean saat hari raya.

Yah, kalau diterjemahkan kedengarannya memang agak angghol (janggal), tapi memang bukan hanya makna itu yang ingin diraih lagu tradisional tadi.

Lagu hari raya tersebut (menurut hemat saya) lebih menekankan pada liriknya yang berirama dan nadanya yang riang gembira. Kau harus dengar sendiri untuk tahu betapa heboh kami menyanyikan lagu tersebut.

Sedangkan dari segi makna lirik, lagu tadi menyiratkan beberapa tradisi hari raya (khususnya idul adha) di Bawean. Pertama, di Bawean hari raya dimeriahkan dengan seni tabuh bedug–selain takbiran. Anak-anak akan bergerombol datang ke masjid, sebagian menyerbu mikrofon (dan hanya untuk dua kali dalam setahun) mendapatkan kebebasan tak terbatas menggunakan mikrofon masjid. Mereka kelompok pelantun takbiran. Sebagian yang lain, lari ke teras masjid, menuju tempat di mana bedug besar kulit sapi digantung gagah. Mereka para penabuh bedug.

Tabuhan bedug hari raya berbeda dengan tabuhan bedug sholat–bahkan sholat lima waktu pun punya variasi bedugnya tersendiri. Tabuhan bedug hari raya memiliki ritme bertalu-talu dan seakan tak memberi kesempatan untuk melamun. Energi, semangat, kegembiraan dan kemerdekaan semuanya mengalir dalam hantaman demi hantaman yang dilesakkan berirama.

Jangan anggap kegiatan menabuh bedug sebagai hal yang remeh. Sebagaimana Continue reading “Lagu Hari Raya dari Bawean”

Posted in sastra, think

Ketika Sekolah Justru Mengubah Seorang Anak Menjadi Pribadi Licik dan Curang

THE FILM CLUB
Buku yang akan kita obrolkan adalah The Film Club (Klub Film) karya David Gilmour, seorang penulis Kanada. Untuk memberikan gambaran tentang buku ini, akan aku kutip salah satu bagian kesukaanku guna mengawali tulisan ini: Boleh dibilang, sekolah telah menjadikannya seorang pembohong dan orang yang licik. (hal. 3)

Yap, itulah yang dikatakan tokoh utama novel tersebut tentang sekolah, dan itu pulalah pendapat si penulis buku tersebut–karena buku ini ditulis based on true story of the writer himself. Dengan pemahaman seperti itu, maka tak mengejutkan jika si tokoh utama kemudian mengizinkan anaknya drop out. Dan yang mengejutkan adalah syarat yang dia berikan: kamu boleh berhenti sekolah, asalkan kamu berjanji untuk tidak pakai obat-obatan, tidak bekerja, dan menonton tiga film dalam seminggu bersama ayah.

Jesse, nama si anak, melompat girang mendapatkan tawaran ajaib ayahnya.
Maka dimulailah pendidikan tak wajar itu. David Gilmour yang seorang jurnalis dan kritikus film tentu saja tidak kerepotan untuk menemukan film dengan tema seperti yang dia ingin ajarkan. Hanya saja, jika kau pikir David ingin mengajarkan suatu pendidikan moral tertentu, atau ingin menularkan suatu semangat tertentu, agaknya kau salah. David lebih menekankan pada putranya untuk menyadari momen artistik terbaik dalam film ketimbang pada, “apa pesan moral yang kau tangkap dari film barusan, anakku?”

Bisa dibilang, cerita buku ini Continue reading “Ketika Sekolah Justru Mengubah Seorang Anak Menjadi Pribadi Licik dan Curang”

Posted in ehon, think

Lagu Menyedihkan untuk Pernikahan di Paciran

Malam ini melekan di acara persiapan pernikahan putri almarhum kakak ipar. Ini acara yang bersahaja dan mengharukan. Setidaknya bagiku. Mendiang kakak ipar sudah merencanakan hari ini dengan teliti dan penuh harapan. Akan tetapi, kau tahulah, manusia tak pernah punya wewenang untuk urusan hidup dan mati.

Tahun lalu, setelah semua perencanaan, lamaran, dan berbagai macam persiapan dirampungkan, kakak ipar menutup mata. Setelah Hasif, putraku, berumur 40 hari. Atau belum? Hff, aku selalu payah dalam mengingat.

Malam menjelang pernikahan, seharusnya menjadi malam yang heboh dengan kebahagiaan bukan? Memang harusnya begitu. Tapi, Paciran ini punya tradisi yang lihai membuat kita melow dan patah hati: mereka memeriahkan acara pernikahan dengan lagu-lagu Ida Laila. Ida Laila!

Aku tentu tak punya permusuhan pribadi dengan beliau. Sama sekali tidak. Aku tidak bisa memusuhi seniman yang dikagumi ibuku sendiri. Hanya saja, jika kau adalah seorang pendengar dangdut ulung seperti kami, kau pasti tahu Continue reading “Lagu Menyedihkan untuk Pernikahan di Paciran”

Posted in ehon, think

Galang Bantuan Lewat Atmago

Atmago adalah sebuah social media yang hadir untuk menjadi wahana solusi bagi persoalan masyarakat. Sudah beberapa tahun ini saya menggunakan Atmago, tepatnya sejak Juni 2015 lalu. Awalnya saya menganggap Atmago tidak ada bedanya dengan media sosial lainnya, di mana kita daftar, lalu punya akun, dan mulailah posting-posting tulisan; tulisan apa saja.

Tapi tidak, Atmago berbeda dari medsos yang lain.

Atmago menempatkan dirinya sebagai sarana berbagi—khususnya informasi—untuk sesama pengguna. Di sini setiap tulisan pengguna dikelompokkan sesuai beberapa kategori, seperti lokasi kejadian, karir, solusi, laporan masalah dan jual beli. Sehingga jika kita ingin tahu ada berita apa saja di—sebagai contoh—Jakarta Selatan, maka kita klik saja tombol Jakarta Selatan dan muncullah semua berita yang berlokasi di Jakarta selatan di layar ponsel kita. Dengan cara ini, motto Atmago “Warga Bantu Warga” benar-benar terlaksana dengan baik. Para pengguna dianjurkan untuk memberi kontribusi sebanyak dan sebaik mungkin untuk lingkungannya.

Di Atmago kita tidak menulis puisi, cerpen, ungkapan perasaan, kemarahan, apalagi cacian. Para pengguna menulis apa saja yang bermanfaat bagi lingkungannya—atau bagi siapa pun yang mengakses Atmago. Di sini kita bisa melaporkan masalah, berbagi solusi, mengabarkan informasi lowongan pekerjaan, juga bisa melakukan jual beli. Dari pengalaman saya pribadi, saya menggunakan Atmago untuk melakukan penggalangan dana untuk tetangga yang ditimpa musibah.

Pada bulan Februari lalu salah satu tetangga saya ditimpa musibah. Pak Muslimin, nama korban, tenggelam di laut saat Continue reading “Galang Bantuan Lewat Atmago”

Posted in think

Begini Cara Orangtua Mengajarkan Keburukan pada Anaknya 

Tidak ada orangtua yang mengajarkan anaknya agar menjadi buruk. Tidak ada orangtua yang menyuruh anaknya memukul anak orang lain, atau menasihati anaknya agar mengambil uang temannya, atau mengajarkan kata-kata umpatan. Orangtua tidak mengajarkan hal-hal buruk sebagaimana mereka mengajarkan baca tulis atau mengajarkan doa-doa harian. Walaupun begitu, orangtua terbukti benar-benar mengajarkan Keburukan pada anak-anaknya.

Cara mengajarkan keburukan dilakukan dengan sangat terselubung, sadar, di depan mata, dan berbalut dalih kasih sayang. Saya curiga, mungkin hampir semua orangtua pernah mengajarkan keburukan tersebut. Pembaca tulisan ini pasti ada yang membatin, ‘aku tidak pernah melakukan apa yang kau sangkakan,’

Bisa jadi Anda benar, bisa jadi Anda pernah tapi sampai sekarang belum sadar. Maka, seperti apakah pembelajaran keburukan tersebut?
Ketika anak Anda berteriak-teriak kepada saudara atau neneknya dan Anda diam saja, Anda sedang mengajarkan cara bicara tidak sopan pada anak Anda.

Ketika Anda sering mengerjakan PR sekolah anak Anda, saat itulah Anda telah mendidiknya untuk berbuat curang.

Ketika Anda membela Continue reading “Begini Cara Orangtua Mengajarkan Keburukan pada Anaknya “