• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

AWAS! Pikiranmu Berpengaruh pada Tubuhmu

image

Saya akan menuturkan sebuah kisah nyata yang terjadi pada sahabat saya yang, alhamdulillah, masih hidup sampai hari ini. Demi menjaga privasinya, sebut saja dia D (inisial dari nama David. Saya pikir dengan menyebutnya D maka pembaca tidak akan tahu kalau saya sedang membicarakan si David)

Nah, dua bulan menjelang pernikahannya tahun lalu, D berubah menjadi anak yang sholih, taat, dan berbakti pada ibunya. Setiap pagi dia mengantar sang ibu dengan naik sepeda motor baru warna putih imut-imut ke tempat kerjanya, sebuah pabrik pengolahan ikan di Sedayu Lawas. Dan kisah ini terjadi pada salah satu pagi saat D mau pulang setelah mengantar sang bunda tercinta.

Baru saja keluar dari pintu gerbang pabrik, tiba-tiba D diserang gejala M yang sangat parah (M adalah singkatan untuk gejala Mules di Perut yang Amat Sakit Karena Ada Sesuatu yang berbahaya Memaksa untuk Keluar dan Mencemari Lingkungan). Tentu saja D kalang kabut. Di sekitar situ tidak ada toilet umum, POM bensin terdekat masih satu kilometer jauhnya, sedangkan rumahnya masih 3 kilometer. Maka, tanpa pikir panjang dan mengucapkan sayonara pada satpam, D langsung tarik gas ngebut menuju POM bensin.

Sepanjang jalan D tak hentinya memikirkan benih kurang ajar yang sudah antri di pintu gerbang. D molet molet. Setiap gronjal di aspal membuat pembukaan rahimnya semakin parah. Sungguh, kecelakaan terburuk bagi seorang pria pengisi suara adalah melahirkan M di atas sepeda motor putih yang masih anyar kinyis kinyis.

“what the ngak!” D memekik. Pukul 7 pagi adalah waktunya para pelajar dan angkot seliweran menyesakkan jalan. Kemacetan tak bisa terelakkan. D duduk menekan jok sepeda dengan sekuat tenaga. POM bensin melambai-lambai di depan mata.

Lalu, sesuatu terjadi di jalanan tepat di depannya. Aku lupa peristiwa apa itu tapi yang jelas kejadian tersebut membuat D melupakan M, POM bensin, dan Wonder Woman untuk sementara. Setelah peristiwa jalan raya itu selesai, dan kendaraan kembali bergulir, seketika D kembali teringat pada pasukan Hitler yang menggedor terowongan rahasia miliknya. Tapi sekarang D adalah sosok yang berbeda. D telah dewasa dan berwawasan luas. D tahu bagaimana cara mencegah kelahiran di atas sepeda motor.

“ketika aku memikirkan POM bensin, ketika aku sekuat tenaga mengempet mereka, rasa sakitnya justru semakin menggila. Nyeri dan pahit menggigit. Tapi ketika pikiranku teralih, ketika aku fokus pada yang lain, seketika singkong bakar itu berhenti bergejolak dan rasanya Baik-baik saja. Nah, karena itu, aku tidak akan memikirkanmu sepanjang jalan. Aku akan memikirkan hal yang lain. ROAAARRRR!”

D berhasil menyelesaikan perjalanannya dengan aman sentosa. Di kendaraan dia terus terusan memikirkan nasib hutan dan lautan yang tercemar. Dengan cara ini, D terbebas dari siksaan singkong bakar kekuningan.

Pagi itu datang ke rumah sambil tertawa-tawa, bercerita dengan bangga dan… Langsung lompat ke toilet untuk membereskan pasukan Hitler yang sesungguhnya masih menunggu kesempatan menjebol benteng pertahanan #arulife #arulight

Anda bisa menemui saya di Twitter @arulight

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: