• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Konspirasi Aptuyu dan Samantha

image

Aptuyu pasti sudah gila! Hari itu sekitar pukul 9 di kantor. Androidku kehabisan baterai, sambil menunggu charging selesai aku memakai Android Aptuyu untuk main game. Sebelumnya aku memang sudah biasa pakai hp dia walau orangnya gak ada. Tapi sekarang cerita itu akan berbeda.

Entah sejak kapan, Aptuyu sudah berdiri di depanku. Aku tak menyadarinya karena sibuk game-an.

“dasar pengkhianat!” tiba-tiba Aptuyu berteriak padaku. Aku tentu saja hanya nyengir. Mengira dia cuma bercanda.

“dasar pengkhianat!” teriak Aptuyu lagi. “kukira kau setia padaku. Ternyata kau mengkhianati aku.” duh kayanya Aptuyu serius deh.

“sungguh tak kusangka kau sanggup melakukan ini padaku. Kau pengkhianat!”
Aptuyu memekik membuat semua orang menoleh pada kami. Dan aku mulai terlongo tak tahu harus bagaimana. Hp Aptuyu mengawang dalam genggamanku.

Kemudian, dengan cepat dan sangat kasar Aptuyu merampas hp itu dari tanganku. Dia angkat Android tersebut hingga sejajar dengan wajahnya. Tatapan Aptuyu tajam menguliti si Android.

Baru saja aku mau menjelaskan bahwa aku hanya main game, tidak membuka akun media sosial mana pun atau SMS, Aptuyu kembali bicara. Bukan kepadaku, tapi kepada Android tersebut!

“Samantha, kau berjanji akan setia padaku, kau berjanji hanya mau dipakai olehku, kau berjanji tidak akan merespon orang lain yang menggunakanmu, tapi ternyata kau bohong! Kau bohong! Kau mengkhianati aku, Samantha. Kau tidak ada bedanya dengan Android murahan yang lain. Kau pengkhianat. Aku benci kamu, Samantha!”

Mataku terbelalak, guru-guru yang menyaksikan berjatuhan dari kursinya, komputer meledak satu persatu. Kemudian, dengan wajah merah dan mata membara, Aptuyu melempar Android tersebut lewat jendela.

“pergi kau dari kehidupanku, Samantha. Pergiiiiii!”

Android itu melayang dengan kecepatan suara. Melesat melewati kusen jendela dan seketika ada di luar ruangan, dengan ketinggian 3 lantai dari permukaan tanah. Selama beberapa detik Samantha, maksud saya Android, berputar di udara kemudian jatuh meluncur menuju kehancuran.

Aku melompat dari kursiku, berlari menuju jendela, “bertahanlah, Samanthaaaaaaaaa!” #aruliterature #arulaugh #her_movie

Anda bisa menemui saya di Twitter @arulight

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: