• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

#10 Tahukah Anda, Sang Penakluk Kutukan Adalah Novel yang Meramu Beberapa Peristiwa Nyata di Bawean? [part two]

nelayan naik sampan
Ada banyak kisah mengerikan yang terjadi di masa lalu. Sebagian besar tidak pernah terulang lagi—dan kita harus bersyukur atas hal itu. sebagian yang lain, terus berulang dan berulang. Yang akan kuceritakan kali ini adalah sebuah peristiwa yang terjadi di masa lalu dan tak terulang lagi—syukur Alhamdulillah. Peristiwa menakutkan warisan zaman tanpa penerangan yang menjadi salah satu elemen dalam novel Sang Penakluk Kutukan.

Peristiwa ini terjadi jauh sebelum aku lahir, saat ibuku masih SD, dan di Bawean belum ada listrik. Semua rumah hanya menggunakan penerangan lampu teplok. Saat malam tiba, kegelapan berputar-putar dari satu rumah ke rumah yang lain seakan angin yang menebarkan kengerian. Dan memang itulah yang terjadi ketika dua orang bersaudara pergi melaut. Mereka tidak tahu jika itu akan menjadi kebersamaan mereka yang terakhir.

Ketika dua saudara itu sudah menebar jaringnya, tiba-tiba mereka menyadari sampannya hanyut beberapa meter terseret ombak. Dan, di luar kebiasaan, sang adik yang tidak bisa berenang mengajukan diri untuk mengambil sampan tersebut. Sang kakak berusaha mencegah, tapi adiknya sudah meluncur ke dalam air dan menyelam. Laut seketika hening. Ombak seakan membeku. Angin berhenti bertiup. Setelah beberapa saat menunggu… sang kakak sadar jika adiknya telah menghilang di dasar lautan.

Ini peristiwa kematian yang menghebohkan. Amat sangat menghebohkan. Bukan hanya karena di Kumalasa—sejauh yang diingat masyarakat—belum pernah terjadi sebelumnya ada penduduk yang meninggal saat menangkap ikan, tapi lebih karena tiga hari kemudian mayat itu baru diketemukan. Terdapar di tepi pantai. Tubuh menggembung sebesar lemari. Butuh puluhan orang untuk menggotongnya ke kampung. Dan selanjutnya. Pada malam pertama sejak kematiannya… peristiwa itu pun terjadi. Peristiwa yang membuat penghuni dari empat atau lima rumah berkumpul di satu rumah saja. Peristiwa yang membuat malam hari menjadi lebih sepi dan lebih gelap di Kumalasa. Peristiwa yang membuat orang-orang tak berani membuka mata saat tengah malam. Peristiwa…

Aku membawa secuil dari kenangan mencekam itu dalam novel baruku, #Sang_Penakluk_Kutukan #Penerbit_Republika #arulight

image

Pembaca yang budiman, untuk pemesanan buku Sang Penakluk Kutukan, Anda bisa mendaftarkan diri dengan mengirim pesan (inbox) ke layanan berikut:
Facebook: Arul Chandrana
Email: archandrana@gmail.com
WhatsApp: 0822 3330 8242
Anda akan terdaftar sebagai pemesan dan mendapatkan pemberitahuan ketika buku ini sudah terbit, termasuk harga buku, ongkos pengiriman, dan nomor rekening pembayaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: