• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Akun Medsos Penipu di Sekitar Anda

image

Kehidupan di dunia maya hampir sama nyatanya dengan kehidupan di dunia sesungguhnya. Di dunia internet ini orang bisa berteman, bekerja, berwisata, mengunjungi, mencari uang, bertengkar, menebar fitnah, menyombongkan diri, sampai dengan mencari anak bau kencur untuk diculik dan dijual pada kaum pedophile. Kehebohan di dunia maya adalah kehebohan dunia nyata itu sendiri.

Lalu muncullah akun-akun siluman yang bergentayangan mencari korban. Penipu medsos itu menebar kebohongan dan memanfaatkan kepolosan pengguna asli medsos demi meraup keuntungan pribadi.

Contohnya gambar yang saya upload ini. Gambar ini saya unduh dari sebuah grup terbuka bernama “Justin Bieber Concert in Rio De Janeiro”, orang yang upload namanya entah Syahrini atau Ashanty. Dan, jempol yang didapat gambar ini ratusan ribu jumlahnya. Coba pikir, apa hubungannya antara Justin Bieber, dengan entah Syahrini atau Ashanty, dengan mencintai Rasulullah? Baik Syahrini maupun Ashanty mereka bukan panitia konser Justin Bieber di negara mana pun, dan konser Justin Bieber di negara mana pun tidak ada kaitannya dengan mencintai Rasulullah SAW. Yang lebih penting lagi, mencintai Nabi tidak diwujudkan dengan melayangkan jempol (saya haqqul yakin Rasulullah sampai sekarang tidak punya akun fb dan belum pernah nonton konser Justin yang mana pun di negara mana pun. Tak peduli di situ ada entah Syahrini atau Ashanty). Cinta Rasul dibuktikan dengan mengikuti ajarannya dan memperbanyak shalawat kepadanya (Allahuma sholli ‘ala Muhammad). Seharusnya umat Islam tahu bahwa bukti cinta kepada Rasul bukan dengan jempol di grup terbuka konser Justin Bieber.

Orang seperti entah Syahrini atau Ashanty dalam cerita di atas adalah penipu medsos. Mereka bukan Syahrini juga bukan Ashanty, mereka orang lain yang mencuri nama dan foto lalu memanfaatkan kepolosan pengguna medsos demi mendapatkan uang. Sialan memang mereka itu, akan tetapi, selama itu sekadar jempol dan bisnis yang tidak merugikan finansial maupun mental pengguna medsos asli, saya masih bisa ketawa melihat ulah mereka.

Yang membuat saya paling jengkel, geram, marah, tega menginjak jempol mereka dengan sandal croc, adalah para penipu medsos yang bergerak di bidang politik. Mereka adalah orang yang dibayar untuk memunculkan sebuah pendapat di media sosial dan menggiring masyarakat untuk saling berdebat tentang hal itu. Bisa jadi mereka hanya satu orang yang memiliki beberapa puluh hp dan beberapa puluh akun Facebook, Twitter, atau lainnya. Lalu dia dengan menggunakan akun-akun yang dia punya bergentayangan memancing kerusuhan. Sangat menyedihkan ketika ada pengguna medsos asli terpancing oleh penipu itu, karena si pengguna medsos asli akan kehabisan kuota, tenaga, waktu, perasaan, demi mengurusi penipu penebar fitnah.

Ingat, jika ada orang asing berkomentar di status Anda dan dia ngajak geger, jangan ladeni. Tendang saja ke Kutub Utara. Atau ke Kawah Bromo saja kalau Kutub Utara kejauhan #arulight

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: