• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

CARA CERDAS UNTUK MEMBUAT SISWA MENCINTAI KEBERSIHAN

IMG-20160318-WA0003

 Suatu ketika Amar menemuiku untuk meminta sedikit pertolongan paling gila di dunia.

AR: Bantu aku membuat siswaku rajin bersih-bersih.

AC: What the ngak? Aku penulis, woy, bukan motivator cleaning service

AR: nah, justru itu, kau pasti bisa membuat mereka berubah jadi murid yang rajin menjaga kebersihan.

AC: oke, coba kau jelaskan bagaimana rencanamu itu.

AR: murid-muridku itu kebangetan untuk urusan kebersihan. Tidak pernah kelas mereka bebas sampah. Harus diperintah dulu baru mau memungut sampah. Jadi begini, aku akan mengumumkan pada mereka bahwa akan ada kunjungan dari penulis nasional ke sekolah kita.

AC: bwahahaha. Semprul.

AR: kan memang iya, bukumu ada di mana-mana, kan? Dari Sabang sampai Merauke, tembus Kuala Lumpur.

AC: bwahaha. You’re damn crazy. Terus terus, aku harus ngapain?

AR: mereka kan pastinya excited, tuh. Tapi, pada malam hari sebelum kau datang ke sekolah, aku akan menyelinap ke kelas-kelas mereka dan menebarkan sampah sebanyak-sebanyaknya. Semua kelas akan kotor dan berantakan.

AC: ng… terus?

AR: besoknya, kau datang ke sekolah, tapi anak-anak belum ada yang masuk kelas. Semua berbaris di halaman, kamu tampil memperkenalkan diri, terus kamu bilang kamu akan mengunjungi kelas mereka satu persatu.

AC: ng… Astaga, you’re damn genius! Hahaha.

AR: hahaha, mereka kan pastinya kaget tuh melihat kelasnya berantakan. Selanjutnya aku ingin melihat, apakah mereka tergerak untuk membersihkan kelasnya atau tetap diam saja.

AC: genius! Genius! Genius! Ini akan aku jadikan salah satu adegan dalam bukuku.

AR: huft, dasar pencuri ide, kau.

AC: eh, tunggu, lantas bagaimana caranya kedatanganku itu akan membuat mereka mencintai kebersihan?

AR: logika sederhana yang bekerja di sini. Mengapa mereka membersihkan kelasnya? Karena mereka beranggapan bahwa mereka akan didatangi orang yang spesial. Kau, sang penulis. Lantas mengapa setiap hari kelasnya tidak bersih? Karena mereka beranggapan…

AC: gurunya bukan orang yang spesial…

AR: tepat sekali! Itulah intinya, untuk mendidik siswa, pertamakali harus mendidik sang guru. Jika guru tidak bisa menjadi sosok spesial bagi muridnya, maka tidak mungkin dia bisa mendidik mereka. Kau tidak bisa menyuruh muridmu rapi sebelum dirimu rapi. Bukankah pohon kelapa hanya akan melahirkan kelapa?

AC: kau memang genius. Dengan satu kegiatan, kau mengajarkan muridmu agar selalu menjaga kebersihan biar tidak panik kalau ada kunjungan orang spesial, di lain pihak, kau mengajarkan guru-gurumu agar menjadi orang spesial biar kelas selalu bersih tidak berantakan.

AR: semoga saja berhasil. Dan, oh ya, besok kau harus tampil rapih.

AC: GGRRRHHH

AR: jangan pakai sandal!

AC: MMBBKKRRTTTGGG

AR: jangan pakai kaos!

AC: what the ngak?! Aku cuma pakai celana sambil nyeker gitu? #aruliterature

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: