Posted in sastra

Dapatkan Buku Gratis dari Perpusnas Indonesia

Untuk teman-teman yang aktif di komunitas masyarakat, Perpustakaan Nasional RI memberikan bantuan buku sebanyak 1 paket. Terdiri dari 250 judul buku dan 500 eksemplar. Ditunggu proposalnya.
Surat dan Proposal ditujukan kepada

Alamat             :Kepala Perpustakaan Nasional RI. Jl. Salemba Raya No. 28-A, Jakarta Pusat

Telepon            : Continue reading “Dapatkan Buku Gratis dari Perpusnas Indonesia”

Advertisements
Posted in sastra, think

Ketika Sekolah Justru Mengubah Seorang Anak Menjadi Pribadi Licik dan Curang

THE FILM CLUB
Buku yang akan kita obrolkan adalah The Film Club (Klub Film) karya David Gilmour, seorang penulis Kanada. Untuk memberikan gambaran tentang buku ini, akan aku kutip salah satu bagian kesukaanku guna mengawali tulisan ini: Boleh dibilang, sekolah telah menjadikannya seorang pembohong dan orang yang licik. (hal. 3)

Yap, itulah yang dikatakan tokoh utama novel tersebut tentang sekolah, dan itu pulalah pendapat si penulis buku tersebut–karena buku ini ditulis based on true story of the writer himself. Dengan pemahaman seperti itu, maka tak mengejutkan jika si tokoh utama kemudian mengizinkan anaknya drop out. Dan yang mengejutkan adalah syarat yang dia berikan: kamu boleh berhenti sekolah, asalkan kamu berjanji untuk tidak pakai obat-obatan, tidak bekerja, dan menonton tiga film dalam seminggu bersama ayah.

Jesse, nama si anak, melompat girang mendapatkan tawaran ajaib ayahnya.
Maka dimulailah pendidikan tak wajar itu. David Gilmour yang seorang jurnalis dan kritikus film tentu saja tidak kerepotan untuk menemukan film dengan tema seperti yang dia ingin ajarkan. Hanya saja, jika kau pikir David ingin mengajarkan suatu pendidikan moral tertentu, atau ingin menularkan suatu semangat tertentu, agaknya kau salah. David lebih menekankan pada putranya untuk menyadari momen artistik terbaik dalam film ketimbang pada, “apa pesan moral yang kau tangkap dari film barusan, anakku?”

Bisa dibilang, cerita buku ini Continue reading “Ketika Sekolah Justru Mengubah Seorang Anak Menjadi Pribadi Licik dan Curang”

Posted in sastra, think

Kelas Multiple Intelligence: Sebuah Kisah Inspirasi Pendidikan

image

Pak Amar adalah seorang pengajar muda dengan pemahaman pendidikan modern yang kuat. Beliau memandang setiap anak adalah cerdas, ada yang cerdas kinesthetic, cerdas bahasa, cerdas sosial, cerdas spiritual, cerdas matematika, cerdas musik, dan sebagainya. Karena itu, Pak Amar selalu berusaha membantu melejitkan potensi-potensi tersebut.

Saat mengajar Bahasa Inggris, kepada siswa yang cenderung kinesthetic, Pak Amar menyuruh mereka lari keliling lapangan sambil baca buku. Siswa yang cerdas linguistik belajar dengan mengumbar rayuan gombal dalam Bahasa Inggris di depan pohon manggis sampai si pohon menangis. Siswa yang

Continue reading “Kelas Multiple Intelligence: Sebuah Kisah Inspirasi Pendidikan”

Posted in sastra, think

Asal Usul Dongeng Kelinci Balapan dengan Kura-kura

image

Kita yang pernah nonton serial kartun Malaysia Pada Zaman Dahulu, atau serial Upin – Ipin, pastinya pernah sekali menonton episode kelinci balapan dengan kura-kura. Ketika saya tanyakan pada murid di sekolah dari mana asal mula kisah tersebut, mereka menjawab: dari Upin – Ipin! Lalu yang lain mengoreksi, dari Pada Zaman Dahulu. Dan beberapa orang meluruskan, dari Malaysia, Pak.

Aku tersenyum, lalu kujawab, “anak-anak, bahkan ketika saya masih SD di Bawean dulu, ibu saya sudah mendongeng kisah ini. Dalam bahasa Bawean kura-kura adalah kotempa. Dan saya sangat yakin kisah ini aslinya dari Indonesia.”

Anak-anak ber-Ooo panjang. Dan jawaban kami semua salah.
***

Kisah kelinci balapan dengan kura-kura adalah kisah yang sangat terkenal, bukan hanya di rumpun bangsa Melayu, tapi juga di seluruh dunia. Ada banyak lukisan dan patung atau pun pahatan yang menceritakan kisah tersebut. Termasuk juga film kartun buatan Disney.

Lalu, dari mana asal cerita tersebut? Jawabannya, dari Yunani Kuno. Kau pasti heran, seperti juga aku. Selama ini kita mengenal Yunani kuno sebagai sumber kisah Zeus dan semacamnya, tapi bukan kisah fable semacam
Continue reading “Asal Usul Dongeng Kelinci Balapan dengan Kura-kura”

Posted in nebula, sastra

Different Season, Different Stories

image

“Buku ini benar-benar membuat aku marah. Sangat marah. Mengapa? Karena cerita di dalamnya hanyalah sampah. Dan, bagaimana mungkin sampah macam ini bisa terbit? Sumpah, aku bisa membuat buku sampah yang lebih baik dari ini.”

20 tahun kemudian Jameson Flynn sadar betapa dia telah berhutang budi pada buku sampah tersebut. Andai dia tidak membacanya, dia tidak mungkin menulis kisah pertamanya, dan tidak mungkin pula dia menulis buku pertamanya, dan tentu saja tidak mungkin dia menjadi salah satu penulis paling laris di dunia dua dekade kemudian.

Demi penghormatan, Flynn menghabiskan waktu 5 bulan mendatangi hampir 245 perpustakaan di semua negara bagian untuk menemukan buku sampah tersebut. Pada akhirnya, Flynn gagal menemukannya. Buku itu demikian sampah sehingga tidak ada satu perpustakaan pun yang menyimpannya. Tapi bagi Flynn, dia adalah pria paling beruntung di planet ini.

“Dari seratus juta lebih penduduk negeri ini, hanya aku seorang yang berhasil mendapatkan pencerahan dari buku tersebut. Aku adalah orang yang terpilih. Dan dari sini aku belajar bahwa buku apa pun itu, ia membawa setidaknya satu kebaikan untuk kau temukan. Bacalah buku, dan jadilah orang yang beruntung.” #aruliterature

Aptuyu percaya bahwa dirinya adalah anak ikan mas. Kepercayaannya itu muncul karena dua orang, Pak David, guru bahasa Inggris di sekolahnya, dan Pak Samsul, ayahnya yang bekerja sebagai nelayan.

Bulan ketiga di Continue reading “Different Season, Different Stories”

Posted in sastra

Kuntilanak Penunggu Kantor

image

Acing sudah lama mendengar kalau kantornya dihuni kuntilanak, dan dia percaya itu. Karena itu Acing selalu menghindari tugas malam, kecuali malam ini. Karena tuntutan tugas yang harus selesai besok, Acing terpaksa ngelembur malam. Dan dia untuk pertama kalinya sangat sangat membenci sang bos.

Pukul sebelas malam lewat, bekerja di depan komputer membuat Acing keroncongan. Setelah bergulat dengan pikiran selama dua puluh menit, Acing memutuskan turun ke dapur. Dan sekarang sudah pukul dua belas malam.

“Sialan!” gerutu Acing.
Begitu menyalakan lampu, Acing langsung memungut pisau dan mengarahkannya ke segala arah. Yah, memang kuntilanak tidak bisa ditikam atau dibunuh, tapi memegang pisau membantu Acing merasa sedikit lebih tenang.

Acing lega, tidak ada apa-apa di dapur. Sesaat dia berpikir, betapa lucu andai tindakannya ini direkam dan diputar saat Continue reading “Kuntilanak Penunggu Kantor”

Posted in ehon, nebula, sastra, think

Jangan Takut Jadi Penulis, Ini Dua Rahasianya

image

Dua hal untuk kau pahami sebagai penulis ketika kau merasa heran mengapa karyamu mandek sementara karya orang lain berlomba masuk toko buku.

1. Apakah tulisanmu sudah sebagus tulisan mereka yang karyanya langganan terbit? Ini soal kualitas, dude. Jika tulisanmu lebih buruk dari hasil para penulis produktif tersebut, well, tidak heran bukumu kesulitan diterima penerbit.

Tapi jangan khawatir, ini belum kiamat bagi karirmu. Tulisan yang buruk bisa diubah dengan terus belajar dan ‘menjiplak’ mereka yang kau tahu lebih hebat darimu. Tulisan yang buruk bukan takdir, bukan kutukan, bukan gen, dia hanyalah suatu hasil logis dari sikap malas belajar dan memperbaiki diri.

2. Jika tulisanmu ternyata sudah baik, sama kualitasnya dengan mereka yang rajin terbit, maka kesalahanmu adalah: Continue reading “Jangan Takut Jadi Penulis, Ini Dua Rahasianya”

Posted in ehon, nebula, sastra

Buku yang manis, lagu yang memeluk, dan orang-orang menyenangkan

image

BUKU
Ana Falesthein. Dia salah satu teman yang belum pernah kujumpai. Dan pada suatu malam dia menawarkan pada kami teman-temannya salah satu buku karyanya, buku itu gratis, bagus, boleh didownload siapa saja yang suka membaca. Dan… Begitu aku mencapai halaman pertama, meresapi ilustrasinya, membaca narasinya, aku seketika terlempar ke masa lalu. Buku itu membuatku ingat masa kecilku sejak halaman pertama. Mengingatkan aku sebagai bocah yang suka merenung menatap bintang. Judul buku itu: Kau Sempurna, Kau Istimewa.

Saat aku mencapai halaman kedua, aku langsung tahu buku ini paling tepat dibaca sambil mendengarkan lagu itu.

LAGU
Aku sudah mengenal Keane sejak tahun 2004. Dan mencintai mereka pada tahun itu juga. Album pertama mereka, Hopes and Fears, mendekam dalam benakku dan pada saat-saat tertentu melantun begitu saja dalam kepalaku. Salah satu lagu mereka, Somewhere Only We Know, adalah theme song favoritku saat menulis. Tapi kali ini Continue reading “Buku yang manis, lagu yang memeluk, dan orang-orang menyenangkan”

Posted in sastra, think

Puisi: Jangan Takut Kepada Aksi Damai 212

image

Jangan Takut Kepada Aksi Damai 212

Jutaan orang yang berkumpul di sana, jangan kau takut pada mereka
Karena jika suatu ketika ada yang datang untuk menjajah Indonesia, merekalah yang akan turun melindungi Indonesia.
Termasuk rumahmu, juga rumahku.

Jutaan orang yang berkumpul di sana, jangan kau takut pada mereka
Karena jika suatu ketika negara ini dinista,
Merekalah yang akan serentak membela Indonesia.
Termasuk dirimu, termasuk diriku.

Jutaan orang yang berkumpul di sana, jangan kau takut pada mereka
Karena mereka datang untuk membina keadilan, bukan untuk menghancurkan.
Tidak untuk menghancurkanmu, atau menghancurkan aku.

Jutaan orang yang berkumpul di sana, jangan kau takut pada mereka
Karena mereka berjamaah bukan untuk merenggut tahta,
Tapi untuk meyakinkanmu agar tegas menjalankan amanah.

Jutaan orang yang berkumpul di sana, jangan kau takut pada mereka
Karena mereka datang bukan sebagai Continue reading “Puisi: Jangan Takut Kepada Aksi Damai 212”