Posted in ehon, nebula, think

Ketika orang lain bersalah, kau pun bisa bersalah karena kau juga orang

Ketika tidak ada lagi yang menegurmu, itulah saatnya kau harus mengkhawatirkan dirimu.

***
Ada beberapa alasan mengapa orang tidak lagi menegur kita, di antaranya:

1. Orang sudah putus asa. Orang-orang menganggap kita tidak akan pernah berubah tak peduli betapa pun mereka menegur kita.

2. Orang menganggap kita bukan pribadi yang bisa menerima koreksi. Bukankah sering kita temukan orang-orang yang ketika diberi nasihat justru ‘ngajak bertengkar’ orang yang menasihati? Nah, yang juga sering terjadi, kita tidak menyadari bahwa kita pun termasuk golongan orang tersebut.

3. Karena itu orang tidak ingin menimbulkan masalah baru. Menyadari bahwa si fulan salah adalah masalah nomor satu. Dan jika menegur si fulan hanya akan membuatnya marah, itu adalah masalah nomor dua. Daripada hanya memperbanyak masalah, lebih baik diam saja.
Kadangkala, kita adalah Continue reading “Ketika orang lain bersalah, kau pun bisa bersalah karena kau juga orang”

Advertisements
Posted in Teaching, think

11 HAL YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENJADI PENDIDIK HEBAT

1. Ubah pola berfikir anda:  pembelajaran bukan tentang bagaimana guru mengajar tapi bagaimana siswa itu dapat belajar
2. Jangan hanya pelajari materi pembelajaran tetapi pelajari pula tingkah laku anak didik anda,
3. Sampaikan tidak hanya dengan lisan tapi gunakan seluruh anggota tubuh untuk berkomunikasi kepada Siswa
4. Tunjukkan kepada siswa pentingnya belajar dimanapun dan  kapanpun juga. (Belajar tidak hanya di Sekolah saja)
5. Pastikan anda sudah mengaktifkan potensi VAK (visual, auditori, kinestetik) ke semua siswa
6. “Hukum durasi 20-30 menit” (sesuai penelitian siswa hanya mampu bertahan konsentrasi 20-30 menit, maka variasikan kegiatan belajar mengajar anda setiap 20-30 menit)
7. Lakukan dialog bukan monolog,
8. Ajukan pertanyaan yg tepat kepada siswa Continue reading “11 HAL YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENJADI PENDIDIK HEBAT”

Posted in baweanologi, think

Lagu Hari Raya dari Bawean

Gudhur gudhur are rajo, negghuk dhudhul kadulajo 
Tabuh bedug hari raya, pegang dodol dua tangan #lagu tradisional Bawean saat hari raya.

Yah, kalau diterjemahkan kedengarannya memang agak angghol (janggal), tapi memang bukan hanya makna itu yang ingin diraih lagu tradisional tadi.

Lagu hari raya tersebut (menurut hemat saya) lebih menekankan pada liriknya yang berirama dan nadanya yang riang gembira. Kau harus dengar sendiri untuk tahu betapa heboh kami menyanyikan lagu tersebut.

Sedangkan dari segi makna lirik, lagu tadi menyiratkan beberapa tradisi hari raya (khususnya idul adha) di Bawean. Pertama, di Bawean hari raya dimeriahkan dengan seni tabuh bedug–selain takbiran. Anak-anak akan bergerombol datang ke masjid, sebagian menyerbu mikrofon (dan hanya untuk dua kali dalam setahun) mendapatkan kebebasan tak terbatas menggunakan mikrofon masjid. Mereka kelompok pelantun takbiran. Sebagian yang lain, lari ke teras masjid, menuju tempat di mana bedug besar kulit sapi digantung gagah. Mereka para penabuh bedug.

Tabuhan bedug hari raya berbeda dengan tabuhan bedug sholat–bahkan sholat lima waktu pun punya variasi bedugnya tersendiri. Tabuhan bedug hari raya memiliki ritme bertalu-talu dan seakan tak memberi kesempatan untuk melamun. Energi, semangat, kegembiraan dan kemerdekaan semuanya mengalir dalam hantaman demi hantaman yang dilesakkan berirama.

Jangan anggap kegiatan menabuh bedug sebagai hal yang remeh. Sebagaimana Continue reading “Lagu Hari Raya dari Bawean”

Posted in sastra, think

Ketika Sekolah Justru Mengubah Seorang Anak Menjadi Pribadi Licik dan Curang

THE FILM CLUB
Buku yang akan kita obrolkan adalah The Film Club (Klub Film) karya David Gilmour, seorang penulis Kanada. Untuk memberikan gambaran tentang buku ini, akan aku kutip salah satu bagian kesukaanku guna mengawali tulisan ini: Boleh dibilang, sekolah telah menjadikannya seorang pembohong dan orang yang licik. (hal. 3)

Yap, itulah yang dikatakan tokoh utama novel tersebut tentang sekolah, dan itu pulalah pendapat si penulis buku tersebut–karena buku ini ditulis based on true story of the writer himself. Dengan pemahaman seperti itu, maka tak mengejutkan jika si tokoh utama kemudian mengizinkan anaknya drop out. Dan yang mengejutkan adalah syarat yang dia berikan: kamu boleh berhenti sekolah, asalkan kamu berjanji untuk tidak pakai obat-obatan, tidak bekerja, dan menonton tiga film dalam seminggu bersama ayah.

Jesse, nama si anak, melompat girang mendapatkan tawaran ajaib ayahnya.
Maka dimulailah pendidikan tak wajar itu. David Gilmour yang seorang jurnalis dan kritikus film tentu saja tidak kerepotan untuk menemukan film dengan tema seperti yang dia ingin ajarkan. Hanya saja, jika kau pikir David ingin mengajarkan suatu pendidikan moral tertentu, atau ingin menularkan suatu semangat tertentu, agaknya kau salah. David lebih menekankan pada putranya untuk menyadari momen artistik terbaik dalam film ketimbang pada, “apa pesan moral yang kau tangkap dari film barusan, anakku?”

Bisa dibilang, cerita buku ini Continue reading “Ketika Sekolah Justru Mengubah Seorang Anak Menjadi Pribadi Licik dan Curang”

Posted in ehon, think

Lagu Menyedihkan untuk Pernikahan di Paciran

Malam ini melekan di acara persiapan pernikahan putri almarhum kakak ipar. Ini acara yang bersahaja dan mengharukan. Setidaknya bagiku. Mendiang kakak ipar sudah merencanakan hari ini dengan teliti dan penuh harapan. Akan tetapi, kau tahulah, manusia tak pernah punya wewenang untuk urusan hidup dan mati.

Tahun lalu, setelah semua perencanaan, lamaran, dan berbagai macam persiapan dirampungkan, kakak ipar menutup mata. Setelah Hasif, putraku, berumur 40 hari. Atau belum? Hff, aku selalu payah dalam mengingat.

Malam menjelang pernikahan, seharusnya menjadi malam yang heboh dengan kebahagiaan bukan? Memang harusnya begitu. Tapi, Paciran ini punya tradisi yang lihai membuat kita melow dan patah hati: mereka memeriahkan acara pernikahan dengan lagu-lagu Ida Laila. Ida Laila!

Aku tentu tak punya permusuhan pribadi dengan beliau. Sama sekali tidak. Aku tidak bisa memusuhi seniman yang dikagumi ibuku sendiri. Hanya saja, jika kau adalah seorang pendengar dangdut ulung seperti kami, kau pasti tahu Continue reading “Lagu Menyedihkan untuk Pernikahan di Paciran”

Posted in ehon, think

Galang Bantuan Lewat Atmago

Atmago adalah sebuah social media yang hadir untuk menjadi wahana solusi bagi persoalan masyarakat. Sudah beberapa tahun ini saya menggunakan Atmago, tepatnya sejak Juni 2015 lalu. Awalnya saya menganggap Atmago tidak ada bedanya dengan media sosial lainnya, di mana kita daftar, lalu punya akun, dan mulailah posting-posting tulisan; tulisan apa saja.

Tapi tidak, Atmago berbeda dari medsos yang lain.

Atmago menempatkan dirinya sebagai sarana berbagi—khususnya informasi—untuk sesama pengguna. Di sini setiap tulisan pengguna dikelompokkan sesuai beberapa kategori, seperti lokasi kejadian, karir, solusi, laporan masalah dan jual beli. Sehingga jika kita ingin tahu ada berita apa saja di—sebagai contoh—Jakarta Selatan, maka kita klik saja tombol Jakarta Selatan dan muncullah semua berita yang berlokasi di Jakarta selatan di layar ponsel kita. Dengan cara ini, motto Atmago “Warga Bantu Warga” benar-benar terlaksana dengan baik. Para pengguna dianjurkan untuk memberi kontribusi sebanyak dan sebaik mungkin untuk lingkungannya.

Di Atmago kita tidak menulis puisi, cerpen, ungkapan perasaan, kemarahan, apalagi cacian. Para pengguna menulis apa saja yang bermanfaat bagi lingkungannya—atau bagi siapa pun yang mengakses Atmago. Di sini kita bisa melaporkan masalah, berbagi solusi, mengabarkan informasi lowongan pekerjaan, juga bisa melakukan jual beli. Dari pengalaman saya pribadi, saya menggunakan Atmago untuk melakukan penggalangan dana untuk tetangga yang ditimpa musibah.

Pada bulan Februari lalu salah satu tetangga saya ditimpa musibah. Pak Muslimin, nama korban, tenggelam di laut saat Continue reading “Galang Bantuan Lewat Atmago”

Posted in think

Begini Cara Orangtua Mengajarkan Keburukan pada Anaknya 

Tidak ada orangtua yang mengajarkan anaknya agar menjadi buruk. Tidak ada orangtua yang menyuruh anaknya memukul anak orang lain, atau menasihati anaknya agar mengambil uang temannya, atau mengajarkan kata-kata umpatan. Orangtua tidak mengajarkan hal-hal buruk sebagaimana mereka mengajarkan baca tulis atau mengajarkan doa-doa harian. Walaupun begitu, orangtua terbukti benar-benar mengajarkan Keburukan pada anak-anaknya.

Cara mengajarkan keburukan dilakukan dengan sangat terselubung, sadar, di depan mata, dan berbalut dalih kasih sayang. Saya curiga, mungkin hampir semua orangtua pernah mengajarkan keburukan tersebut. Pembaca tulisan ini pasti ada yang membatin, ‘aku tidak pernah melakukan apa yang kau sangkakan,’

Bisa jadi Anda benar, bisa jadi Anda pernah tapi sampai sekarang belum sadar. Maka, seperti apakah pembelajaran keburukan tersebut?
Ketika anak Anda berteriak-teriak kepada saudara atau neneknya dan Anda diam saja, Anda sedang mengajarkan cara bicara tidak sopan pada anak Anda.

Ketika Anda sering mengerjakan PR sekolah anak Anda, saat itulah Anda telah mendidiknya untuk berbuat curang.

Ketika Anda membela Continue reading “Begini Cara Orangtua Mengajarkan Keburukan pada Anaknya “

Posted in sastra, think

Kelas Multiple Intelligence: Sebuah Kisah Inspirasi Pendidikan

image

Pak Amar adalah seorang pengajar muda dengan pemahaman pendidikan modern yang kuat. Beliau memandang setiap anak adalah cerdas, ada yang cerdas kinesthetic, cerdas bahasa, cerdas sosial, cerdas spiritual, cerdas matematika, cerdas musik, dan sebagainya. Karena itu, Pak Amar selalu berusaha membantu melejitkan potensi-potensi tersebut.

Saat mengajar Bahasa Inggris, kepada siswa yang cenderung kinesthetic, Pak Amar menyuruh mereka lari keliling lapangan sambil baca buku. Siswa yang cerdas linguistik belajar dengan mengumbar rayuan gombal dalam Bahasa Inggris di depan pohon manggis sampai si pohon menangis. Siswa yang

Continue reading “Kelas Multiple Intelligence: Sebuah Kisah Inspirasi Pendidikan”

Posted in sastra, think

Asal Usul Dongeng Kelinci Balapan dengan Kura-kura

image

Kita yang pernah nonton serial kartun Malaysia Pada Zaman Dahulu, atau serial Upin – Ipin, pastinya pernah sekali menonton episode kelinci balapan dengan kura-kura. Ketika saya tanyakan pada murid di sekolah dari mana asal mula kisah tersebut, mereka menjawab: dari Upin – Ipin! Lalu yang lain mengoreksi, dari Pada Zaman Dahulu. Dan beberapa orang meluruskan, dari Malaysia, Pak.

Aku tersenyum, lalu kujawab, “anak-anak, bahkan ketika saya masih SD di Bawean dulu, ibu saya sudah mendongeng kisah ini. Dalam bahasa Bawean kura-kura adalah kotempa. Dan saya sangat yakin kisah ini aslinya dari Indonesia.”

Anak-anak ber-Ooo panjang. Dan jawaban kami semua salah.
***

Kisah kelinci balapan dengan kura-kura adalah kisah yang sangat terkenal, bukan hanya di rumpun bangsa Melayu, tapi juga di seluruh dunia. Ada banyak lukisan dan patung atau pun pahatan yang menceritakan kisah tersebut. Termasuk juga film kartun buatan Disney.

Lalu, dari mana asal cerita tersebut? Jawabannya, dari Yunani Kuno. Kau pasti heran, seperti juga aku. Selama ini kita mengenal Yunani kuno sebagai sumber kisah Zeus dan semacamnya, tapi bukan kisah fable semacam
Continue reading “Asal Usul Dongeng Kelinci Balapan dengan Kura-kura”

Posted in ehon, think

Dia Pergi Melaut dan Tak Pernah Kembali, Sebuah Kisah Nyata

image

Ini kisah tetanggaku, Pak Muslimin, seorang pelaut dengan dua anak balita dan seorang istri yang sedang hamil tua. Pelaut yang karena desakan kebutuhan rumah tangga memutuskan pergi berlayar di awal-awal bulan Februari tempo hari, pada saat angin dan hujan menerjang pantai utara Jawa bagai bencana, dan bencana memang yang terjadi. Perahu nelayan berpenumpang lima orang itu karam ditikam gelombang. Tiga orang selamat, dua tenggelam dan sampai hari ini masih hilang, Pak Muslimin dan ayah kandungnya.
***

Keluarga Pak Muslimin terdiri dari seorang istri, anak pertama perempuan berusia 5 tahun, dan anak kedua perempuan berusia 2 tahun 3 bulan. Istrinya sendiri sedang hamil 7 bulan.

Sehari-hari, selain sebagai nelayan, Pak Muslimin juga jualan air dan ikut mengurusi musholla yang ada di lingkungan kami. Beliau sering adzan di sana. Beliau juga tak segan Continue reading “Dia Pergi Melaut dan Tak Pernah Kembali, Sebuah Kisah Nyata”