• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Resensi Buku Filsafat Kenegaraan: Inspiration from The Great Learning

Inspiration from The Great Learning Kurikulum Dasar Ujian Kekaisaran Pada Masa Dinasti Ming Dan QingJudul Buku: Resensi Buku Filsafat Kenegaraan: Inspiration from The Great Learning (Kurikulum Dasar Ujian Kekaisaran Pada Masa Dinasti Ming Dan Qing)
Penerjemah Bahasa Inggris : Mary Ng En Tzu
Ilustrasi : Jeffrey Seow
Penerjemah Bahasa Indonesia : Gatot Jaka Timur
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Tahun Terbit : Cetakan 1, 2011
Jumlah Halaman : 103 Halaman + xi Halaman
ISBN : 978-602-00-1385-5

Ajaran Luhur (The Great Learning) atau dalam bahasa aslinya Da Xue, adalah sekumpulan pengajaran yang diberikan oleh Confucius dan (agaknya) ditulis oleh muridnya—kalau bukan ditulis oleh Confucius sendiri. Sementara itu, Ajaran Luhur merupakan buku yang paling pendek dari rangkaian Empat Buku Kebajikan, namun pengaruh Ajaran Luhur tak kalah signifikan. Megapa? Karena buku ini mengajarkan bahwa setiap manusia bisa mengembangkan kualitas dirinya, dan negara hanya bisa dikelola dengan baik oleh orang-orang yang telah berkembang kualitas pribadinya. Ini adalah ajaran mendasar yang harus diwujudkan oleh siapa pun yang ingin terjun ke dalam pemerintahan.

Confucius merumuskan, negara hanya bisa diatur dengan baik jika pemegang kekuasaan adalah orang-orang yang bisa membina keluarganya dengan baik pula. Siapakah yang bisa mengatur keluarganya dengan baik? Yaitu orang-orang yang disiplin dan berkepribadian unggul. Bagaiman cara meraih kepribadian unggul dan mendisiplinkan diri? Dengan menumbuhkan ketulusan dalam pikiran dan keluhuran dalam hati. Apa yang diperlukan untuk mencapai keluhuran hati dan ketulusan pikiran? Dengan memiliki ilmu pengetahuan. Sedangkan ilmi pengetahuan, ia hanya bisa diraih dengan belajar / pendidikan. Dalam buku ini Confucius menunjukkan sikap tegasnya akan keutamaan ilmu dan keluarga sebagai penopang kerajaan (pemerintahan) yang berhasil dan makmur.

Buku ini menyajikan kisah-kisah teladan yang terjadi ribuan tahun lalu di China, juga percik-percik hikmah serta nasihat buah pikiran Confucius. Anda dapat belajar dari banyak peristiwa yang dialami raja-raja sukses maupun yang gagal. Anda juga bisa mereguk petuah bijaksana yang telah terbukti sanggup membina kerajaan tetap bediri sampai seribu tahun lebih. Membaca buku ini sungguh akan membuat kita merasa sedang duduk bersama puluhan murid sambil tekun menyimak wejangan Conficuis.

Di antara banyak kisah dalam buku ini, ada kisah para pejabat kerajaan yang merekomendasikan lawan politiknya untuk sebuah jabatan strategis. Pejabat itu melakukan hal tersebut karena lebih mementingkan kepentingan kerajaan daripada mengurusi permusuhan pribadi. Ada kisah orang-orang baik yang walau pun tidak berusaha memamerkan kebaikannya, tapi orang banyaklah yang dengan sendirinya membuatnya mulia tanpa harus mengemis kemuliaan. Ada kisah seorang ratu yang dengan tegas mendahulukan penghargaan terhadap rakyat daripada kepada raja. Atau, kisah raja yang begitu menyukai salju sehingga lupa bahwa rakyatnya yang miskin justru tersiksa oleh salju tersebut. Semuanya sangat menginspirasi.

Dari 40 cerita yang ada, saya akan mengutip satu di antaranya: dahulu, ada seorang jenderal yang sangat hebat dan memenangkan setiap peperangan yang ia hadapi. Suatu hari, ketika ia sedang di rumah, jenderal tersebut tengah mengagumi sebuah cangkir antic nan indah koleksinya. Itu cangkir yang sangat mengagumkan tiada duanya. Tiba-tiba, tanpa sengaja cangkir itu terpeleset dari genggamannya dan meluncur jatuh.

Jenderal itu memekik kaget, tapi beruntung bisa menangkap cangkirnya. Hampir saja barang berharga itu jatuh dan hancur berantakan. Namun demikian, di saat masih diliputi keterkejutan, sang raja menyadari satu kenyataan yang mencerahkan: aku telah menjalani demikian banyak pertempuran dan tak pernah takut sedikit pun, tapi hari ini, ketika cangkir ini lepas dari tanganku dan hampir saja hancur, aku menjadi sangat canggung dan sangat ketakutan. Aku kalah oleh cangkir ini.

Yang dilakukan oleh sang jenderal kemudian adalah membanting cangkir antiknya sampai hancur dan merampungkannya dengan tertawa lega. Dia telah terbebas dari rasa takut. Dia telah kembali menjadi jenderal paling pemberani di kerajaanya.

Selamat membaca []

Anda bisa menemui saya di twitter @arulight. Request penulisan resensi bisa dengan menghubungi email: arulight87@gmail.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: