Posted in nebula, think

Anakku Dipenjara Internet

Jadi, bagaimana cara damai menghadapi anak dan internet? Tips ini adalah jalan tengah, diharapkan bisa mengurangi sebanyak mungkin kemungkinan eyel-eyelan antara orangtua anak.

***
Kita tetap memberikan izin pemakaian hp / internet, namun kita beri tugas belajar kepada anak kita. Caranya, mintalah anak kita untuk mencari informasi tertentu, membuat rangkuman, lalu ‘dilaporkan’ pada orangtua pada waktu yang disepakati.
Misal, Jumat pagi, saat sarapan, kita bilang pada anak kita, “nak, tolong carikan dong informasi tentang sepuluh sahabat nabi yang paling kaya. Kamu buat rangkuman di buku ya.” 
Bentuk instruksinya kondisional. Jika putra Anda tipe ngobrol, maka berikan instruksi tersebut berupa obrolan. Jika putra Anda hanya berbuat setelah diperintah, maka perintahlah.
“Cung, gini, hari ini kamu boleh pakai hp, tapi ada syaratnya. Kamu harus buat rangkuman, Cung. Kalau tidak, hpnya bapak sita. Dijual buat beli mobil.”
Poin utamanya, sadarkan anak kita bahwa kita adalah orangtuanya, kita berhak mengarahkan mereka pada hal yang lebih baik. Termasuk di antaranya bagaimana cara memanfaatkan teknologi.
Berikutnya, sepakati kapan setoran hasil rangkuman. Boleh saat makan siang, makan malam, saat kumpul sore, atau kapan saja. Ini bisa menjadi momen ngobrol keluarga yang penuh makna. 
Kita akui bahwa banyak anak yang ‘tidak bisa’ ngobrol dengan orangtuanya, khususnya anak cowok. Hasil merangkum bisa menjadi bahan obrolan yang asyik. Kedua pihak punya sesuatu yang ditunggu untuk didengar dan disampaikan.
Mengapa rangkuman harus ditulis di buku? Itu untuk menekankan bahwa kita memang serius. Selain itu, bagi sang anak, menulis bisa memperkuat ingatan, melatih kemampuan menyusun kata, dan membangun kebiasaan intelektual.
Tema yang kita berikan sebaiknya beragam, tidak melulu tema ‘berat’. Misal, hari Jumat tugasnya mencari informasi tentang sahabat nabi, hari sabtu tugasnya mencari informasi 10 hewan terbesar di dunia, hari ahad mencari informasi penyebab tsunami, hari senin informasi tentang perang Diponegoro, hari selasa informasi tentang film fiksi ilmiah paling sukses, dll. 
Variasi tema rangkuman selain untuk menghindari kebosanan, juga untuk memperluas wawasan anak.
Saran saya, tema yang Anda berikan pada anak adalah tema yang Anda ketahui–tidak harus menguasai, mengetahui saja sudah cukup. Selain itu, jika hasil rangkuman anak kita tidak sempurna, katakanlah berantakan susunannya, jangan Anda tertawai. Itu anak sudah bekerja keras lho menyusun rangkumannya. Juga jangan terlalu bersemangat untuk mengoreksi. Anak-anak tidak suka dikoreksi terlalu frontal. Perbaikilah kualitas rangkuman anak Anda sedikit demi sedikit dan jangan lupa beri pujian. 
Berikutnya, jika Anda orangtua yang tidak setiap hari berkumpul dengan anak, aktivitas ini justru semakin bermanfaat.
Pada hari Anda pulang ke rumah Anda sudah punya setali tema pembicaraan super seru. Bisa januari sebagai bahan obrolan di telepon. Dan, percayalah, setelah dewasa anak Anda akan mengenang momen setor rangkuman sebagai (salah satu) pengalaman paling indah antara dirinya dengan Anda.

***
Itulah tips sederhana dari saya, seorang bapak yang anaknya belum bisa main hp (melempar hp bisa, hahaha).
Saya sadar tips ini tidak bisa diterapkan pada semua orang, maka, ambillah tips ini jika bermanfaat, dan tolong share jika Anda percaya mungkin salah satu teman Anda bisa mengambil manfaat dari ini. 
Selamat malam Jumat #arulight #arulearn

Advertisements
Posted in ehon, nebula, think

Ketika orang lain bersalah, kau pun bisa bersalah karena kau juga orang

Ketika tidak ada lagi yang menegurmu, itulah saatnya kau harus mengkhawatirkan dirimu.

***
Ada beberapa alasan mengapa orang tidak lagi menegur kita, di antaranya:

1. Orang sudah putus asa. Orang-orang menganggap kita tidak akan pernah berubah tak peduli betapa pun mereka menegur kita.

2. Orang menganggap kita bukan pribadi yang bisa menerima koreksi. Bukankah sering kita temukan orang-orang yang ketika diberi nasihat justru ‘ngajak bertengkar’ orang yang menasihati? Nah, yang juga sering terjadi, kita tidak menyadari bahwa kita pun termasuk golongan orang tersebut.

3. Karena itu orang tidak ingin menimbulkan masalah baru. Menyadari bahwa si fulan salah adalah masalah nomor satu. Dan jika menegur si fulan hanya akan membuatnya marah, itu adalah masalah nomor dua. Daripada hanya memperbanyak masalah, lebih baik diam saja.
Kadangkala, kita adalah Continue reading “Ketika orang lain bersalah, kau pun bisa bersalah karena kau juga orang”

Posted in baweanologi, ehon, nebula

Selamatan terbang dari kepala 

Desaku di Bawean adalah desa pegunungan, antara satu rumah dengan rumah lainnya dipisah oleh undakan yang tingginya bisa mencapai belasan anak tangga. Lalu, ingatan ini muncul begitu saja.

Sore itu, kakak perempuanku pulang sekolah membawa satu nampan penuh berisi makanan. Pada hari tertentu, almarhum kakek kami akan dipanggil oleh sebagian warga desa untuk membacakan doa selamatan. Biasanya warga menghidangkan senampan penuh penganan sebagai imbalan. Nah, tugas kakak perempuanku adalah membawa nampan makanan tersebut dari rumah warga ke rumah kami. Itulah yang dibawa kakak perempuanku sore itu. Bedanya, kali ini ia menyunggi nampan dengan ukuran luar biasa super besar.

Aku ingat kakakku memanggil namaku sejak ia Continue reading “Selamatan terbang dari kepala “

Posted in Teaching, think

11 HAL YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENJADI PENDIDIK HEBAT

1. Ubah pola berfikir anda:  pembelajaran bukan tentang bagaimana guru mengajar tapi bagaimana siswa itu dapat belajar
2. Jangan hanya pelajari materi pembelajaran tetapi pelajari pula tingkah laku anak didik anda,
3. Sampaikan tidak hanya dengan lisan tapi gunakan seluruh anggota tubuh untuk berkomunikasi kepada Siswa
4. Tunjukkan kepada siswa pentingnya belajar dimanapun dan  kapanpun juga. (Belajar tidak hanya di Sekolah saja)
5. Pastikan anda sudah mengaktifkan potensi VAK (visual, auditori, kinestetik) ke semua siswa
6. “Hukum durasi 20-30 menit” (sesuai penelitian siswa hanya mampu bertahan konsentrasi 20-30 menit, maka variasikan kegiatan belajar mengajar anda setiap 20-30 menit)
7. Lakukan dialog bukan monolog,
8. Ajukan pertanyaan yg tepat kepada siswa Continue reading “11 HAL YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENJADI PENDIDIK HEBAT”

Posted in sastra

Dapatkan Buku Gratis dari Perpusnas Indonesia

Untuk teman-teman yang aktif di komunitas masyarakat, Perpustakaan Nasional RI memberikan bantuan buku sebanyak 1 paket. Terdiri dari 250 judul buku dan 500 eksemplar. Ditunggu proposalnya.
Surat dan Proposal ditujukan kepada

Alamat             :Kepala Perpustakaan Nasional RI. Jl. Salemba Raya No. 28-A, Jakarta Pusat

Telepon            : Continue reading “Dapatkan Buku Gratis dari Perpusnas Indonesia”

Posted in nebula

Selamatkan Burung Hantu 

Bagi pengunjung sore WBA Jompong, hampir setiap sore mereka akan disajikan pertunjukan dari berbagai komunitas. Seperti komunitas pencinta reptil, komunitas BMX, komunitas rollerblade, juga komunitas pencinta burung hantu.

Sore ini, komunitas pencinta burung hantu dari kelompok TOP, Tuban Owl Partner, memamerkan koleksi para anggotanya. Walaupun saat ini komunitas TOP cabang Brondong hanya memiliki anggota sedikit, tapi yang terlibat dalam komunitas ini berasal dari berbagai kalangan, seperti polisi dan warga sipil. Setiap anggota memiliki burung hantu peliharaan minimal satu ekor, ada juga yang memelihara empat ekor.

Menurut keterangan Habib, koordinator lapangan TOP hari ini, kegiatan mereka di WBA Jompong tidak terjadwal. Mereka tampil kapan saja anggota komunitas berkesempatan hadir. Akan tetapi, kegiatan mereka di WBA Jompong tidak akan berlangsung lama, ini dikarenakan pihak pengelola Continue reading “Selamatkan Burung Hantu “

Posted in baweanologi, think

Lagu Hari Raya dari Bawean

Gudhur gudhur are rajo, negghuk dhudhul kadulajo 
Tabuh bedug hari raya, pegang dodol dua tangan #lagu tradisional Bawean saat hari raya.

Yah, kalau diterjemahkan kedengarannya memang agak angghol (janggal), tapi memang bukan hanya makna itu yang ingin diraih lagu tradisional tadi.

Lagu hari raya tersebut (menurut hemat saya) lebih menekankan pada liriknya yang berirama dan nadanya yang riang gembira. Kau harus dengar sendiri untuk tahu betapa heboh kami menyanyikan lagu tersebut.

Sedangkan dari segi makna lirik, lagu tadi menyiratkan beberapa tradisi hari raya (khususnya idul adha) di Bawean. Pertama, di Bawean hari raya dimeriahkan dengan seni tabuh bedug–selain takbiran. Anak-anak akan bergerombol datang ke masjid, sebagian menyerbu mikrofon (dan hanya untuk dua kali dalam setahun) mendapatkan kebebasan tak terbatas menggunakan mikrofon masjid. Mereka kelompok pelantun takbiran. Sebagian yang lain, lari ke teras masjid, menuju tempat di mana bedug besar kulit sapi digantung gagah. Mereka para penabuh bedug.

Tabuhan bedug hari raya berbeda dengan tabuhan bedug sholat–bahkan sholat lima waktu pun punya variasi bedugnya tersendiri. Tabuhan bedug hari raya memiliki ritme bertalu-talu dan seakan tak memberi kesempatan untuk melamun. Energi, semangat, kegembiraan dan kemerdekaan semuanya mengalir dalam hantaman demi hantaman yang dilesakkan berirama.

Jangan anggap kegiatan menabuh bedug sebagai hal yang remeh. Sebagaimana Continue reading “Lagu Hari Raya dari Bawean”

Posted in sastra, think

Ketika Sekolah Justru Mengubah Seorang Anak Menjadi Pribadi Licik dan Curang

THE FILM CLUB
Buku yang akan kita obrolkan adalah The Film Club (Klub Film) karya David Gilmour, seorang penulis Kanada. Untuk memberikan gambaran tentang buku ini, akan aku kutip salah satu bagian kesukaanku guna mengawali tulisan ini: Boleh dibilang, sekolah telah menjadikannya seorang pembohong dan orang yang licik. (hal. 3)

Yap, itulah yang dikatakan tokoh utama novel tersebut tentang sekolah, dan itu pulalah pendapat si penulis buku tersebut–karena buku ini ditulis based on true story of the writer himself. Dengan pemahaman seperti itu, maka tak mengejutkan jika si tokoh utama kemudian mengizinkan anaknya drop out. Dan yang mengejutkan adalah syarat yang dia berikan: kamu boleh berhenti sekolah, asalkan kamu berjanji untuk tidak pakai obat-obatan, tidak bekerja, dan menonton tiga film dalam seminggu bersama ayah.

Jesse, nama si anak, melompat girang mendapatkan tawaran ajaib ayahnya.
Maka dimulailah pendidikan tak wajar itu. David Gilmour yang seorang jurnalis dan kritikus film tentu saja tidak kerepotan untuk menemukan film dengan tema seperti yang dia ingin ajarkan. Hanya saja, jika kau pikir David ingin mengajarkan suatu pendidikan moral tertentu, atau ingin menularkan suatu semangat tertentu, agaknya kau salah. David lebih menekankan pada putranya untuk menyadari momen artistik terbaik dalam film ketimbang pada, “apa pesan moral yang kau tangkap dari film barusan, anakku?”

Bisa dibilang, cerita buku ini Continue reading “Ketika Sekolah Justru Mengubah Seorang Anak Menjadi Pribadi Licik dan Curang”

Posted in ehon, think

Lagu Menyedihkan untuk Pernikahan di Paciran

Malam ini melekan di acara persiapan pernikahan putri almarhum kakak ipar. Ini acara yang bersahaja dan mengharukan. Setidaknya bagiku. Mendiang kakak ipar sudah merencanakan hari ini dengan teliti dan penuh harapan. Akan tetapi, kau tahulah, manusia tak pernah punya wewenang untuk urusan hidup dan mati.

Tahun lalu, setelah semua perencanaan, lamaran, dan berbagai macam persiapan dirampungkan, kakak ipar menutup mata. Setelah Hasif, putraku, berumur 40 hari. Atau belum? Hff, aku selalu payah dalam mengingat.

Malam menjelang pernikahan, seharusnya menjadi malam yang heboh dengan kebahagiaan bukan? Memang harusnya begitu. Tapi, Paciran ini punya tradisi yang lihai membuat kita melow dan patah hati: mereka memeriahkan acara pernikahan dengan lagu-lagu Ida Laila. Ida Laila!

Aku tentu tak punya permusuhan pribadi dengan beliau. Sama sekali tidak. Aku tidak bisa memusuhi seniman yang dikagumi ibuku sendiri. Hanya saja, jika kau adalah seorang pendengar dangdut ulung seperti kami, kau pasti tahu Continue reading “Lagu Menyedihkan untuk Pernikahan di Paciran”