• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

[Resensi] Sang Penakluk Kutukan: bagaimana jika takdir memilihmu untuk bertemu ‘kutukan’?

Sang Penakluk Kutukan

Setiap kebencian dan permusuhan adalah warisan. Tidak ada manusia yang terlahir membenci orang lain, pun demikian, tidak semua orang sanggup tidak membenci orang lain. Terlebih jika mereka menanggung sebuah kutukan. Jika itu kau yang dipilih untuk bertemu dengan ‘kutukan’, sanggupkah kau untuk tidak membencinya melainkan membaca raut wajahnya?

***

Sampai hari ini, Arul chandrana adalah novelis pertama dan satu-satunya dari Pulau Bawean—sebuah pulau kecil di tengah lautan utara pulau Jawa. Dia telah menerbitkan beberapa buku baik solo maupun antologi. Buku-bukunya adalah Pemburu Rembulan (Gradien Mediatama), Berbagai Keajaiban dalam Hidup (Quanta – Elex Media), Kapten Bhukal (Tiga Serangkai—dalam proses), Samudra Novara (Mizan—dalam proses). Sedangkan buku antologinya adalah Bukan Pangeran Kodok (Penerbit Andi), Jangan Tertawa pada Malam Hari (Dar! Mizan), dan Ramadan in Love (Indiva). Selain menulis buku, Arul juga menulis di blog pribadinya.

Pada dekade 90an ke belakang, di Bawean pengobatan dokter bukanlah pilihan pertama. Hampir semua orang yang sakit akan dibawa ke dukun atau kyai. Pengobatan ini selalu menjadikan setan sebagai biang kerok setiap penyakit. Dan ketika sebuah penyakit tak bisa disembuhkan, atau ketika muncul suatu penyakit yang demikian aneh dan mengerikan, penderitanya harus rela menjalani pengucilan dan pengasingan. Lebih buruk lagi, pengusiran. Tema inilah yang diambil oleh Arul Chandrana dalam buku terbarunya, Sang Penakluk Kutukan.

Adalah Ranti, seorang gadis SD yang menjadi tokoh utama novel ini, pada suatu hari sedang pergi menuju lautan. Dia harus melewati hutan dan menempuh perjalanan sejauh beberapa kilometer dari rumahnya. Ranti sendirian, bernyanyi kecil sepanjang jalan, kemudian sekuntum bunga liar di tepi jalan mencuri perhatiannya, Ranti menepi untuk memetik bunga yang harum itu, tiba-tiba, di balik sebatang pohon tak jauh dari situ… pertemuan pertamanya dengan si makhluk kutukan terjadi. Pertemuan yang akan menjungkir balikkan kehidupannya dan kehidupan semua orang di desanya. Pertemuan yang menyebabkan kehebohan luar biasa sehingga semua orang di desa berdiri rapat dengan permusuhan semakin membengkak. Makhluk kutukan itu sudah sepuluh tahun diusir dari desa, dan kini seorang bocah kecil melanggar pantangan terbesar bagi semua orang.

Kisah yang disuguhkan Sang Penakluk Kutukan tidak hanya berpusar di konflik makhluk kutukan, tapi juga menampilkan kisah persahabatan, ikatan keluarga, sifat masyarakat yang picik dan mudah menuduh, perdukunan, juga sekelumit ilmu pengobatan tradisional.

Di sekolahnya Ranti harus menghadapi permusuhan beberapa siswa lainnya karena ayahnya yang berprofesi sebagai herbalis. Bocah-bocah usil itu tidak henti-hentinya menjahili Ranti. Untunglah Ranti memiliki seorang sahabat yang senantiasa menemaninya menghadapi siswa-siswa tengil itu. Masalahnya, bukan hanya sesama siswa yang memusuhi Ranti, salah satu guru pun memusuhi Ranti sekeluarga.

Setelah pertemuan tidak sengaja dengan si makhluk kutukan, Ranti sama sekali tidak mengira jika akan ada beberapa pertemuan berikutnya. Pertemua yang membuka matanya, membuatnya mengerti banyak hal yang tidak dipahami orang-orang di desanya. Ranti pun mencari tahu sejarah si makhluk kutukan, sejarah yang campur baur antara mitos raja jin dan kebenaran yang disembunyikan. Sehingga akhirnya, Ranti memiliki persahabatan yang tidak dimiliki oleh siapa pun di Bawean: persahabatan dengan si makhluk kutukan. Hanya saja, sebagian persahabatan adalah rahasia yang semestinya disembunyikan.

Sang Penakluk Kutukan diterbitkan oleh Penerbit Republika, salah satu penerbit terbesar di Indonesia. Republika adalah penerbit yang menerbitkan buku-buku Kang Abik seperti Ayat-Ayat Cinta 1 & 2, Ketika Cinta Bertasbih, dll. Juga buku-buku Tere Liye dan banyak lagi buku terkenal lainnya. Reputasi Penerbit Republika tidak diragukan lagi di antara para penikmat buku, baik dari Indonesia maupun luar negeri—seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura. Sebagai buktinya, banyak buku terbitan Republika yang kemudian beredar di tiga negara tadi. Keberhasilan Sang Penakluk Kutukan menembus meja redaksi Penerbit Republika menjadi bukti bahwa kisah dari pulau Bawean ini memang hebat dan layak untuk dimiliki Anda semua.
Sang Penakluk Kutukan bisa Anda dapatkan di toko buku – toko buku seluruh Indonesia, dan Anda juga bisa memesan langsung kepada penulisnya:
Facebook: Arul Chandrana
Email: archandrana@gmail.com
WhatsApp: 0822 3330 8242
Anda akan terdaftar sebagai pemesan dan mendapatkan pemberitahuan mengenai harga buku, ongkos kirim, serta nomor rekening untuk pembayaran.
Terimakasih atas perhatiannya.

Advertisements

One Response

  1. Reblogged this on rezawahya and commented:
    Bisa dijadikan refensi bacaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: