• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Ketika Naskah Kita Ditolak Penerbit, Apa Yang Harus Kita Lakukan? (tips menulis no. 4)

edit bukumu

Nah, bagaimana jika naskah yang Anda kirim ke penerbit, setelah tiga bulan menunggu, datanglah kabar bahwa naskah tersebut ditolak (lagi). Apa yang harus Anda lakukan? Panik? Menyesal? Kecewa? Sibuk mengedit? Membayar tukang pukul untuk memukul tetangga Anda yang tak berdosa? Hahaha. Maaf, aku kelewatan tadi. Kebanyakan orang akan segera mengambil tindakan editing. Mereka akan mengubah naskah tersebut, berusaha memperbaikinya, barulah setelah itu mengirim pada penerbit berbeda. Usaha ini bisa saja memakan waktu beberapa minggu. Tak jarang, dalam proses editingnya justru mendatangkan keputusasaan bagi si penulis. Maka jangan ulangi kesalahan yang sudah turun temurun itu. Lantas, apa langkah terbaik yang harus dilakukan ketika naskah kita ditolak penerbit? Jangan terkejut ya, jawabannya adalah: SEGERA KIRIMKAN KE PENERBIT YANG LAIN. Ya, segera. Tak usah repot-repot memperbaikinya. Langsung saja kirmkan pada penerbit lain.

Sebagian besar penerbit di tanah air tidak memberikan penilaian atau poin-poin revisi kepada sebuah naskah yang ditolak, mereka hanya memberikan pemberitahuan bahwa naskah Anda ditolak. Itu saja. Degnan demikian Anda sama sekali tidak punya bahan untuk menghukumi naskah Anda sebagai tulisan buruk yang butuh diobati. Anda bahkan belum tahu pasti apa yang harus diperbaiki. Betul?

Nah, ketika Anda sudah mengirmkan naskah tersebut pada tujuh penerbit berbeda dan masih saja mendapatkan penolakan, tibalah saatnya untuk memperbaiki naskah tersebut, mengeditnya, atau bila perlu, menulis ulang beberapa bab. Mungkin ada dua atau tiga di antara tujuh penerbit yang menolak tadi berbaik hati memberikan penilaiannya pada naskah Anda, gunakanlah penilaian mereka untuk memperbaiki kualitas naskah Anda. Itu kesempatan Anda untuk menjadi penulis yang lebih baik.

Kemudian, setelah Anda mengirimkannya pada sepuluh penerbit lain dan masih saja ditolak, kali ini Anda harus melakukan tindakan yang lebih hebat. Rombak naskah tersebut, beberapa adegan atau sebab-akibat perlu diganti, beberapa tokoh harus menghadapi peristiwa yang berbeda, sudut pandang beberapa tokoh perlu dirubah, bahkan, jika Anda cukup yakin dengan ide novel tersebut, mungkin Anda harus sekali lagi menulisnya dari awal, menjadikannya sebuah buku baru tapi dengan tema yang sama. Setelah itu, kirimkan dia pada penerbit yang Anda incar.

Jika setelah Anda mengirimkan naskah tersebut pada 27 penerbit berbeda dan masih saja ditolak—artinya, jumlah total sudah ada 44 penerbit yang menendang naskah Anda, ehm, kini giliran Anda menendang naskah tersebut ke Kutub Utara. Tulis cerita baru dan GANTI NAMA PENA SERTA ALAMAT EMAIL ANDA. Serius.

Begitulah nasib sebuah naskah, ketika seorang editor dari sebuah penerbit menolak sebuah naskah, jangan panik, itu baru Pendapat Satu Orang, bisa jadi orang lain (editor dari penerbit lain) justeru sangat menyukainya. Sangat sering terjadi pada penulis-penulis yang naskahnya ditolak sebuah penerbit, bahkan dinilai TIDAK LAYAK TERBIT, ketika dia pindah pada penerbit yang lain, justeru naskah tersebut sangat dihargai dan setelah menjadi buku dia mencatat rekor best seller dunia. Keragaman penilaian seorang editor tak ubahnya dengan keragaman komentar pembaca terhadap sebuah buku. Pernahkah Anda menemukan sebuah buku yang HANYA mendapat pujian tanpa celaan? Bahkan Laskar Pelangi pun mendapat banyak kritik. Beda pembaca, beda pula responnya.

Dalam hal ini, tidak ada salahnya Anda membaca komentar para pembaca terhadap buku-buku yang Anda kenal baik untuk merasakan pengalaman perbedaan pendapat mengenai sebuah buku. Bayangkanlah semua pembaca yang berkomentar tentang buku tersebut adalah editor dari sebuah penerbit, dan pendapat mereka adalah keputusan terbit atau tidaknya sebuah buku. Goodreads bisa menjadi tempat yang bagus untuk ini. Dan, berikut ini saya sebutkan beberapa contoh penulis yang naskahnya ditolak berulang kali sebelum kemudian mendapatkan jodoh terbaiknya.

tenbestsellingbooks

10 buku best-seller yang ditolak 20 kali lebih

  1. Barnaby Conrad, tiga tahun hanya menerima surat penolakan dari banyak redaksi. Menurut Conrad, butuh satu kamar mandi untuk menampung semua surat penolakan itu.
  2. William Kennedy, peraih pengharagaan Pulitzer dengan novelnya yang berjudul “Ironweed”. Ditolak oleh 13 penerbit dan baru mencapai kesuksesan 30 tahun kemudian, ketika usianya sudah mencapai 59 tahun.
  3. Kathleen Norris, novelnya yang berjudul “Mother” dan terjual jutaan kopi di tahun 1911, pernah ditolak oleh 18 penerbit.
  4. Dr. Seuss, naskahnya ditolak oleh 27 penerbit, beruntung sekali penerbit ke-28 yang menerbitkannya. Maka sejak saat itu, buku-buku karyanya menjadi best-seller dan terjual jutaan kopi.
  5. William Faulkner yang mendapatkan nobel, menulis naskah berjudul “The Sound and the Fury”. Naskah tersebut tidak bernasib mulus, dia ditolak oleh 13 penerbit sebelum akhirnya diterima dan diterbitkan oleh penerbit keempat belas. #aruliterature

Artikel ini disarikan dari situs penulis Ian Irvine

Anda bisa menemui saya di Twitter @arulight

 

Baca juga artikel lainnya tentang dunia menulis di sini:

Tips menulis no. 1: Nasihat Penting Bagi Calon Penulis: Tantangan Menunggu Anda

Tips menulis no. 2: Penulis Paling Berhasil adalah Penulis yang Paling Gigih

Tips menulis no. 3: Cara Jitu Meningkatkan Kualitas Tulisan Anda

Tips menulis no. 4: Ketika Naskah Kita Ditolak Penerbit, Apa Yang Harus Kita Lakukan?

Tips menulis no. 5: Beberapa Alasan Penerbit Menolak Sebuah Naskah

Tips menulis no. 6: Apa Yang Sebaiknya Dilakukan Penulis Ketika Mendapatkan Kontrak Penerbitan Buku?

Tips menulis no. 7: Cara Bijak Mengelola Royalti Buku Anda

Tips menulis no. 8: Cara Tepat Dan Bijak Menghadapi Editor

Tips menulis no. 9: Mengapa Naskah Yang Sudah Diterima Tidak Kunjung Terbit

Tips menulis no. 10: Bisakah Terjadi Naskah Yang Sudah Diterima Ternyata Batal Terbit

Tips menulis no. 11: Bukuku Terbit, Apa Yang Harus Kulakukan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: