• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Kisah Nyata Inspirasi Pendidikan: Tidak Terima ‘Dikalahkan’ Muridnya

image

Ini pengalaman masa SD salah satu kakakku, sebut saja namanya Hritik. Sejak kecil Hritik sudah suka menggambar, dan saat memasuki kelas tiga SD Hritik sudah bisa menggambar hewan seperti aslinya. Bukan sekadar gambar berupa lingkaran-lingkaran imajiner.

Seperti kebanyakan guru anak-anak, guru Hritik mengajarkan cara menggambar ayam berupa lingkaran-lingkaran imajiner, dengan garis garis tambahan sebagai ekor, leher, dan paruh. Maka ketika tiba saatnya ulangan, dan salah satu soal mata pelajaran kesenian adalah “buatlah gambar ayam”, Hritik tentu saja tidak menggambar ayam seperti setumpuk semangka berbagai ukuran. Hritik bisa menggambar yang jauh lebih baik. Sepertinya, Hritik ingin membuat gurunya terkesan dan mendapatkan nilai yang sangat jauh lebih baik dari teman-temannya.

Tapi Hritik justru mendapatkan salah satu nilai terburuk.

Hritik tak habis pikir, bagaimana mungkin gambar ayamnya yang indah dan mirip ayam sesungguhnya tidak mendapatkan nilai terbaik? Keheranan Hritik tambah memuncak karena justru gambar ayam teman-temannya yang mirip mutasi semangka justru mendapatkan nilai tinggi.

Tampaknya, sang guru kesenian tak sanggup menerima kenyataan bahwa muridnya sanggup menggambar lebih baik dari yang dia ajarkan. Bagi guru itu, ayam anak kelas tiga SD adalah sekelompok lingkaran bertumpuk. Sedangkan ayam sesungguhnya adalah siluman.

Dan Hritik, merasa disalahi dengan tidak logis, memberikan reaksi paling anu pada sang guru: ulangan berikutnya berupa perintah, “gambarlah hewan apa saja yang kamu tahu.” Hritik membuatkan gambar untuk semua teman sekelasnya.

Bayangkan bagaimana reaksi sang guru mendapati era hewan lingkaran bertumpuk mendadak punah digantikan dengan hewan sesungguhnya?

***

Cerita masa kecil kakakku di atas membuatku teringat berbagai cerita tentang guru matematika yang tidak terima ada muridnya mengerjakan soal tanpa menggunakan rumus yang dia ajarkan, walaupun hasilnya sama benar. Ini membuatku berpikir, “tidak semua guru sanggup melihat muridnya lebih sukses dari yang dia bayangkan.” #arulight

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: