• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Different Season, Different Stories

image

“Buku ini benar-benar membuat aku marah. Sangat marah. Mengapa? Karena cerita di dalamnya hanyalah sampah. Dan, bagaimana mungkin sampah macam ini bisa terbit? Sumpah, aku bisa membuat buku sampah yang lebih baik dari ini.”

20 tahun kemudian Jameson Flynn sadar betapa dia telah berhutang budi pada buku sampah tersebut. Andai dia tidak membacanya, dia tidak mungkin menulis kisah pertamanya, dan tidak mungkin pula dia menulis buku pertamanya, dan tentu saja tidak mungkin dia menjadi salah satu penulis paling laris di dunia dua dekade kemudian.

Demi penghormatan, Flynn menghabiskan waktu 5 bulan mendatangi hampir 245 perpustakaan di semua negara bagian untuk menemukan buku sampah tersebut. Pada akhirnya, Flynn gagal menemukannya. Buku itu demikian sampah sehingga tidak ada satu perpustakaan pun yang menyimpannya. Tapi bagi Flynn, dia adalah pria paling beruntung di planet ini.

“Dari seratus juta lebih penduduk negeri ini, hanya aku seorang yang berhasil mendapatkan pencerahan dari buku tersebut. Aku adalah orang yang terpilih. Dan dari sini aku belajar bahwa buku apa pun itu, ia membawa setidaknya satu kebaikan untuk kau temukan. Bacalah buku, dan jadilah orang yang beruntung.” #aruliterature

Aptuyu percaya bahwa dirinya adalah anak ikan mas. Kepercayaannya itu muncul karena dua orang, Pak David, guru bahasa Inggris di sekolahnya, dan Pak Samsul, ayahnya yang bekerja sebagai nelayan.

Bulan ketiga di semester pertama kelas 10, Pak David mengajarkan narrative text, dan cerita yang dibahas adalah legenda Danau Toba. Pak David bercerita bahwa pada zaman dahulu ada seorang nelayan yang menangkap ikan mas dan malah berujung pernikahan. Ya, seribu tahun yang lalu manusia memang bisa menikah dengan ikan mas. Lalu, karena kecerobohan si suami yang masih saja bekerja sebagai nelayan, si ikan mas sakit hati, marah, meninggalkan suami beserta anaknya, dan mengutuk kampung halaman mereka menjadi danau.

“So, guys,” ucap Pak David setelah menyudahi dongengnya, “if you have a fisherman father, and your mom is not around anymore, maybe because she’s a gold fish.”

Semua anak terbahak. Pak David memang pintar membuat kesimpulan ngawur yang jauh dari bijaksana apalagi bermakna. Kecuali Aptuyu. Siswa yang satu itu mengangguk penuh pengertian. Akhirnya dia tahu alasan mengapa ayahnya tidak pernah bicara setiap kali dia tanyakan ke mana pergi ibunya #aruliterature

Jika kau bisa menulis cerita sepanjang satu halaman, percayalah kau bisa melanjutkannya menjadi novel setebal 400 halaman. Satu-satunya yang membuatmu gagal menulis novel setebal 400 halaman adalah karena kau lebih menuruti bujukan untuk berhenti daripada dorongan untuk terus menulis.

Aku sudah menulis novel setebal 500 halaman lebih, juga novel setebal 400 halaman lebih, 300 halaman lebih, dan 200 halaman lebih. Semuanya lolos redaksi penerbit dan sebagian besar sudah kau baca. Tapi yang belum kukatakan padamu adalah, bahwa semua novel itu kumulai dari satu halaman. Selanjutnya aku memutuskan untuk terus melanjutkan dan aku membuktikannya dengan perbuatan–bukan sekadar keinginan #aruliterature

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: