• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

  • buku terbit

    klik untuk menelusur

  • klik untuk menelusur

Menyikapi Perbedaan di Media Sosial

Dilihat dari sisi manapun, nama Aptuyu Whateverlah tidak pantas untuk ditambahi gelar profesor di depannya. Namun demikian, dilihat dari sisi manapun, kita tidak bisa menolak bahwa tak jarang pemilik nama Aptuyu itu mengeluarkan pendapat cerdas yang tak bisa ditolak kebenarannya. Seperti, suatu ketika dia berpendapat bahwa sebelum muncul penjual pentol di atas sepeda motor, pentol telah tercipta ratusan tahun lebih awal.

Kali ini, ada satu pendapatnya yang lain yang sangat penting untuk kita simak. Yaitu, jangan berdebat di media sosial. Tidak akan berakhir, tidak akan ada ujungnya. Media sosial paling pas untuk membaca dan belajar, lalu olah apa yang kau dapat dengan yang sudah kau pahami sebelumnya. Saring setiap info. Ambil jika benar, tinggalkan jika salah tanpa perlu menghina. Melakukan perdebatan di media sosial hanya akan membuat kelelahan dan membodohkan tanpa sadar. Sakit hati pula.

Dan, sebagai pegangan bagimu dalam menyikapi perbedaan yang kau temukan di media sosial, simak contoh sederhana ini:
4 + 5 = 9, itu sangat benar. Akan tetapi, sama juga dengan yang berikut ini:
6 + 3 = 9. Hanya karena orang lain melakukan sesuatu dengan berbeda bukan berarti mereka salah #arulight in reflection of #whateverlah

Let’s Establish a Relationship, Not an Ownership

Hubungan yang sehat tidak akan menuntutmu untuk membuang cita-citamu, tidak akan menuntutmu untuk mengorbankan harga dirimu dan tidak akan menuntutmu untuk menyingkirkan sahabatmu. Remember, you’re making a relationship, not an ownership. Ingat, kau sedang membina sebuah hubungan, bukannya membangun sebuah kepemilikan #arulight #special thanks to all Korean movies

Rengginang Bawean: Sebuah Sejarah Singkat

Ketika masih SD, aku menanyakan apa makanan favorit sahabat baikku, Jalil, dia menjawab, ‘rengginang.’ Aku tertawa mendengar jawabannya itu, juga merasa hampir tak percaya. Pada saat itu, ada sebuah snack yang sangat populer di kalangan anak-anak, namanya Tic Tic, dan kukatakan pada Jalil bahwa makanan kesukaanku adalah Tic Tic. ‘masih lebih enak rengginang,’ Jalil berusaha meyakinkanku. Tapi justru aku yang semakin heran padanya, bagaimana bisa ada anak SD yang tidak memfavoritkan Tic Tic? Dan sekarang, 18 tahun kemudian, aku sama sekali tidak merindukan Tic Tic tapi aku meranggas merindukan lezatnya rengginang Bawean.

Rengginang Bawean punya bentuk persegi panjang yang khas. Kalau kubilang sekarang, bentuknya persis seperti Android layar 5′. Ada dua macam rasa dan warna, Continue reading

Tips dan Panduan Bagaimana Mengelola Kegiatan Sebuah Klub Buku

10959649_1546360225619608_1730193605500282557_nBerikut adalah macam kegiatan yang bisa kau lakukan dengan klub bukumu. Untuk diketahui, walaupun tak satu pun tips di sini mendapatkan sertifikat dari Lembaga Kesejahteraan Alien Sagitarius, tapi semua tips di sini jelas bebas dari nikotin dan zat-zat adiktif berbahaya lainnya. Selamat mempelajari dan bersenang-senang dengan klub bukumu.
1. Sharing quote dengan mengutip dari buku yang sedang atau sudah dibaca. Setiap anggota secara bergiliran membacakan quote pilihannya (sesuaikan dengan jumlah peserta, jika banyak, maksimal dua quote perorang, jika sedikit boleh empat quote. Dan jika anggota klubnya hanya kamu seorang, boleh kamu baca seluruh isi buku dari halamn pertama sampai terakhir).

Quote itu harus benar-benar kau temukan sendiri, bukan hasil dari googling di internet atau mengutip dari bungkus paku yang kau beli di toko peralatan peti mati. Untuk itu, sesama peserta boleh bertanya apa saja yang berkenaan dengan quote yang dibacakan. Misal, Si A membaca sebuah quote yang bagus, lalu yang lain penasaran keadaan apa yang membuat tokoh dalam buku mengucapkan kalimat tersebut, maka itu boleh ditanyakan.

2. Sharing best moment of a book. Dalam buku yang kau baca, pasti ada bagian-bagian tertentu yang paling berkesan buatmu. Adegan atau suasana, atau deskripsi yang begitu mengena ke dalam hatimu. Nah, hal itu juga diberi waktu untuk disharing. Dan karena bagian ini bisa panjang, maka moment yang boleh disharing hanya satu moment saja. Bahkan, jika anggota klub banyak (di atas lima belas orang), untuk sharing best moment bisa ditunjuk bergilir tiap pertemuan tiga orang berkesempatan sharing moment terbaiknya. Untuk kegiatan ini, peserta boleh membaca isi buku atau menceritakan secara lisan—menggunakan bahasanya sendiri atau dari hafalan.

3. Berikutnya, sharing bacaan dan diskusi. Kegiatan ini bergilir dan hanya untuk Continue reading

Ayo Bikin Klub Buku: Panduan Membuat dan Mengisi Kegiatan Sebuah Klub Buku

???????????????????????????????????

Well, membaca diakui oleh semua orang dan lumba-lumba di seluruh dunia sebagai hobi yang kurang banyak peminatnya. Bandingkan dengan hobi sepak bola, shopping, atau main layang-layang, jumlah pemilik hobi membaca sama sekali tidak ada apa-apanya. Bahkan, sampai sekarang tercatat resmi bahwa tak ada satupun panda maupun kanguru yang hobi membaca. Hahaha. Nah, lantas bagaimana jika kamu seorang pelajar, bermimpi tentang masa depan yang gemilang, penuh ambisi untuk mengisi setiap waktu dengan manfaat, tapi kau ‘dikutuk’ sebagai pemilik hobi membaca? Apa yang harus kau lakukan karena menjadi pemilik hobi yang jarang peminatnya? Apakah dengan beralih ke hobi berburu paus karena kesepian tidak punya teman berbagi bacaan? Ah, jangan, itu ide yang buruk untuk berburu ikan paus. Saranku, jika kau ingin menjadi pembaca buku yang 85% lebih keren dari pembaca pada umunya, dirikanlah sebuah klub buku di sekolahmu! Berbeda dengan menjadi pemburu paus yang beresiko ditangkap lembaga perlindungan satwa langka, mendirikan klub buku seratus persen aman, terpuji, menyehatkan dan bebas nikotin. Mau tahu caranya?

Untuk membentuk sebuah klub buku di sekolah, atau di lingkungan RT, ada beberapa hal yang TIDAK KAU PERLUKAN, yaitu: senjata api, senjata tajam, bamboo runcing dan panci berbahan uranium. Kau sama sekali tidak perlu mengumpulkan barang-barang mematikan di atas untuk membentuk sebuah klub buku yang manis dan macho (ingat, macho, bukan maho). Kau juga tidak perlu SKCK polisi, surat ijin usaha Menteri Perindustrian dan Peranuan, surat cerai dari KUA atau tanda tangan dari mendiang presiden Mauritania. Nah, berikut ini yang perlu kau lakukan:

1. Temukan siapa saja pecinta buku di sekolahmu. Yup, kau tidak bisa membuat sebuah klub buku jika ketua, bendahara, sekretaris dan anggota hanya kamu saja.

Untuk menemukan sesama pecinta buku kau tidak usah ragu atau takut, yakinlah ada orang lain yang juga suka baca buku di tempatmu. Kadang kau merasa sebagai satu-satunya hanya karena kau belum menemukan orang lain yang melakukan hal serupa. Sebagai contoh, apa yang kau makan untuk sarapan? Nasi, bukan? Mungkin kamu mengira kamu satu-satunya yang makan nasi untuk sarapan, padahal, jika kau cukup berani untuk mengintip meja makan semua siswa di sekolahmu saat sarapan, kau akan menemukan 98% dari mereka juga makan nasi saat sarapan. Jadi, sebagai seorang pembaca buku yang bercita-cita menjadi ketua Asosiasi Tukang Becak Se-Saturnus, temukanlah pecinta buku lainnya di sekolahmu. Temukan dan selamatkan mereka dari bujukan hasrat menjadi pemburu paus separuh buaya (bagaimana cara mengetahui bahwa seseorang adalah pecinta buku? Pemilik hobi membaca? Tunggu tipsnya di artikel berikutnya berjudul: The Hobby: Five Armies Who Love Reading)

2. Setiap kali kau menemukan para pecinta buku, datangi dan ajak Continue reading

The Orchid Thief: Resensi Singkat Untuk Sebuah Buku Hebat

url

The Orchid Thief: Resensi Singkat Untuk Sebuah Buku Hebat
Judul Buku: Pencuri Anggrek
Penulis: Susan Orlean
Penerbit: Banana
Tahun Terbit: 2007
Penerjemah: Arief Ash Shiddiq
Tebal: 368 Halaman

“Banyak hal yang ia katakan bisa tampak menakjubkan, mengherankan, gila, atau musykil, tapi tidak satu kali pun mereka tampil membosankan (hal. 43)”

Ini adalah sebuah buku non fiksi tentang anggrek dan sihirnya, Florida dan rawa-rawa serta suku Indian Seminolenya, tentang kasus kriminal tanaman, tentang obsesi dan kegilaan, juga tentang sang pria tokoh utama yang tidak terlalu memenuhi setiap halaman buku. Pria itu bernama John Laroche, pria bukan Indian yang yakin dirinya masih juga keturunan ras Indian.

John Laroche adalah: “benar-benar bocah aneh.” Saat ia berusia sekitar sembilan atau sepuluh tahun, dia mendapat izin dari orang tuanya untuk memiliki hewan peliharaan. Laroche memutuskan untuk memiara kura-kura kecil. Lalu ia meminta sepuluh kura-kura kecil lagi. Lalu dia berkeputusan untuk mengembangbiakkan kura-kura dan mulai menjual pada anak-anak lainnya. Pada saat itu Laroche tidak bisa memikirkan apa-apa selain kura-kura dan yakin hidupnya akan hampa jika tidak dihabiskan untuk mengoleksi semua jenis kura-kura. Termasuk kura-kura Galapagos yang sebesar sofa.

John Laroche adalah pria aneh yang terjebak kasus criminal bunga anggrek langka dan dilindungi pemerintah yang telah menarik wartawati Susan Orlean untuk menulis kisah ini. Sebeum pada usia tiga puluhan dia menjadi penggila bunga anggrek, Laroche telah gila pada banyak ha sebelumnyal dan selalu menjadi obsesi. Dia pernah gila pada fosil jaman es, gila mengkoleksi cermin kuno, gila pada pemolesan permata. Hasratnya itu datang seketika dan memupus seketika pula pada kegemaran sebelumnya. Artinya, pun bisa hilang seketika pula.

Kisah dimulai dengan memeperkenalkan pembaca pada John Laroche, lalu pada persidangan yang memperkarakan Laroche bersama tiga orang Indian Seminole atas tindak pemindahan (= pencurian) anggrek hantu (ya, kau tak salah baca, anggrek hantu, bukan anggrek hutan) yang dilindungi pemerintah negara bagian Florida dari taman nasional Fakahatchee. Dan selanjutnya, buku setebal 368 halaman ini mengajak pembacanya berkelana, tersesat, terpukau, ngeri, dan geram menyaksikan bagaimana kehidupan orang-orang di sekitar anggrek. Pembaca juga akan dibuat tak habis pikir mengetahui betapa tanaman anggrek telah membentuk beberapa bagian dari sejarah dunia.
***

“Sebuah taksiran menyatakan bahwa anggrek mungkin berkembang di tanah yang secara alami teradiasi oleh meteor atau endapan mineral,dan bahwa radiasi itulah yang telah memutasi mereka menjadi ribuan bentuk yang memesona (hal 60)”

Bunga anggrek untuk pertama kalinya kukenali lewat buku ini, sebelumnya aku hanya sekedar pernah Continue reading

Motivasi dan Inspirasi Pelajar: Tips Menemukan Cita-Cita Dan Pekerjaan Masa Depan Yang Menyenangkan

Berbagai Keajaiban dalam Hidup, buku kedua Arul Chandrana

Berbagai Keajaiban dalam Hidup, buku kedua Arul Chandrana

Semakin awal seseorang mempersiapkan hari esok, semaiun besar kemungkinan baginya untuk meraih apa yang dia inginkan untuk masa depannya. Itu adalah rumus untuk memastikan 90% kemungkinan berhasil untuk masa depan impianmu.

Gambaran sederhanya, ada dua orang, Si A dan B, yang ingin menonton serial Masha and The Bear terbaru nanti malam. Pada siang yang sama, Si A pergi ke warnet untuk mendownload, sedangkan si B pergi ke rumah temannya untuk nongkrong. Kedua orang ini sama-sama tidak punya laptop, maka siangnya Si A meminjam laptop tetangganya yang sudah terkenal baik hati, Si B ikut temannya jalan-jalan ke mall. Sore harinya, Si A mengerjakan semua PR untuk besok di kamarnya, sementara si B, melewati sore harinya dengan fesbukan – twitteran. Pertanyannya, malam itu, siapa yang memiliki 90% kemungkinan untuk menonton serial terbaru Masha and The Bear? Dengan segala persiapan dan usaha, kemungkinan terbesar tentu milik Si A. gambaran ini bisa kau kembangkan pada kegiatan-kegiatan yang lebih besar dan penting. Seperti dalam menghadapi ulangan, ujian masuk, seleksi, dll. Rumus yang sama berlaku pula untuk mempersiapkan masa depanmu.

Tapi kemudian muncul pertanyaan yang ternyata diajukan oleh banyak remaja / pemuda yang sempat berbincang denganku. Pertanyaan itu terdengar sederhana tapi diam-diam berbahaya. Pertanyaan itu mengisyaratkan ketidaksiapan dan keraguan. Jika ini terus berlangsung, maka yang terjadi adalah munculnya suatu generasi di masa depan yang mana masa depannya bergentayangan dalam bentuk yang tak jelas dan membuat manusianya tertekan, depresi dan tidak puas. Pertanyaan mengerikan tersebut adalah, “saya tidak tahu apa cita-cita saya. Saya tidak tahu mau menjadi apa. Bagaimana caranya agar saya tahu apa yang harus saya kejar? Apa yang harus saya perjuangkan?” tapi mereka yang berani mengajukan pertanyaan itu jauh lebih baik daripada mereka yang diam tak peduli sama sekali.

Nah, sekarang, aku akan membeberkan padamu sebuah cara sederhana untuk memastikan / menentukan apa yang seharusnya menjadi cita-citamu. Ingat, untuk menentukan cita-cita ini kau tidak perlu Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 29 other followers