Posted in baweanologi, novel terbaru, sastra

#7 Tahukah Anda, Ada Satu Jenis Hantu yang Hanya Ada di Bawean? Dia Adalah Hantu Ilung Lanjang

ilung lanjang
ilustrasi ilung lanjang

Terjadi di Bawean. Aku masih anak-anak tapi sudah cukup mengerti untuk merasakan kengerian sebuah cerita saat pertama kali berkenalan dengan Ilung Lanjang. Entah siapa yang menuturkan cerita tersebut, aku tak ingat benar, tapi aku sangat ingat bagaimana aku, para sepupu dan anak tetangga akan kabur berlompatan ketika seseorang mulai menyanyikan lagu mengerikan yang mengiringi ke datangan si hantu Ilung Lanjang: gladuk, Ilung Lanjang… gladuk, Ilung Lanjang… gladuk, Ilung Lanjang…

Jadi seperti apa hantu Ilung Lanjang itu? dia digambarkan sebagai sosok lelaki tua renta bungkung berhidung panjang. Maksudku sangat panjang sampai menyentuh tanah. Hidung itu tidak berfungsi sebagai alat pernapasan bagi si hantu—kita tahu hantu tidak bernapas, kan—melainkan sebagai tongkat. Jadi, bunyi gladuk gladuk dalam theme song Ilung Lanjang adalah gambaran dari bunyi hidung si hantu saat ujungnya menghentak menghantam permukaan tanah. Seperti bunyi tongkat kakek tua di malam buta. Bisa kau bayangkan betapa mengerikan malam hari dengan penerangan seadanya, selepas isya sudah sunyi senyap, lalu seseorang dari dalam bungkusan sarungnya mulai bernyanyi pelan-pelan, gladuk, Ilung Lanjang… gladuk, Ilung Lanjang… gladuk, Ilung Lanjang… anak perempuan sampai menangis kalau sudah dinyanyikan lagu yang satu ini.

Lantas apa yang dllakukan si hantu Ilung Lanjang? Yeah, ini adalah factor yang penting untuk dibahas mengenai hantu: kegiatannya. Walaupun seluruh umat manusia tahu hantu adalah makhluk yang tidak butuh pekerjaan, tapi seluruh umat manusia juga tahu tidak ada hantu pengangguran di dunia ini. Tuyul kerjanya mencuri, gendruwo kerjanya menjaga ladang, pocong kerjanya meneror orang, wewe gombel kerjanya membuat kesasar orang, kuntilanak kerjanya makan sate seratus tusuk, nah, si Ilung Lanjang kerjanya: menculik anak kecil yang nakal dan tidak mau tidur. Dibawa ke mana? Anak nakal yang telah diangkat akan digotong oleh Ilung Lanjang menuju kuburan dan ditidurkan di sana. Ada yang mengatakan, akan dibawa ke kuburan dijadikan anak angkatnya.

Percaya atau tidak, sewaktu aku kecil, aku tidur di rumah tetangga dan benar-benar tidak bisa tidur. Tengah malam, aku mendengar suara gladuk-gladuk melintasi rumah. Aku ingat sampai menggigil saking takutnya. Lupa bahwa di belakang rumah tetanggaku itu suaminya bekerja sebagai nelayan dan selalunya pulang tengah malam. #arulight

[Menyongsong terbitnya buku baru #Sang_Penakluk_Kutukan #Penerbit_Republika]

image

Pembaca yang budiman, untuk pemesanan buku Sang Penakluk Kutukan, Anda bisa mendaftarkan diri dengan mengirim pesan (inbox) ke layanan berikut:
Facebook: Arul Chandrana
Email: archandrana@gmail.com
WhatsApp: 0822 3330 8242
Anda akan terdaftar sebagai pemesan dan mendapatkan pemberitahuan ketika buku ini sudah terbit, termasuk harga buku, ongkos pengiriman, dan nomor rekening pembayaran.

Atas perhatiannya, kami ucapkan banyak terimakasih. Salam.

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s