Posted in sastra

Kuntilanak Penunggu Kantor

image

Acing sudah lama mendengar kalau kantornya dihuni kuntilanak, dan dia percaya itu. Karena itu Acing selalu menghindari tugas malam, kecuali malam ini. Karena tuntutan tugas yang harus selesai besok, Acing terpaksa ngelembur malam. Dan dia untuk pertama kalinya sangat sangat membenci sang bos.

Pukul sebelas malam lewat, bekerja di depan komputer membuat Acing keroncongan. Setelah bergulat dengan pikiran selama dua puluh menit, Acing memutuskan turun ke dapur. Dan sekarang sudah pukul dua belas malam.

“Sialan!” gerutu Acing.
Begitu menyalakan lampu, Acing langsung memungut pisau dan mengarahkannya ke segala arah. Yah, memang kuntilanak tidak bisa ditikam atau dibunuh, tapi memegang pisau membantu Acing merasa sedikit lebih tenang.

Acing lega, tidak ada apa-apa di dapur. Sesaat dia berpikir, betapa lucu andai tindakannya ini direkam dan diputar saatrapat staff. ‘Lihat tuh, Acing mau membunuh kuntilanak.’ Acing tertawa pelan. Kini saatnya bikin mie godok kesukaannya.

Dan, ketika Acing berbalik, di situ berdiri si kuntilanak. Dengan rambut tergerai, muka pucat, mata melotot, dan daster putih kusut kedodoran.

Acing menjerit ketakutan, menutup mata dengan tangan kiri, dan refleks menusukkan pisau ke perut si kuntilanak.

Acing: woaaaaa
Kuntilanak: adawwww
Acing: woaaaaa
Kuntilanak: adawwww
Acing: woaaaaa
Kuntilanak: adawwww
Acing: woaaaaa
Kuntilanak: adawwww
Acing: woaaaaa
Kuntilanak: adawwww
Acing: woaaaaa
Kuntilanak: adawwww
Acing: woaaaaa
Kuntilanak: adawwww
Acing: woaaaaa
Kuntilanak: adawwww
Acing: woaaaaa
Kuntilanak: adawwww
Acing: woaaaaa
Kuntilanak: adawwww
Acing: woaaaaa
Kuntilanak: adawwww

Setelah lima puluh delapan tikaman.

Acing: woaaaa
Kuntilanak: ampuuuunnnn
Acing: woaaaa
Kuntilanak: ampuuuunnnn
Acing: woaaaa
Kuntilanak: ampuuuunnnn
Acing: woaaaa
Kuntilanak: ampuuuunnnn
Acing: woaaaa
Kuntilanak: ampuuuunnnn
Acing: woaaaa
Kuntilanak: ampuuuunnnn
Acing: woaaaa
Kuntilanak: ampuuuunnnn
Acing: woaaaa
Kuntilanak: ampuuuunnnn
Acing: woaaaa
Kuntilanak: ampuuuunnnn

Setelah delapan puluh empat tikaman, kuntilanak mati untuk yang kedua kali #aruliterature #seninseram

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s