Posted in baweanologi, novel terbaru, sastra

#11 Tahukah Anda, Sang Penakluk Kutukan Adalah Novel yang Meramu Beberapa Peristiwa Nyata di Bawean? [part three]

wanita menulisDua hal ini sama benarnya: seorang penulis akan melibatkan sedikit banyak kehidupannya dalam karyanya, seorang penulis akan sepenuhnya menulis kisah yang sama sekali tidak berhubungan dengan kehidupannya. Dua hal itu sama benarnya. Seorang penulis bisa menggunakan pengalaman hidupnya sebagai bahan tulisan, bisa juga ia murni menggunakan imajinasinya untuk menulis kisahnya. Dan bagi saya, kedua hal itu sama-sama tidak ada buruknya. Kewajiban penulis adalah menyampaikan kisah yang bagus, terserah dia mau melibatkan kisah hidupnya atau sama sekali tidak berhubungan dengan kehidupannya, selama kisah itu memikat pembaca, saya tidak keberatan.

Aku melakukan dua hal itu dalam setiap tulisanku.

Aku bisa mencuil-cuil kehidupanku menjadi ratusan fragmen tidak berhubungan dan memungut beberapa butir secara acak untuk

kumasukkan dalam cerita. Ini biasanya terjadi dalam cerita-cerita bersetting Bawean. Dan aku juga bisa mengkhayal sedemikian rupa untuk membuat sebuah kisah yang seutuhnya berbeda dengan diriku. Keduanya sama-sama kegiatan yang menyenangkan sekaligus merepotkan. Karena ini menyangkut bagaimana kau menyampaikan peristiwa, bukan menyangkut nyata atau tidaknya sebuah peristiwa. Untuk novel Sang Penakluk Kutukan, aku melibatkan cukup banyak hal dalam kehidupan masa kecilku di Bawean hampir 20 tahun lalu.

Aku membawa guru kesayanganku ke dalam buku ini, aku membawa teman-teman masa kecilku, tapi aku juga merekayasa banyak hal tentang mereka. Aku membawa kehebohan yang terjadi di desa, kehebohan saat semua orang dikerahkan turun hutan mencari penyamun yang bersembunyi entah di mana, aku membawa kegembiraan saat bermain di pantai Labbhuan, aku membawa kebiasaan masyarakat yang sangat mudah diprovokasi, aku membawa malam-malam yang gelap tanpa penerangan listrik. Semua hal yang menarik dan menyenangkan. Semua hal yang menakutkan dan mendebarkan. Namun demikian, aku tidak bisa mengatakan padamu ini sebuah kisah based on true story, sama sekali tidak. Sang Penakluk Kutukan bukanlah kisah nyata, walaupun dalam beberapa bagian ia menggandeng kisah nyata dalam tuturan ceritanya.

Dan, dibandingkan dengan bukuku yang sudah terbit sebelum ini, Sang Penakluk Kutukan adalah naskah yang paling bagus persiapan dan penggarapannya. Ini naskah paling metodis dari naskah-naskah yang pernah kubuat, baik yang sudah terbit maupun yang masih mangkrak di komputer. #arulight

image

Pembaca yang budiman, untuk pemesanan buku Sang Penakluk Kutukan, Anda bisa mendaftarkan diri dengan mengirim pesan (inbox) ke layanan berikut:
Facebook: Arul Chandrana
Email: archandrana@gmail.com
WhatsApp: 0822 3330 8242
Anda akan terdaftar sebagai pemesan dan mendapatkan pemberitahuan ketika buku ini sudah terbit, termasuk harga buku, ongkos pengiriman, dan nomor rekening pembayaran.

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s