• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Beberapa Alasan Penerbit Menolak Sebuah Naskah (tips menulis no. 5)

naskah ditolak lagi

ukiran moby dick dari buku moby dick

Berikut ini saya tunjukkan beberapa kemungkinan mengapa sebuah naskah ditolak oleh penerbit. Bisa jadi salah satunya adalah alasan mengapa naskah Anda selalu mental di meja redaksi. Walau pun sebenarnya kemungkinan penolakan bisa jadi sangat beragam—melampaui jumlah alasan yang saya sebutkan di bawah ini, tapi kemungkinan-kemungkinan yang akan saya sampaikan berikut adalah kemungkinan yang paling jamak terjadi. Anda bisa melakukan evaluasi setelah ini.

Berikut adalah alasan-alasan tersebut:

1. Si penulis memang tidak bisa ‘nulis’; ini berkaitan dengan imajinasi, kreatifitas, dan yang paling mendasar: kemampuan berbahasa—EYD, tatabahasa, pemilihan kosa kata, dll.
2. Si penulis mengirimkan naskah mentahnya tanpa mau repot-repot mengedit terlebih dahulu, padahal tidak ada satu penulis professional pun yang melakukan kecerobohan seperti itu. Ketika Anda menyelesaikan sebuah naskah, jangan langsung mengirimnya ke penerbit. Biarkan dulu menganggur selama beberapa hari (lima hari adalah pilihan yang bagus). Kemudian baca lagi naskah tersebut. Rasakan bagaimana ia di lidah dan pikiranmu. Perbaikilah naskah Anda dan setelah layak barulah kirim ke alamat penerbit.
3. Jalan cerita atau karakter dalam novel asal comot dari novel yang sudah ada, dari acara televisi, dari film, atau dari games. Jika Anda melakukan hal ini, Anda bukan hanya akan ditolak mentah-mentah, tapi juga ‘ditandai’ sebagai penulis plagiat. Itu artinya, karir Anda mendekati kiamat. Sangat berhati-hatilah dengan urusan ini. Banyak penulis yang tercoreng nama dan karirnya setelah ketahuan melakukan ‘pencurian’ dari buku yang lain.
4. Kualitas naskah yang buruk. Bagaimana buruknya sebuah novel? Buruknya itu bisa jadi karena beberapa factor berikut: novel hanya berisi peristiwa-peristiwa tak bermakna bukanya sebuah kisah utuh, mengangkat isu yang sensitive (SARA) atau ngawur, atau terlalu kental unsur keagamaannya sehingga lebih terkesan seperti buku khotbah dari pada novel. Semua factor tersebut adalah hal-hal yang tidak akan dilirik oleh penerbit. Anda tentu saja boleh bersemangat dalam menulis, tapi ingat, tulisan Anda diharapkan bisa terbit dan terjual. Jika Anda melakukan salah satu dari kemungkinan di atas, siapa yang mau beli novel Anda? Penerbit pun akan menolak.
5. Berisi adegan-adegan kejam nan sadis, memfitnah seseorang atau institusi, mengandung adegan porno, kurang ajar, terlalu aneh untuk bisa dipahami, dll;
6. Dikirimkan ke penerbit yang tidak cocok. Misal, novel mengangkat setting kebudayaan Anda kirimkan ke penerbit buku-buku komputer! Hahaha.
7. Jadwal penerbitan sedang penuh sementara daftar tunggu pun sudah panjang.
8. Pembaca tidak sedang meminati tema naskah yang Anda tulis. Misal, jika ada dua buku, yang satu membahas tentang permainan kasti dan satunya lagi tentang sepakbola, mana kira-kira yang lebih dipilih penerbit?

Oleh karena itu, perhatikan baik-baik poin-poin tersebut sebelum Anda memutuskan untuk menyusun sebuah buku. Anda harus yakin dan mempunyai bukti bahwa yang akan Anda tulis lolos dari celah-celah penolakan di atas. #aruliterature

Artikel ini disarikan dari situs penulis Ian Irvine

Anda bisa menemui saya di Twitter @arulight

Baca juga artikel lainnya tentang dunia menulis di sini:

Tips menulis no. 1: Nasihat Penting Bagi Calon Penulis: Tantangan Menunggu Anda

Tips menulis no. 2: Penulis Paling Berhasil adalah Penulis yang Paling Gigih

Tips menulis no. 3: Cara Jitu Meningkatkan Kualitas Tulisan Anda

Tips menulis no. 4: Ketika Naskah Kita Ditolak Penerbit, Apa Yang Harus Kita Lakukan?

Tips menulis no. 5: Beberapa Alasan Penerbit Menolak Sebuah Naskah

Tips menulis no. 6: Apa Yang Sebaiknya Dilakukan Penulis Ketika Mendapatkan Kontrak Penerbitan Buku?

Tips menulis no. 7: Cara Bijak Mengelola Royalti Buku Anda

Tips menulis no. 8: Cara Tepat Dan Bijak Menghadapi Editor

Tips menulis no. 9: Mengapa Naskah Yang Sudah Diterima Tidak Kunjung Terbit

Tips menulis no. 10: Bisakah Terjadi Naskah Yang Sudah Diterima Ternyata Batal Terbit

Tips menulis no. 11: Bukuku Terbit, Apa Yang Harus Kulakukan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: