• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

#4 Tahukah Anda, Sampai Tahun 90an Di Bawean Praktik Perdukunan Lebih Populer Daripada Pengobatan Dokter?

dukun perempuan 1
Mulai dari sekadar demam dan masuk angin sampai tumor dan gagal ginjal, selalu ada jin yang bertanggungjawab dan harus di hajar oleh sang dukun. Yup, benar sekali, itulah era pengobatan kunyit-kapur-sirih yang sangat marak di Bawean sampai menjelang akhir dekade 90an.
Pada masa itu pengobatan dokter adalah pilihan ke tiga atau ke empat bagi masyarakat. Jika ada anggota keluarga yang sakit, maka mereka akan membawanya ke dukun untuk mendapatkan pengobatan. Aku ingat waktu kecil dulu pernah mengantar ibu ke rumah salah satu dukun di kampung sebelah, di desa Sobori. Ada kerabat kami yang sakit dan meminta bantuan ibuku untuk meminta pengobatan pada si dukun.
Setelah sedikit bincang-bincang, dukun perempuan yang sudah uzur itu mengiris kunyit, melumuri bekas irisan dengan kapur, kemudian mengintip permukaan tersebut dengan ekspresi yang berhasil membuatku

bergidik ketakutan. Beberapa saat kemudian, sungguh ajaib, dukun itu bisa menyebutkan dengan spesifik salah satu tempat di desaku yang menurutnya dihuni jin penyebab sakitnya kerabatku itu. Hebat! Irisan kunyitnya jauh lebih akurat daripada Google Map dan itu dia lakukan dua puluh tahun sebelum Google Map ada di dunia. Selanjutnya, dukun tua tadi membungkus entah apa saja dalam daun sirih dan menyerahkannya kepada ibuku. Itulah obatnya. Sama sekali tidak mirip obat yang biasa kita beli di apotik dan kerabatku itu pun sembuh beberapa hari kemudian! Sembuh total!
Namun demikian, pengobatan tidak selalu kepada para dukun. Banyak pula penduduk Bawean yang tahu bahwa mendatangi dukun adalah perbuatan yang tidak dibenarkan dalam Islam. Jadi mereka mendatangi para kyai. Di sana, pak yai mengambil segelas air, membacakan doa-doa, meniup si air, dan meminumkan pada si sakit. Tentu saja aku tidak yakin air itu steril seratus persen setelah ditiup-tiup pak yai. Dan hasilnya, setelah meminum air doa tersebut si orang sakit pun SEMBUH! Sembuh! Sembuh seratus persen!
Praktik perdukunan ini menjadi salah satu elemen sosial budaya yang bisa Anda baca di novel terbaru saya. Sebuah novel yang mengusung kisah kemanusian, persahabatan, pengkhianatan, mitos dan klenik, serta kutukan yang menghancurkan bukan hanya sebuah keluarga, tapi seluruh desa. #arulight
[Menyongsong terbitnya buku baru #Sang_Penakluk_Kutukan #Penerbit_Republika]

Anda bisa menemui saya di Twitter @arulight

image

Pembaca yang budiman, untuk pemesanan buku Sang Penakluk Kutukan, Anda bisa mendaftarkan diri dengan mengirim pesan (inbox) ke layanan berikut:
Facebook: Arul Chandrana
Email: archandrana@gmail.com
WhatsApp: 0822 3330 8242
Anda akan terdaftar sebagai pemesan dan mendapatkan pemberitahuan ketika buku ini sudah terbit, termasuk harga buku, ongkos pengiriman, dan nomor rekening pembayaran.

Atas perhatiannya, kami ucapkan banyak terimakasih. Salam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: