Posted in sastra

Resensi buku Revolution 2020: cinta, persahabatan, dan calon mahasiswa gagal yang korup.

5564fbdb0423bd52118b4567Judul Buku: Revolution 2020

Penulis: Chetan Bhagat

Penerjemah: Reni Indardini

Penerbit: Bentang Pustaka

Tahun terbit: cetakan 1, Oktober 2013

Jumlah Halaman: viii + 436 Halaman

ISBN: 978-602-7888-70-8

 

Siapa yang sanggup membuat kesalahan tampak baik dan bisa dibenarkan? Penulis. Siapa tokoh yang pasti akan mendapatkan simpati dari banyak orang? tokoh utama sebuah cerita. Bagaimana jika seorang penulis membuat cerita di mana tokoh utamanya melakukan kesalahan secara sengaja? Maka, kesalahan pun akan tampak sebagai kebenaran dan si tokoh utama tetap mendapat simpati pembaca. Begitulah yang kurenungkan setelah membaca buku Revolution 2020. Untungnya, Chetan Bhagat—penulis buku tersebut—tidak sejahat yang kita khawatirkan.

Jadi, Revolution 2020 ini adalah sebuah novel yang mana tokoh utamanya bukan orang baik sepanjang 390 halaman. Barulah 42 halaman kemudian dia berubah menjadi porang baik yang dengan empat jempol di tubuhku kuacungkan padanya atas tekadnya dan usahanya dalam menebus semua kesalahan sepanjang 390 halaman sebelumnya. Dengan demikian, aku bisa bilang ini buku yang patut dibaca oleh siapa pun. SIAPA PUN, khususnya para politikus yang sudah jamak dipercaya oleh semua orang di muka bumi sebagai spesies mamalia yang paling buruk kelakuannya.

Dalam novelnya ini, Chetan Bhagat mengisahkan kehidupan tiga sahabat, Gopal (tokoh utama yang akhlaknya tidak terpuji sepanjang 88% isi novel), Raghav (sahabat baik Gopal, tokoh utama juga. Aku tidak bisa bilang dia tokoh yang bisa membuatmu simpati, tapi aku jamin dia memiliki kebaikan hati yang layak dikagumi). Dan terakhir, Aarti, cewek keterlaluan cakepnya yang—tanpa ia niatkan—telah mengacau balaukan kehidupan Gopal. Bahkan, sebenarnya Aarti lah yang telah menghancurkan hubungan persahabatan dua tokoh utama tadi. Sejak kecil sampai remaja, Gopal bersahabat sangat dekat dengan Aarti, dan tetap menjalin hubungan dengan Raghav. Tak heran, cinta pun tumbuh dalam diri Gopal kepada Aarti. Tapi sayang, Aarti lebih memilihnya sebagai sahabat dekat daripada sebagai pacar. Maka Gopal pun terluka. Tapi tetap menemani Aarti karena gadis itu terlalu mendalam untuk ia tinggalkan. Tunggu, itu baru bencana pertama.

Bencana kedua, orang India sangat mengagungkan titel insinyur. Tidak ada yang melebihi prestisnya titel insinyur. Menjadi insinyur adalah jalan yang hampir pasti bisa memperbaiki status dan ekonomi sebuah keluarga. Lalu apa yang menyebabkan ini bencana? Gopal tidak pintar, sedangkan Raghav pintar. Gopal miskin, Raghav makmur. Mereka ikut ujian seleksi masuk perguruan tinggi teknik negeri dan: Gopal gagal total, Raghav lolos, selanjutnya menjadi terkenal di kota tempat tinggal mereka. Mengapa lolos seleksi masuk perguruan tinggi teknik negeri bisa membuat seseorang menjadi selebritas lokal? Karena dari satu juta peserta tes, hanya tiga ribu orang yang diterima. Pikirkan, menjadi tiga ribu orang terpandai di antara 997.000 pelajar konyol lainnya. Maka Raghav pun damai hidupnya. Sebaliknya Gopal, yang miskin dan banyak hutang, yang aayahnya sakit-sakitan dan hampir mati akibat batuk dan jeratan masalah kepemilikan tanah, harus pontang-panting membuat sang ayah bahagia. Gopal harus ikut ujian seleksi tahun depan. Tapi ini baru bencana kedua.

Bencana ketiga, agar ujian seleksi tahun depan berhasil lolos, Gopal dikirim ayahnya ke sebuah kota kecil bernama Kota (huruf k kapital, perhatikan) untuk kursus buat persiapan ujian seleksi berikutnya. Dengan berat hati Gopal setuju dan pergi ke Kota. Lebih berat lagi karena harus berpisah dari Aarti, gadis cantik yang menolak cintanya namun tetap dia puja. Selanjutnya, nasib buruk menghantam Gopal tanpa sungkan-sungkan: di kampung halaman, Aarti malah pacaran dengan Raghav! Sialan! Lebih parah lagi, Gopal menjalani kursusnya dengan berantakan sehingga nilainya tak leih baik dari peseta kursus lainnya. Lebih brengsek lagi, Gopal gagal ujian seleksi tahun berikutnya sementara Raghav menjadi mahasiswa keren nan popular di kampusnya yang mentereng. Lebih keparat lagi, ayah Gopal mati mendadak gara-gara anaknya gagal seleksi perguruan tinggi teknik. Sungguh nasib yang tengik. Masuk akal sekali jika Gopal muntab dan merampok bank, meledakkan mobil dan menghancurkan pos polisi. Tapi tentu saja bukan itu yang dialkukan tokoh utama kita, tokoh utama yang gagal menjadi mahasiswa teknik itu. Apa yang dilakukan Gopal untuk memperbaiki nasibnya yang hampir hancur? Dia mendirikan kampus teknik! Bhawahaha, brengsek banget kan, seorang calon mahasiswa gagal malah banting setir mendirikan kampus. Memangnya itu masuk akal? Tentu saja, dong. Memangnya bisa? Tentu saja, dong. Kok bisa? Karena Gopal dibantu oleh seorang politisi paling keparat dan korup di seantero India. Sungguh, politisi berhati iblis adalah dokter yang paling cocok buat pemuda yang kehabisan harapan.

Inilah momen ketika Gopal menjadi jahat sesungguhnya. Kejahatan yang… baca sendiri novelnya, deh! Aku tidak berencana membuat orang marah dengan membocorkan semua isi buku. Yang jelas, di akhir cerita, setelah kau baca bagaimana Gopal menjadi buruk dan semakin buruk, kau akan menyaksikan pengorbanan terbesar dari seorang direktur tengik dari sebuah kampus teknik yang akan membuat hatimu terenyuh dan membuatmu sadar bahwa: hidup ini adalah serangkaian ikjh4jbnfd bfiuy4i8 hnbvu67 nifduh8. (hey, mengapa kesimpulannya aku tulis dengan huruf rahasia? Biar kau penasaran dan baca bukunya!)

***

Apa yang kutulis di atas sungguh sangat sedikit dibandingkan dengan isi novel itu sendiri. Kau tahu, Chetan Bhagat adalah penulis India berbahasa Inggris yang paling laris di dunia. Buku-bukunya telah diadaptasi menjadi film Bollywood dan salah satunya adalah Three Idiots—aku yakin kau pasti penrah menonton film Aamir Khan tersebut. Jadi, tentu saja novel Revolution 2020 disajikan dengan romansa yang indah, dialog yang lucu, kejutan yang menggelitik, konflik yang bikin gregetan, serta celetukan dan peristiwa yang sarat perenungan pun hikmah. Cara chetan dalam menggambarkan hubungan laki – perempuan, serta betapa rumitnya memahi hati perempuan sungguh sangat berhasil di novel ini. Kau akan tertawa geli dan manggut-manggut membenarkan apa yang Chetan ungkapkan soal perempuan.

 Sedangkan penceritaan atas praktik KKN dan penyuapan di India benar-benar membuat kita kaget karena begitu miripnya dengan yang terjadi di tanah kita, Indonesia. Aku pernah beberapa kali berurusan dengan administrasi kenegaraan—mengurus tanah, kartu kewarganegaraan, surat resmi, dll—dan semua itu tak lepas dari praktik meng-amplopi petugas. Gila, mau bagaimana lagi, tanpa menyediakan amplop maka urusan akan macet dan entah sampai dekade ke berapa baru akan selesai urusannya.

Begitu pula dengan praktik kotor para tokoh politik pemegang tampuk kepemimpinan. Dengan kekuasaan dan koneksi yang mereka punya, serta kantong yang tebalnya tak terkira, mereka bisa membereskan apa saja tanpa perlu repot-repot atau menunggu lama. Semua urusan kotor dan menjijikkan yang terjadi di India (dalam novel ini) hampir sama persis dengan yang kita alami di sini.

Jadi, saya anjurkan Anda untuk membaca buku ini—lengkapnya, untuk membeli dan membaca buku ini. Ada banyak hal yang bisa Anda nikmati dan pelajari dalam setiap lembar yang Anda telususri. Ini salah satu buku yang membahagiakan dan memuaskan, aku telah membuktikannya.

Selamat membaca []

Anda bisa menemui saya di twitter @arulight. Request penulisan resensi bisa dengan menghubungi email: arulight87@gmail.com

 

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s