• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Resensi Novel: Kapten Bhukal “The Battle of Alas Tua”

kapten-bhukal
Novel Indonesia Terbaru Untuk Perlindungan Satwa dan Hutan
Judul: Kapten Bhukal “The Battle of Alas Tua”
Penerbit: Metamind, Tiga Serangkai
Tahun terbit: Agustus, 2016
Tebal: 381 halaman
Genre: komedi, petualangan, action, fable, man vs nature

SINOPSIS
Kapten Bhukal adalah buku solo ke empat Arul Chandrana. Berbeda dengan buku-buku sebelumnya, kali ini Arul mengangkat tema perlindungan alam.

Novel ini menceritakan kisah seekor simpanse (Kapten Bhukal) yang terdampar di antara kawanan monyet hutan Bawean. Di tempat asing itu Bhukal dianggap aneh, mencurigakan, sekaligus berbahaya. Bhukal tidak bisa pergi ke tempat lain, dia membutuhkan kawanan untuk bertahan hidup. Maka apa yang harus dia lakukan agar diterima kawanan monyet hutan Bawean?

Di lain pihak, hutan Bawean sedang terancam kelestariannya. Para petani sedang gencar Continue reading

Galeri Foto Sang Penakluk Kutukan

12795493_10205712388950470_8153274280677765452_n

Sang Penakluk Kutukan di toko buku

Continue reading

Sang Penakluk Kutukan Hadir di Islamic Book Fair 2016, Senayan Jakarta

image

Beberapa teman mengabari saya bahwa mereka tidak menemukan novel #SangPenaklukKutukan di toko buku kota mereka. Saya sudah mengkonfirmasi penerbit dan ini berhubungan dengan proses distribusi. Semoga awal Maret novel ini sudah ready di semua toko buku Indonesia.

Tapi jika Anda tinggal di Jakarta dan sekitarnya, datanglah ke even Islamic Book Fair 2016 di Istora Senayan Jakarta, lalu kunjungi stan buku Penerbit Republika dan Anda bisa menemukan Sang Penakluk Kutukan di sana. Yeah, anak bungsu saya ini sedang ikut meramaikan pagelaran buku terbesar di Indonesia. Perlu diketahui, yang ikut pameran dalam even buku tersebut bukan hanya penerbit Indonesia, tapi juga penerbit mancanegara. Berita yang saya baca menyebutkan ada delapan penerbit dari Mesir dan satu penerbit dari Brunei ikut berpartisipasi. Aduhai, membayangkan si Ranti (tokoh utama Sang Penakluk Kutukan) bersama buku-buku hebat se-Nusantara membuat saya Continue reading

[Resensi] Sang Penakluk Kutukan: bagaimana jika takdir memilihmu untuk bertemu ‘kutukan’?

Sang Penakluk Kutukan

Setiap kebencian dan permusuhan adalah warisan. Tidak ada manusia yang terlahir membenci orang lain, pun demikian, tidak semua orang sanggup tidak membenci orang lain. Terlebih jika mereka menanggung sebuah kutukan. Jika itu kau yang dipilih untuk bertemu dengan ‘kutukan’, sanggupkah kau untuk tidak membencinya melainkan membaca raut wajahnya?

***

Sampai hari ini, Arul chandrana adalah novelis pertama dan satu-satunya dari Pulau Bawean—sebuah pulau kecil di tengah lautan utara pulau Jawa. Dia telah menerbitkan beberapa buku baik solo maupun antologi. Buku-bukunya adalah Pemburu Rembulan (Gradien Mediatama), Berbagai Keajaiban dalam Hidup (Quanta – Elex Media), Kapten Bhukal (Tiga Serangkai—dalam proses), Samudra Novara (Mizan—dalam proses). Sedangkan buku antologinya adalah Bukan Pangeran Kodok (Penerbit Andi), Jangan Tertawa pada Malam Hari (Dar! Mizan), dan Ramadan in Love (Indiva). Selain menulis buku, Arul juga menulis di blog pribadinya.

Pada dekade 90an ke belakang, di Bawean pengobatan dokter bukanlah pilihan pertama. Hampir semua orang yang sakit akan dibawa ke Continue reading

#11 Tahukah Anda, Sang Penakluk Kutukan Adalah Novel yang Meramu Beberapa Peristiwa Nyata di Bawean? [part three]

wanita menulisDua hal ini sama benarnya: seorang penulis akan melibatkan sedikit banyak kehidupannya dalam karyanya, seorang penulis akan sepenuhnya menulis kisah yang sama sekali tidak berhubungan dengan kehidupannya. Dua hal itu sama benarnya. Seorang penulis bisa menggunakan pengalaman hidupnya sebagai bahan tulisan, bisa juga ia murni menggunakan imajinasinya untuk menulis kisahnya. Dan bagi saya, kedua hal itu sama-sama tidak ada buruknya. Kewajiban penulis adalah menyampaikan kisah yang bagus, terserah dia mau melibatkan kisah hidupnya atau sama sekali tidak berhubungan dengan kehidupannya, selama kisah itu memikat pembaca, saya tidak keberatan.

Aku melakukan dua hal itu dalam setiap tulisanku.

Aku bisa mencuil-cuil kehidupanku menjadi ratusan fragmen tidak berhubungan dan memungut beberapa butir secara acak untuk
Continue reading

#10 Tahukah Anda, Sang Penakluk Kutukan Adalah Novel yang Meramu Beberapa Peristiwa Nyata di Bawean? [part two]

nelayan naik sampan
Ada banyak kisah mengerikan yang terjadi di masa lalu. Sebagian besar tidak pernah terulang lagi—dan kita harus bersyukur atas hal itu. sebagian yang lain, terus berulang dan berulang. Yang akan kuceritakan kali ini adalah sebuah peristiwa yang terjadi di masa lalu dan tak terulang lagi—syukur Alhamdulillah. Peristiwa menakutkan warisan zaman tanpa penerangan yang menjadi salah satu elemen dalam novel Sang Penakluk Kutukan.

Peristiwa ini terjadi jauh sebelum aku lahir, saat ibuku masih SD, dan di Bawean belum ada listrik. Semua rumah hanya menggunakan penerangan lampu teplok. Saat malam tiba, kegelapan berputar-putar dari satu rumah ke rumah yang lain seakan angin yang menebarkan kengerian. Dan memang itulah yang terjadi ketika dua orang bersaudara pergi melaut. Mereka tidak tahu jika itu akan menjadi kebersamaan mereka yang terakhir.

Ketika dua saudara itu Continue reading

#9 Tahukah Anda, Sang Penakluk Kutukan Adalah Novel Yang Meramu Beberapa Peristiwa Nyata Di Bawean? [part one]

dermaga bawean
Ini adalah peristiwa puluhan tahun lalu, ketika ibuku masih anak-anak, dan aku mendengarnya untuk pertama kali belasan tahun lalu, ketika aku masih anak-anak. Tapi semenjak saat itu aku tak pernah melupakannya. Ini kisah tentang seorang pria yang, entah bagaimana mulanya, tiba-tiba menderita penyakt lepra. Orang Bawean menyebutnya ‘laran jhubok’.

Pria itu diasingkan ke hutan jauh dari desa. Sangat jauh malah. Beruntunglah hutan Bawean tidak memiliki karnivora pemangsa manusia. Lelaki itu tinggal seorang diri di hutan, hanya ditemani seekor anjing yang setia dan, menurut cerita orang-orang, sepertinya paham bahasa manusia.

Secara berkala keluarganya akan menjenguk si sakit sambil membawakan makanan untuk hari itu. Dan karena tidak ada yang berani Continue reading