• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Begini Cara Orangtua Mengajarkan Keburukan pada Anaknya 

Tidak ada orangtua yang mengajarkan anaknya agar menjadi buruk. Tidak ada orangtua yang menyuruh anaknya memukul anak orang lain, atau menasihati anaknya agar mengambil uang temannya, atau mengajarkan kata-kata umpatan. Orangtua tidak mengajarkan hal-hal buruk sebagaimana mereka mengajarkan baca tulis atau mengajarkan doa-doa harian. Walaupun begitu, orangtua terbukti benar-benar mengajarkan Keburukan pada anak-anaknya.

Cara mengajarkan keburukan dilakukan dengan sangat terselubung, sadar, di depan mata, dan berbalut dalih kasih sayang. Saya curiga, mungkin hampir semua orangtua pernah mengajarkan keburukan tersebut. Pembaca tulisan ini pasti ada yang membatin, ‘aku tidak pernah melakukan apa yang kau sangkakan,’

Bisa jadi Anda benar, bisa jadi Anda pernah tapi sampai sekarang belum sadar. Maka, seperti apakah pembelajaran keburukan tersebut?
Ketika anak Anda berteriak-teriak kepada saudara atau neneknya dan Anda diam saja, Anda sedang mengajarkan cara bicara tidak sopan pada anak Anda.

Ketika Anda sering mengerjakan PR sekolah anak Anda, saat itulah Anda telah mendidiknya untuk berbuat curang.

Ketika Anda membela <! – – more – – >anak Anda yang bersalah, Anda telah mengajarkan padanya bahwa kebenaran tidak ada harganya di depan kekuasaan.

Ketika Anda membiarkan anak Anda menyisakan makanannya, Anda sedang berkata padanya bahwa hidup boros adalah perbuatan yang sah-sah saja.

Ketika anak Anda merampas mainan temannya dan Anda membiarkan saja karena Anda berniat mengembalikan lagi mainan tersebut, Anda telah membuat anak Anda percaya bahwa merampas adalah perbuatan tak salah.

Ketika anak Anda menangis meraung-raung sambil melempar barang dan mendiamkan saja, Anda telah mengizinkannya untuk mengamuk di lain tempat pada waktu berbeda.

Ketika anak Anda memukul temannya dan Anda HANYA melotot pada anak Anda sebagai peringatan, Anda telah menunjukkan padanya bahwa menyakiti orang lain tidak akan membawa masalah.

Sekarang katakan padaku, keburukan mana yang sudah Anda ajarkan pada anak-anak?

Ketika anak Anda bersalah pada orang lain dan Anda tidak memaksanya meminta maaf, tapi justru HANYA Anda yang meminta maaf, Anda telah mendidik anak Anda untuk menjadi pengecut tidak bertanggung jawab.

Ketika anak Anda senantiasa mendapatkan yang dia inginkan hanya dengan merengek menangis di lantai, Anda telah mengajarkan sikap hidup cengeng dan malas berusaha dengan benar.

Ketika anak Anda tidak mematuhi neneknya dan Anda diam saja, Anda sedang mempersiapkan anak yang akan kurang ajar kepada diri Anda sendiri kelak di masa depan.

Ketika seorang ibu sering berteriak-teriak di rumah, jangan heran, Anda akan mendapatkan seisi rumah menjadi para peneriak.

Ketika seorang ayah diam saja melihat seisi rumahnya berkomunikasi dengan teriakan, dia telah mewujudkan rumah tangga paling bising di dunia.

***
Tindakan kita adalah sesungguhnya pembelajaran kepada anak-anak kita. Apa yang kita nasihatkan, yang kita perintahkan, seringkali dilupakan. Tapi apa yang kita lakukan, pembiaran maupun contoh perbuatan, justru akan menjadi pendidikan yang berkesan.

Pembiaran terhadap setiap perbuatan buruk adalah pengajaran buruk, ingat-ingatlah
#arulight

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: