• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

MENGHADAPI EDITOR: Hey, Ini Bukan Saatnya Kau Keras Kepala Menolak Masukan Untuk Naskahmu [tip menulis no. 8]

image

Anda penulis baru, maka jangan coba-coba ngeyel di hadapan editor Anda. Ingat, bagi penulis pemula, kesempatan untuk menerbitkan buku adalah keberuntungan, maka jangan rusak keberuntugnan itu dengan sikap arogan. Jika Anda menulis sebuah buku setebal 1000 halaman dan editor Anda meminta untuk menyingkirkan 500nya, buang saja! Dan jika Anda benar-benar ngotot ingin mempertahankan lima ratus halaman tersebut, cabut saja naskah tersebut dan cari penerbit baru. Kalau Anda benar-benar melakukan hal itu—mencabut naskah dan mencari penerbut baru—saya hanya bisa mengatakan satu hal, ‘semoga beruntung, Bro.’

Semakin tebal sebuah buku, semakin banyak biaya yang dikeluarkan untuk memproduksinya. Jika Anda penulis baru, risiko bangkrut karena penjualan tidak menutupi ongkos produksi tentu kemungkinannya lebih besar. Mengapa penulis baru punya risiko tinggi? Begini penjelasannya, misal, Anda tiba-tiba membuat perusahaan mobil, perusahaan Anda bernama SUKIJAN Otomotive, lantas Anda mulai memproduksi dan menjual mobil-mibol buatan perusahaan Anda. Kira-kira, di pasaran lebih laku mana, mobil buatan Toyota, Mitsubishi, Ferrari, Peugeot, atau mobil buatan SUKIJAN? Konsumen lebih suka memilih barang dari produsen yang dikenal dari pada yang baru lagi asing di telinga. Pikirkan itu.

Ceritanya berbeda dengan buku tebal karya penulis yang sudah jadi. Sebagai contoh, kita bisa sebut nama Tere Liye atau Andrea Hirata. Setebal apa pun karya mereka, penerbit tidak akan ragu untuk menerbitkannya. Mengapa? Karena sudah ada ribuan orang berbaris menjadi calon pembeli.
Kembali ke soal editor yang menetapkan perubahan bagi naskah Anda. Ingat, kawan, tugas utama seorang editor adalah untuk membuat naskah Anda menjadi lebih baik, bukan untuk mengintimidasi dan membuat Anda pengen bertengkar. So please, jangan menempatkan editor bersama orang-orang yang Anda jengkeli di ruang hati Anda (bayangkan film Inside Out). Ingat selalu hal ini, penerbit telah mengeluarkan uang untuk naskah Anda, maka semua pihak harus berusaha untuk tidak menjadikan itu sia-sia. Dan editor digaji untuk membuat naskah-naskah yang diterima dipoles menjadi lebih baik. Bukankah ini sangat menakjubkan bagi Anda? Penerbit mengeluarkan uang untuk membayar orang yang mana tugas utama orang tersebut adalah membuat naskah Anda menjadi lebih bagus. Kita harusnya bersyukur dengan hal ini, kan. Editor adalah pekerja professional yang dibayar untuk membuat sebuah naskah lebih baik, dia berpengalaman dengan banyak naskah dan punya pandangan yang lebih luas dari Anda tentang pasar buku. Maka terimalah sarannya.

Perhatikan baik-baik semua poin-poin kritik yang diberikan editor Anda. Jika ada hal-hal yang ingin Anda jelaskan, sampaikan dengan cara yang sopan. Jika ada saran editor yang tidak sesuai dengan isi buku, tolaklah bagian yang menurut Anda paling penting, jangan tolak semua saran yang dia berikan. Ingat, dalam hal ini, penerbit yang ingin menjual barang, dan penerbit menginginkan barang bagus, editor adalah kepanjangan tangannya. Editor tahu apa itu barang bagus yang diinginkan penerbit. Jadi Anda harus berusaha untuk memenuhi permintaan tersebut. #aruliterature

Artikel ini disarikan dari situs ian-irvine.com
Anda bisa menemui saya di Twitter @arulight

Baca juga artikel lainnya tentang dunia menulis di sini:

Tips menulis no. 1: Nasihat Penting Bagi Calon Penulis: Tantangan Menunggu Anda

Tips menulis no. 2: Penulis Paling Berhasil adalah Penulis yang Paling Gigih

Tips menulis no. 3: Cara Jitu Meningkatkan Kualitas Tulisan Anda

Tips menulis no. 4: Ketika Naskah Kita Ditolak Penerbit, Apa Yang Harus Kita Lakukan?

Tips menulis no. 5: Beberapa Alasan Penerbit Menolak Sebuah Naskah

Tips menulis no. 6: Apa Yang Sebaiknya Dilakukan Penulis Ketika Mendapatkan Kontrak Penerbitan Buku?

Tips menulis no. 7: Cara Bijak Mengelola Royalti Buku Anda

Tips menulis no. 8: Cara Tepat Dan Bijak Menghadapi Editor

Tips menulis no. 9: Mengapa Naskah Yang Sudah Diterima Tidak Kunjung Terbit

Tips menulis no. 10: Bisakah Terjadi Naskah Yang Sudah Diterima Ternyata Batal Terbit

Tips menulis no. 11: Bukuku Terbit, Apa Yang Harus Kulakukan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: