Posted in sastra

Penulis Paling Berhasil adalah Penulis yang Paling Gigih (tips menulis no. 2)

bekerja keras
Mengapa ada penulis yang berpenghasilan sangat besar sementara, di sisi lain, ada penulis yang kerjanya hanya membangkrutkan penerbitnya? Ini karena ada satu kepantasan yang mengikat setiap penulis. Kepantasan itu adalah: seorang penulis tidak bisa mengharapkan sesuatu dari kerja menulisnya lebih dari seberapa besar usahanya memperbaiki kualitas tulisannya. Penulis dengan kualitas tulisan pada tingkat 1, dan tidak memperbaiki kualitasnya tersebut, maka hasil yang didapatkan pun hanya pada tingkat 1. Sementara penulis yang terus mengasah keahliannya, hingga terus meningkat dan sampai pada titik 100, dia pun akan mendapatkan hasil 100 dari kepenulisannya. Saya sebutkan sebuah nama, JK Rowling. Dengan keahlian menulis yang luar biasa di bidang fiksi fantasi, pada suatu waktu kekayaannya berhasil melampaui kekayaan Ratu Inggris! Karena sebenarnya menulis adalah keahlian. Persis seperti seorang pemahat dengan keahliannya mengukir kayu.

Pada faktanya, banyak penulis yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali bayaran royaltinya saja—bahkan ada yang hanya mendapatkan uang muka saja. Lakukan penelitian lagi, berapa banyak dari nama-nama yang Anda temukan di toko buku yang diundang untuk menjadi pembicara bedah buku? Berapa banyak yang diundang menjadi pembicara di sebuah seminar? Berapa banyak yang diundang menjadi pembicara kelas menulis? Berapa banyak yang

membuat pelatihan menulis? Hanya sedikit sekali. Untuk itulah keahlian Anda menyangkut tulis menulis harus terus dan terus dikembangkan agar Anda mendapatkan sebanyak yang Anda butuhkan.

Namun demikian, dengan cerobohnya, ada juga orang-orang yang berteriak: menulis itu gampang! Hahaha, percayalah pada saya, jika ada yang bilang menulis itu gampang, Anda baru saja mendengarkan perkataan ‘seorang pendusta!’ Jika memang menulis itu gampang, mengapa buku yang hebat jumlahnya sangat sedikit? Buktinya, sangat sedikti sekali jumlah penulis sekelas Rowling, Chairil, Dicken, Pramudya, Hirata, Stephen King, Marquez, Pamuk, dll. Mengapa itu terjadi? Tentu saja karena menulis tidak gampang. Tidak semua orang bisa mencapai taraf keahlian yang layak untuk membesarkan nama mereka. Dari semua orang yang menulis, tidak semuanya bagus, dari semua penulis yang bagus, tidak semuanya hebat, dari semua penulis hebat tidak semuanya luar biasa.

Bagaimana dengan orang yang berbakat? Saya tegaskan, bakat saja tidak cukup untuk menguasai keahlian menulis. Anda butuh latihan. Karena latihan yang tekun mampu mengalahkan bakat. Ingat rumus 10.000 jam? Seorang penulis Amerika (Malcolm gladwell) merumuskan bahwa salah satu syarat untuk menguasai sebuah keahlian adaah dengan melakukan latihan konsisten selama 10.000 jam. Artinya, jika Anda menghabiskan waktu 4 jam tiap hari untuk memperbaiki kualitas tulisan anda, maka Anda butuh waktu selama TUJUH TAHUN. Selama itulah yang perlu Anda lalui untuk menjadi seorang ahli di bidang tulis menulis. Satu-satunya cara untuk mempersingkat adalah dengan menambah jumlah latihan harian Anda.

Berikut ini beberapa nama penulis dan waktu yang mereka habiskan untuk menerbitkan buku solo perdananya. Perhitungannya dimulai dari tahun ketika mereka mulai belajar / menyukai tulis menulis sampai terbitnya buku solo.

  1. Afifah Afra (Buku solo pertama terbit usia 21 tahun. Mulai suka nulis umur 7 tahun)
  2. Binta Al-Mamba (mulai menyukai tulis menulis sejak SD dan menerbitkan novel duet pada 2013. Pada saat itu, Mbak Binta telah menjadi seorang ibu-ibu)
  3. Eni Martini (mulai mengarang kelas 4 SD, diterbitkan usia 23 tahun)
  4. Irhayati Harun (tahun 2005 mulai menulis cerpen dan kisah inspiratif, tahun 2012 terbit buku solo)
  5. Nyi Penengah Dewanti (2011 mulai menekuni menulis, juli 2013 terbit buku solo)
  6. Lia Herliana (4 tahun proses untuk menerbitkan buku solo)
  7. Arul Chandrana (mulai menulis sejak kelas 6 SD, menerbtikan buku solo 12 tahun kemudian)

Rata-rata, para penulis di atas membutuhkan waktu di atas lima tahun untuk menerbtikan buku solonya. Lantas, bagaimana dengan Nyi Penengah Dewanti? Bagaimana bisa dia hanya melalui masa dua tahun untuk menerbtikan buku solonya? Faktanya, sebelum Nyi menjadi penulis solo, dia telah menerbitkan seratus lebih buku antologi. Luar biasa! Penulis muda itu telah mempercepat masa 10.000 jam-nya dengan mengesankan.

Oleh karena itu, jika Anda memang ingin menjadi penulis yang menerbitkan bukunya, teruslah berlatih, teruslah meningkatkan kualitas Anda, teruslah memperbaiki diri. Dengan adanya internet jalan untuk perbaikan jauh lebih terbuka—bukannya lebih mudah—bagi Anda #aruliterature

Artikel ini disarikan dari situs penulis Ian Irvine

Anda bisa menemui saya di Twitter @arulight

Baca juga artikel lainnya tentang dunia menulis di sini:

Tips menulis no. 1: Nasihat Penting Bagi Calon Penulis: Tantangan Menunggu Anda

Tips menulis no. 2: Penulis Paling Berhasil adalah Penulis yang Paling Gigih

Tips menulis no. 3: Cara Jitu Meningkatkan Kualitas Tulisan Anda

Tips menulis no. 4: Ketika Naskah Kita Ditolak Penerbit, Apa Yang Harus Kita Lakukan?

Tips menulis no. 5: Beberapa Alasan Penerbit Menolak Sebuah Naskah

Tips menulis no. 6: Apa Yang Sebaiknya Dilakukan Penulis Ketika Mendapatkan Kontrak Penerbitan Buku?

Tips menulis no. 7: Cara Bijak Mengelola Royalti Buku Anda

Tips menulis no. 8: Cara Tepat Dan Bijak Menghadapi Editor

Tips menulis no. 9: Mengapa Naskah Yang Sudah Diterima Tidak Kunjung Terbit

Tips menulis no. 10: Bisakah Terjadi Naskah Yang Sudah Diterima Ternyata Batal Terbit

Tips menulis no. 11: Bukuku Terbit, Apa Yang Harus Kulakukan?

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s