Posted in baweanologi, novel terbaru, sastra

#9 Tahukah Anda, Sang Penakluk Kutukan Adalah Novel Yang Meramu Beberapa Peristiwa Nyata Di Bawean? [part one]

dermaga bawean
Ini adalah peristiwa puluhan tahun lalu, ketika ibuku masih anak-anak, dan aku mendengarnya untuk pertama kali belasan tahun lalu, ketika aku masih anak-anak. Tapi semenjak saat itu aku tak pernah melupakannya. Ini kisah tentang seorang pria yang, entah bagaimana mulanya, tiba-tiba menderita penyakt lepra. Orang Bawean menyebutnya ‘laran jhubok’.

Pria itu diasingkan ke hutan jauh dari desa. Sangat jauh malah. Beruntunglah hutan Bawean tidak memiliki karnivora pemangsa manusia. Lelaki itu tinggal seorang diri di hutan, hanya ditemani seekor anjing yang setia dan, menurut cerita orang-orang, sepertinya paham bahasa manusia.

Secara berkala keluarganya akan menjenguk si sakit sambil membawakan makanan untuk hari itu. Dan karena tidak ada yang beranidekat-dekat, takut ketularan, tidak tahan baunya, ngeri melihat sosoknya, kebanyakan orang bukannya menyerahkan bingkisan makanannya, melainkan melemparkannya melalui kusen di atas pintu. Setelah itu mereka pun berlari meninggalkan pria itu. Bahkan anak istrinya pun berbuat begitu.

Aku memiliki seorang paman yang peduli kepada si penderita lepra. Beliau sering menjenguk dan mengantar makanan. Suatu hari, pamanku menjenguk penderita lepra tersebut dan mendapati satu bungkus makanan tergeletak di bawah dipan. Si penderita lepra sudah demikian parah sehingga tak bisa bangun untuk mengambil makanannya. Tapi ajaibnya, anjing yang setia itu sama sekali tidak menyentuh makanan tuannya. Dia hanya menderum di dekat bungkusan tersebut, menatapnya dengan segan. Di lain kesempatan, setiap kali ada orang datang atau mendekati gubuk pengasingan tersebut, si anjing penjaga akan menyalak keras dan hanya akan diam ketika sang tuan yang tergeletak di dipan menyuruhnya diam. Tidak bisa kubayangkan betapa kesepian lelaki itu andai ia tak memiliki si anjing setia untuk menemaninya.

Pria itu mati sendiri. Tidak ada yang tahu. Orang hanya melempar makanan ke dalam gubuk tanpa menengok keadaannya. Pamanku menjenguknya suatu hari dan hanya mendapati keheningan. Suara anjing menguik di dalam. Paman membuka pintu dan kaget mendapati pria itu sudah meninggal di atas dipannya. Entah sudah berapa lama.

Dia dikuburkan di dekat gubuknya, di tengah hutan, dengan batu-batu ditata rapi di sekelilingnya. Pepohonan hutan tumbuh menjulang menaunginya dari matahari. Tapi tak ada manusia yang berziarah ke sana. Dan anjingnya yang setia hilang entah ke mana. Pamanku tidak bercerita. #arulight
[Menyongsong terbitnya buku baru #Sang_Penakluk_Kutukan #Penerbit_Republika]

image

Pembaca yang budiman, untuk pemesanan buku Sang Penakluk Kutukan, Anda bisa mendaftarkan diri dengan mengirim pesan (inbox) ke layanan berikut:
Facebook: Arul Chandrana
Email: archandrana@gmail.com
WhatsApp: 0822 3330 8242
Anda akan terdaftar sebagai pemesan dan mendapatkan pemberitahuan ketika buku ini sudah terbit, termasuk harga buku, ongkos pengiriman, dan nomor rekening pembayaran.

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s