• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Kisah Motivasi Pelajar: Jangan Bersaing Dengan Yang Sepadan

image

Madara Uchiha vs Ganda Campuran

Mereka berdua muridku tiga tahun yang lalu. Yang pertama namanya Amir, tapi kami lebih suka memanggilnya Madara Uchiha. Dia mendapatkan panggilan shinobi seperti itu karena salah satu matanya qrwet+zgort/65kpy$@#99=jrwot825 sehingga selalu tampak qreit+drweq563=*/$$@9, dan tanpa ada yang tahu kapan dimulainya, dia sudah ramai dipanggil Madara Uchiha.

Yang kedua namanya Ganda Setiawan, hanya saja, alangkah klise memanggil anak muda di era android dengan sebutan gan-da-se-ti-ya-wan. Dia butuh panggilan yang lebih energik, yang lebih bernuansa perjuangan, yang menjadi lambang kesuksesan Indonesia di ajang Olimpiade… Dan dia pun mulai dipanggil Ganda Campuran, persis seperti ganda campuran dalam pertandingan bulu tangkis.

Apa yang menarik dari Madara Uchiha dan Ganda Campuran? Yaitu fakta bahwa saat mereka memasuki semester kedua kelas 9 SMP, dua orang berbeda dimensi itu bersepakat mengadakan pertarungan.

Secara akademik, Madara Uchiha termasuk anak yang g¤xkt©p68?¥}&, dia sebenarnya lebih cocok dipanggil Obito Uchiha daripada Madara yang tersohor akan kejeniusannya. Bahkan, kalau kau cukup tega, mungkin kau akan memanggilnya dengan nama Nobita Uchiha (hahaha emang ada Nobita dalam klan Uchiha yang genius itu?). Bertolak belakang dengan Si Madara, Ganda Campuran termasuk anak cerdas yang mengagumkan. Salah satu kakaknya bahkan menjadi siswa di SMA Insan Cendekia-nya Pak Habibi. Seingatku Ganda Campuran langganan lima besar. Kalau Madara Uchiha? Dia langganan mgtkgdpklcvt.

Untuk mempersiapkan diri menghadapi UNAS, Madara Uchiha membutuhkan bahan bakar yang lebih dari wajar. Dia ingin pengawasan ketat bahkan bila perlu dimarahi seperti di akademi polisi. Dia ingin kondisi yang membuatnya terpacu dengan keras dan tanpa ampun. Sayangnya, dia tidak punya guru yang berbakat jadi tukang bentak. Madara Uchiha punya jajaran guru yang cocok untuk mengisi acara Silver Ways atau paling tidak Bronze Ways. Dia tidak akan pernah mendapat tekanan mematikan. Jadi, Madara Uchiha pun menciptakan sendiri kondisi yang akan membuatnya tertekan luar biasa. Madara menantang Ganda Campuran bertaruh, “siapa yang nilainya lebih rendah UTS nanti, dia traktir mie ayam!”

Sebagai anak pondok, ketersediaan uang sungguh sangat terbatas. Mereka harus mengelola uang dengan bijaksana dan berhemat. Mentraktir adalah kegiatan baik tapi jika dilakukan rutin… Tidak ada orang pusing yang jadi sembuh karena menelan kon*d*n sepuluh butir sekaligus. Maka bisa dibilang tantangan saling traktir adalah tantangan mengerikan berresiko kematian.

Ganda Campuran menerima tantangan tersebut dan tentu saja Madara Uchiha kalah. Sampai beberapa tryout kemudian mereka masih terus bersaing, dan Madara selalu kalah. Kadang kita harus menerima fakta bahwa tidak ada keajaiban di dunia nyata. Tidak ada kekuatan mata Sharingan di lingkungan anak SMP.

Tapi usaha Madara tidak sia-sia. Memang dia tidak pernah bisa mengalahkan si kurus jangkung Ganda Campuran pelahap mie ayam, tapi Madara berhasil melebihi beberapa teman kelasnya. Dan sebenarnya itulah tujuan Madara. Dia sadar diri, dia tahu dengan siapa dia menantang, dia tahu becak akan kalah menghadapi Ninja Kawasaki, tapi bukan itu tujuannya. Tujuan Madara adalah untuk memacu dirinya melampaui teman-teman yang setaraf dengannya. Dia becak yang ingin mengalahkan sesama becak, sepeda ontel, pedati, dan dokar. Jika Madara mengukur dirinya dengan yang seperti dia, Madara akan cepat puas dan lupa diri. Tapi karena dia mengukur dirinya dengan yang jauh lebih baik, Madara selalu waspada dan berusaha.

Sampai sekarang aku masih mengingat Madara Uchiha sebagai siswa yang rajin belajar, dan si Ganda Campuran sebagai siswa yang tegaan #arulight #arulearn

Arul Chandrana adalah penulis dari Pulau Bawean yang telah menerbitkan tujuh buku. Dua buku terbarunya adalah Sang Penakluk Kutukan (Penerbit Republika) & Kapten Bhukal (Penerbit Tiga Serangkai)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: