Posted in sastra

Surat Embun

Dulu aku pernah berkirim surat padamu
Dalam kertas penuh embun
Kulayangkan seiring angin menderu
Kupikir dia sampai ke alamatmu
Walau saat itu matahari belum pun bercahaya
Dan bulan pun sangkut di daun kamboja
Kupikir dia sampai padamu
Atau setidaknya aku belajar percaya ia sampai padamu

Surat itu, basah oleh embun yang terkumpul di tepi sungai
Tintanya mungkin agak memudar
Tapi sudah lama kita tahu kau bisa membaca walau tanpa sinar
Sehingga harusnya kini kau paham setiap kabar
Bahwa di balik tirai jendelaku
Aku masih melukis apa yang dulu kau percayakan padaku

Aku telah mengirimkanmu surat itu
Tanpa namaku, tanpa alamatku
Bukankah kau selalu mengenaliku bukan dari apa yang dikenal orang tentangku?
Surat itu harusnya sampai padamu
Sebelum embun mengering di tiap rumput dan daun
Harusnya sudah kau baca surat itu
Bahkan sebelum semua orang bisa melihat dari cahaya lukamu

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

One thought on “Surat Embun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s