• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Netizen Meyakini Alien Tinggal di Indonesia: Menyingkap Makna Netizen Sesungguhnya

image

Tulisan ini saya susun karena tahu pasti ada satu dua teman medsos yang belum paham betul apa/siapa itu netizen. Sementara itu, belakangan ini wartawan / media online sangat getol mengutip apa-apa yang dianggap dari netizen. Dikit-dikit netizen, bentar-bentar netizen.

Sering kita temukan berita yang judulnya kurang lebih seperti ini: netizen mendukung penggusuran pemukiman warga Udanggepeng. Atau, netizen menyumbang seratus juta untuk pemilik truk yang diserempet becak. Atau, netizen mengecam Profesor Sprout yang menuntut pemerintah untuk melarang peredaran minuman keras. Judul judul berita seperti di atas menggunakan kata netizen sebagai kata ganti sosok berwibawa dan hebat untuk menguatkan berita. Sesungguhnya, kata netizen tidak sedigdaya itu, kawan.

Dari segi keilmuan, kata ganti netizen tidak sebanding dengan kata ganti IPB, atau MUI, atau BPOM, atau IDI, dll. Jika ada berita dengan judul: netizen menegaskan bahwa tuak aman diminum, sedangkan di portal lain ada judul: MUI mengingatkan umat agar menjauhi minuman tuak, sumpah sambar petir kita harus percaya pada berita yang merujuk pada MUI daripada netizen. Mengapa? Karena yang disebut netizen itu bisa jadi seorang terong dengan nama fb Mumut_Imyut Clalu_Cetya_cinta.

Nah, arti kata netizen adalah: pengguna internet. CUKUP. Gitu doang. Jadi, siapa saja asalkan dia pengguna internet, dia termasuk netizen. Jika kamu punya tetangga yang jomblo selama sepuluh tahun dan mulai percaya bahwa calon istrinya sedang tersesat di hutan Amazon, jika si tetangga itu punya akun Twitter (dengan nama @MenungguAmazon), maka dia sangat sangat berhak untuk disebut netizen. Jika ada cabe cabean patah hati, lalu bikin Facebook dengan nama Hati_Luka Kubawa_Kubur_Saja, setiap hari nulis status bagaimana dia tidak doyan makan dan minum, sesungguhnya cabe itu adalah seorang netizen. Jika ada seorang oom merana yang setiap hari pada pukul 10 malam membuka situs togeltopcer.com dan hanya itu yang dia lakukan, sesungguhnya oom itu adalah seorang netizen yang teguh dan berdedikasi tinggi. Jadi, sekali lagi saya simpulkan, netizen adalah siapa pun itu yang menggunakan internet. Jika ada berita yang mencatut nama netizen, itu bukan berarti si wartawan telah berkonsultasi pada seorang profesor, seorang pakar, seorang kyai, atau seorang pejabat, tidak. Tapi dia sedang merujuk pada pengguna internet. Bisa jadi yang jadi rujukannya adalah akun instagram bernama @tuyulgondrong

Selanjutnya, jika ada wartawan sedang jalan jalan di Facebook, lalu dia bertemu akun dengan nama Acun Bocah Pacul yang menulis status “enaknya semua cewek itu gak pakai jilbab biar ketahuan siapa yang punya rambut Raisa dan siapa yang punya rambut gurita. Tolak jilbab, cuk!” kemudian wartawan itu menulis berita: netizen menolak jilbab. Apakah wartawan tersebut salah? Tidak! Karena dia bilang netizen, dan si Acun Bocah Pacul memang benar netizen.

Jika ada akun Twitter (sebut saja @bablascoy) yang menulis dengan penuh amarah: gw benci bget sma aturan wajib baca quran d skull. Bikin repot! Lalu ada wartawan menulis: netizen menolak perda kewajiban baca alquran bagi pelajar. Apakah wartawan tadi ngelindur? Tidak! Dia punya sumber yang valid, yaitu si @bablascoy tadi. Dan masih ada ribuan contoh lainnya. Justru yang mnggelikan adalah: ngapain kita langsung percaya tiap kali ada berita yang bawa bawa kata netizen? Emang kita tahu netizen macam apa yang jadi rujukan si wartawan? Bahkan anak kelas tiga SD penyuka kartun ‘Ciring-ciring-ciriring’ kalau dia RAJIN online, bocah itu adalah seorang netizen kelas berat!

Maka jangan mudah termakan berita, apalagi dari media milik politikus. Jika ada politikus punya koran, pasti dia pakai itu koran untuk mencapai tujuan politiknya. Pasti itu. Dan kita sebagai pembaca dihajar habis-habisan hanya agar nafsu si pemilik media tercapai. Ingat, kalau ada berita berbunyi “netizen mendesak penghapusan peraturan daerah berbau Islam”, jangan langsung telan. Lihat dulu korannya, lihat siapa yang punya, apa partainya, terus, PERIKSA netizen yang bagaimana yang dimaksud si wartawan. Apakah netizen yang menolak perda tersebut adalah netizen yang upload foto merokok siang hari di bulan puasa? Netizen yang foto profil pegang botol bir? Netizen yang percaya alien punya villa di Bogor? Jadilah pembaca yang waspada.

***

Terakhir, saya ingin berbagi cerita tentang betapa nekad (ngawur) wartawan media online dalam menulis judul berita. Kemarin, saya membaca judul berita: 73 Tahun Hilang Secara Misterius, Kapal Selam Ini Tiba tiba Muncul Kembali Dengan Awak Kapalnya. Tapi Dengan Kondisi Mengerikan. Perhatikan, di sana tertulis ‘tiba tiba muncul kembali’. Itu sungguh luar biasa! Muncul kembali setelah hilang 73 tahun secara misterius adalah peristiwa besar. Bagaimana caranya kapal selam yang telah hilang kembali lagi? Di pelabuhan mana dia kembali? Lalu aku pun membaca dan… Bwahaha, kampret, wartawan itu dusta. Kapal selam itu tidak muncul kembali, sama sekali tidak. Tapi kapal selam itu DITEMUKAN. Ditemukan oleh orang yang kerjanya berburu kapal karam. Jadi, bahkan kapal selam itu tidak hilang misterius, orang sudah menduga kalau ia karam di lokasi tertentu. Bukan hilang BWUSSHHH raib dari dunia.

Kawan, berhati-hatilah. Jika ada kau temukan berita dengan judul fantastis, dengan foto dramatis, jangan langsung telan. Baca pelan pelan, pikirkan, periksa, dan kau akan tahu 80% berita di dunia maya layak masuk tong sampah #arulight

NOTE: semua nama akun dalam artikel ini adalah rekayasa belaka, jika ada kesamaan nama, itu kebetulan yang sungguh sangat keterlaluan.

Anda bisa menemui saya di Twitter @arulight

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: