ehon / nebula / think

Ketika orang lain bersalah, kau pun bisa bersalah karena kau juga orang

Ketika tidak ada lagi yang menegurmu, itulah saatnya kau harus mengkhawatirkan dirimu.

***
Ada beberapa alasan mengapa orang tidak lagi menegur kita, di antaranya:

1. Orang sudah putus asa. Orang-orang menganggap kita tidak akan pernah berubah tak peduli betapa pun mereka menegur kita.

2. Orang menganggap kita bukan pribadi yang bisa menerima koreksi. Bukankah sering kita temukan orang-orang yang ketika diberi nasihat justru ‘ngajak bertengkar’ orang yang menasihati? Nah, yang juga sering terjadi, kita tidak menyadari bahwa kita pun termasuk golongan orang tersebut.

3. Karena itu orang tidak ingin menimbulkan masalah baru. Menyadari bahwa si fulan salah adalah masalah nomor satu. Dan jika menegur si fulan hanya akan membuatnya marah, itu adalah masalah nomor dua. Daripada hanya memperbanyak masalah, lebih baik diam saja.
Kadangkala, kita adalah si fulan itu.

4. Gabungan dari semua tiga di atas. Kadang, kita tidak sadar bahwa cara bicara kita, sikap kita, pilihan kata kita, cara kita meremehkan urusan orang lain, semua itu membuat orang di sekitar kita berusaha menghindar sejauh mungkin dari kita. Perhatikan baik-baik, jika orang hanya menghubungi kita untuk urusan yang sangat penting (misal, menyangkut pekerjaan, bisnis, dll), mungkin itu adalah tanda bahwa orang-orang beranggapan lebih dari urusan itu bisa menimbulkan masalah.

***
Ada yang lucu tentang *melihat kesalahan orang lain*. Sebagai manusia, tentu saya pernah menyalahkan orang lain. Aku melihat bahwa si A, B, C dan D telah melakukan berbagai kesalahan. Aku juga menganggap bahwa mereka layak diberi teguran keras sekali pun. Nah, lucunya, beberapa waktu kemudian, aku tahu ternyata empat orang tadi juga melihatku sebagai orang yang melakukan kesalahan.

Aku menganggap A, B, C dan D bersalah, pada saat yang sama, mereka juga melihatku sebagai orang yang salah. Dan pendapat mereka memang benar, aku memang bersalah. Ternyata, hanya karena kita lebih dulu menyalahkan orang lain, tidak serta merta membuat kita bebas dari kesalahan.

Betul, ini yang harus selalu kita camkan dalam benak kita: hanya karena kita menemukan kesalahan orang lain, tidak serta merta kita bebas dari kesalahan. Maka janganlah berbahagia saat orang lain bersalah, dan jangan buru-buru menghakiminya.

Jadi, mari kita rayakan kesadaran ini agar tak retak silaturrahim. Dan, oh ya, hampir lupa, jika ada kata yang salah saya mohon maaf. Sungguh #arulight

Advertisements

2 thoughts on “Ketika orang lain bersalah, kau pun bisa bersalah karena kau juga orang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s