• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Galang Bantuan Lewat Atmago

Atmago adalah sebuah social media yang hadir untuk menjadi wahana solusi bagi persoalan masyarakat. Sudah beberapa tahun ini saya menggunakan Atmago, tepatnya sejak Juni 2015 lalu. Awalnya saya menganggap Atmago tidak ada bedanya dengan media sosial lainnya, di mana kita daftar, lalu punya akun, dan mulailah posting-posting tulisan; tulisan apa saja.

Tapi tidak, Atmago berbeda dari medsos yang lain.

Atmago menempatkan dirinya sebagai sarana berbagi—khususnya informasi—untuk sesama pengguna. Di sini setiap tulisan pengguna dikelompokkan sesuai beberapa kategori, seperti lokasi kejadian, karir, solusi, laporan masalah dan jual beli. Sehingga jika kita ingin tahu ada berita apa saja di—sebagai contoh—Jakarta Selatan, maka kita klik saja tombol Jakarta Selatan dan muncullah semua berita yang berlokasi di Jakarta selatan di layar ponsel kita. Dengan cara ini, motto Atmago “Warga Bantu Warga” benar-benar terlaksana dengan baik. Para pengguna dianjurkan untuk memberi kontribusi sebanyak dan sebaik mungkin untuk lingkungannya.

Di Atmago kita tidak menulis puisi, cerpen, ungkapan perasaan, kemarahan, apalagi cacian. Para pengguna menulis apa saja yang bermanfaat bagi lingkungannya—atau bagi siapa pun yang mengakses Atmago. Di sini kita bisa melaporkan masalah, berbagi solusi, mengabarkan informasi lowongan pekerjaan, juga bisa melakukan jual beli. Dari pengalaman saya pribadi, saya menggunakan Atmago untuk melakukan penggalangan dana untuk tetangga yang ditimpa musibah.

Pada bulan Februari lalu salah satu tetangga saya ditimpa musibah. Pak Muslimin, nama korban, tenggelam di laut saat Continue reading

Begini Cara Orangtua Mengajarkan Keburukan pada Anaknya 

Tidak ada orangtua yang mengajarkan anaknya agar menjadi buruk. Tidak ada orangtua yang menyuruh anaknya memukul anak orang lain, atau menasihati anaknya agar mengambil uang temannya, atau mengajarkan kata-kata umpatan. Orangtua tidak mengajarkan hal-hal buruk sebagaimana mereka mengajarkan baca tulis atau mengajarkan doa-doa harian. Walaupun begitu, orangtua terbukti benar-benar mengajarkan Keburukan pada anak-anaknya.

Cara mengajarkan keburukan dilakukan dengan sangat terselubung, sadar, di depan mata, dan berbalut dalih kasih sayang. Saya curiga, mungkin hampir semua orangtua pernah mengajarkan keburukan tersebut. Pembaca tulisan ini pasti ada yang membatin, ‘aku tidak pernah melakukan apa yang kau sangkakan,’

Bisa jadi Anda benar, bisa jadi Anda pernah tapi sampai sekarang belum sadar. Maka, seperti apakah pembelajaran keburukan tersebut?
Ketika anak Anda berteriak-teriak kepada saudara atau neneknya dan Anda diam saja, Anda sedang mengajarkan cara bicara tidak sopan pada anak Anda.

Ketika Anda sering mengerjakan PR sekolah anak Anda, saat itulah Anda telah mendidiknya untuk berbuat curang.

Ketika Anda membela <! – – more – – >anak Anda yang bersalah, Anda telah mengajarkan padanya bahwa kebenaran tidak ada harganya di depan kekuasaan.

Ketika Anda membiarkan anak Anda menyisakan makanannya, Anda sedang berkata padanya bahwa hidup boros adalah perbuatan yang sah-sah saja.

Ketika anak Anda merampas mainan temannya dan Anda membiarkan saja karena Anda berniat mengembalikan lagi mainan tersebut, Anda telah membuat anak Anda percaya bahwa merampas adalah perbuatan tak salah.

Ketika anak Anda menangis meraung-raung sambil melempar barang dan mendiamkan saja, Anda telah mengizinkannya untuk mengamuk di lain tempat pada waktu berbeda.

Ketika anak Anda memukul temannya dan Anda HANYA melotot pada anak Anda sebagai peringatan, Anda telah menunjukkan padanya bahwa menyakiti orang lain tidak akan membawa masalah.

Sekarang katakan padaku, keburukan mana yang sudah Anda ajarkan pada anak-anak?

Ketika anak Anda bersalah pada orang lain dan Anda tidak memaksanya meminta maaf, tapi justru HANYA Anda yang meminta maaf, Anda telah mendidik anak Anda untuk menjadi pengecut tidak bertanggung jawab.

Ketika anak Anda senantiasa mendapatkan yang dia inginkan hanya dengan merengek menangis di lantai, Anda telah mengajarkan sikap hidup cengeng dan malas berusaha dengan benar.

Ketika anak Anda tidak mematuhi neneknya dan Anda diam saja, Anda sedang mempersiapkan anak yang akan kurang ajar kepada diri Anda sendiri kelak di masa depan.

Ketika seorang ibu sering berteriak-teriak di rumah, jangan heran, Anda akan mendapatkan seisi rumah menjadi para peneriak.

Ketika seorang ayah diam saja melihat seisi rumahnya berkomunikasi dengan teriakan, dia telah mewujudkan rumah tangga paling bising di dunia.

***
Tindakan kita adalah sesungguhnya pembelajaran kepada anak-anak kita. Apa yang kita nasihatkan, yang kita perintahkan, seringkali dilupakan. Tapi apa yang kita lakukan, pembiaran maupun contoh perbuatan, justru akan menjadi pendidikan yang berkesan.

Pembiaran terhadap setiap perbuatan buruk adalah pengajaran buruk, ingat-ingatlah
#arulight

Kelas Multiple Intelligence: Sebuah Kisah Inspirasi Pendidikan

image

Pak Amar adalah seorang pengajar muda dengan pemahaman pendidikan modern yang kuat. Beliau memandang setiap anak adalah cerdas, ada yang cerdas kinesthetic, cerdas bahasa, cerdas sosial, cerdas spiritual, cerdas matematika, cerdas musik, dan sebagainya. Karena itu, Pak Amar selalu berusaha membantu melejitkan potensi-potensi tersebut.

Saat mengajar Bahasa Inggris, kepada siswa yang cenderung kinesthetic, Pak Amar menyuruh mereka lari keliling lapangan sambil baca buku. Siswa yang cerdas linguistik belajar dengan mengumbar rayuan gombal dalam Bahasa Inggris di depan pohon manggis sampai si pohon menangis. Siswa yang

Continue reading

Asal Usul Dongeng Kelinci Balapan dengan Kura-kura

image

Kita yang pernah nonton serial kartun Malaysia Pada Zaman Dahulu, atau serial Upin – Ipin, pastinya pernah sekali menonton episode kelinci balapan dengan kura-kura. Ketika saya tanyakan pada murid di sekolah dari mana asal mula kisah tersebut, mereka menjawab: dari Upin – Ipin! Lalu yang lain mengoreksi, dari Pada Zaman Dahulu. Dan beberapa orang meluruskan, dari Malaysia, Pak.

Aku tersenyum, lalu kujawab, “anak-anak, bahkan ketika saya masih SD di Bawean dulu, ibu saya sudah mendongeng kisah ini. Dalam bahasa Bawean kura-kura adalah kotempa. Dan saya sangat yakin kisah ini aslinya dari Indonesia.”

Anak-anak ber-Ooo panjang. Dan jawaban kami semua salah.
***

Kisah kelinci balapan dengan kura-kura adalah kisah yang sangat terkenal, bukan hanya di rumpun bangsa Melayu, tapi juga di seluruh dunia. Ada banyak lukisan dan patung atau pun pahatan yang menceritakan kisah tersebut. Termasuk juga film kartun buatan Disney.

Lalu, dari mana asal cerita tersebut? Jawabannya, dari Yunani Kuno. Kau pasti heran, seperti juga aku. Selama ini kita mengenal Yunani kuno sebagai sumber kisah Zeus dan semacamnya, tapi bukan kisah fable semacam
Continue reading

Dia Pergi Melaut dan Tak Pernah Kembali, Sebuah Kisah Nyata

image

Ini kisah tetanggaku, Pak Muslimin, seorang pelaut dengan dua anak balita dan seorang istri yang sedang hamil tua. Pelaut yang karena desakan kebutuhan rumah tangga memutuskan pergi berlayar di awal-awal bulan Februari tempo hari, pada saat angin dan hujan menerjang pantai utara Jawa bagai bencana, dan bencana memang yang terjadi. Perahu nelayan berpenumpang lima orang itu karam ditikam gelombang. Tiga orang selamat, dua tenggelam dan sampai hari ini masih hilang, Pak Muslimin dan ayah kandungnya.
***

Keluarga Pak Muslimin terdiri dari seorang istri, anak pertama perempuan berusia 5 tahun, dan anak kedua perempuan berusia 2 tahun 3 bulan. Istrinya sendiri sedang hamil 7 bulan.

Sehari-hari, selain sebagai nelayan, Pak Muslimin juga jualan air dan ikut mengurusi musholla yang ada di lingkungan kami. Beliau sering adzan di sana. Beliau juga tak segan Continue reading

Kanguru dan Kesalahpahaman Antar Bangsa

image

Abad ke 17, pertama kali bangsa Inggris menapakkan kaki di benua Australia, di bawah pimpinan Kapten James Cook.

Di pantai, sang kapten bersama awak kapalnya dikerubungi orang-orang Aborigin yang penasaran. Itu pertama kali bagi penduduk asli benua muda melihat manusia dari ras berbeda dengan warna kulit yang juga berbeda. Bagi Kapten Cook dan kelasinya, jelas ini bukan pertama kalinya mereka melihat orang-orang berkulit gelap, tapi ini pertama kali bagi mereka menyaksikan hewan ajaib benua Australia.

Di pantai itu, para pelaut Eropa melihat untuk kali pertama hewan berekor panjang, berdiri di atas dua kaki, memiliki semacam dua tangan dan sebuah kantong di perutnya.

“What is that?” tanya para pelaut kulit putih. Continue reading

Kisah Motivasi Pelajar: Jangan Bersaing Dengan Yang Sepadan

image

Madara Uchiha vs Ganda Campuran

Mereka berdua muridku tiga tahun yang lalu. Yang pertama namanya Amir, tapi kami lebih suka memanggilnya Madara Uchiha. Dia mendapatkan panggilan shinobi seperti itu karena salah satu matanya qrwet+zgort/65kpy$@#99=jrwot825 sehingga selalu tampak qreit+drweq563=*/$$@9, dan tanpa ada yang tahu kapan dimulainya, dia sudah ramai dipanggil Madara Uchiha.

Yang kedua namanya Ganda Setiawan, hanya saja, alangkah klise memanggil anak muda di era android dengan sebutan gan-da-se-ti-ya-wan. Dia butuh panggilan yang lebih energik, yang lebih bernuansa perjuangan, yang menjadi lambang kesuksesan Indonesia di ajang Olimpiade… Dan dia pun mulai dipanggil Ganda Campuran, persis seperti ganda campuran dalam pertandingan bulu tangkis.

Apa yang menarik dari Madara Uchiha dan Ganda Campuran? Yaitu fakta bahwa saat mereka memasuki semester kedua kelas 9 SMP, dua orang berbeda dimensi itu bersepakat mengadakan pertarungan.

Secara akademik, Madara Uchiha termasuk anak yang Continue reading