• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Leibowitz, Pengacara dan ‘Para Penjahat’ yang Dia Bela

imageJudul buku: Samuel Leibowitz, Pengacara Kaum Tertindas
Penulis: Fred D. Pasley
Alih Bahasa: Nisrina Lubis
Penerbit: Navila Idea
Tahun Terbit: 2010
Tebal:  292 hal

Mendung di luar. Angin bertiup tak kencang. Burung berkicau malas-malasan. Lalu lintas di jalan tak kunjung padam. Mungkin karena hujan belum datang.

Baru saja menyelesaikan biografi Samuel Leibowitz, seorang pengacara kriminal yang telah membebaskan 85 klien dari hukuman mati–total pembelaan yang dia lakukan sebanyak 86. Hanya ada satu yang gagal, berakhir di kursi listrik dan menerima sengatan dua ribu volt.

Biografi ini dibuka dengan kisah yang menakjubkan, tentang bagaimana prasangka dan histeria massa membuat orang yang tidak bersalah bisa dituduh dan diseret ke pengadilan. Nasib malang benar-benar tak bisa dihindari, Harry L. Hoffman harus disetrum. Semua orang sangat bergairah untuk menyaksikan datangnya hari penghukuman bagi si terdakwa. Tapi di detik akhir, Hoffman menghubungi Leibowitz dan sejarah pun berubah menjadi seperti yang kita saksikan sekarang.

Lelaki itu bebas dan bahagia, walaupun dia jatuh miskin dan istrinya sudah terlanjur pergi menikah dengan pria lain.

Selanjutnya, kisah Pak Pengacara Leibowitz membuatku bingung.

***

Buku itu menjanjikan pada pembaca sebuah kisah heroic pengacara pembela kaum lemah dan tak bersalah. Membuat kita ingat Sunan Kalijogo atau Robin Hood. Tapi yang terjadi tidak sepenuhnya begitu. Ada bagian-bagian yang membuatku bingung. Ada celah yang membuatku seketika berkomentar: “andai ini film India, Leibowitz pastilah pengacara jahat yang bikin Rahul gregetan pengen menjotos hidungnya.” Bagaimana tidak, dia membela puluhan penjahat dan perusuh yang membuat masyarakat resah dan rugi. Aku mulai meragukan motif pendekar putih dalam perjuangan Leibowitz, dan mulai curiga… Mungkin Leibowitz melakukan semua aksi luar biasa itu untuk meraih pengakuan sebagai pengacara kriminal tersukses sepanjang masa. Mungkin. Tapi, hey, hahaha, memangnya siapa aku yang dengan ceroboh menghakimi sejarah hidup seseorang? Bagaimana pun, Leibowitz sudah menyelamatkan 80 nyawa lebih.

Apakah ini masalah dari penerjemahnya? Atau kesalahan blurb yang keterlaluan memuji sosok dalam biografi? Mungkin. Protes terbesarku berikutnya adalah soal Al Capone–gembong mafia keturunan Italia yang dulu mengguncang Amerika. Leibowitz dikatakan menolak membela Capone karena alasan yang sangat idealis: Capone adalah orang jahat yang tidak boleh dibela. Tapi dalam bab yang berjudul Al Capone justru diceritakan Leibowitz bergaul dan menghadiri jamuan makan malam mewah yang diselenggarakan Capone! Sialan, aku tidak mengerti. Ini kesalahan penerjemah atau blurb yang keterlaluan?

Jadi langsung kututup saja buku itu begitu usai #aruliterature

Anda bisa menemui saya di Twitter @arulight

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: