Posted in nebula, sastra

Membaca Christmas di Bulan Oktober

image

Aku tidak merayakan Christmas, juga tidak mengucapkan Christmas, tapi aku tidak menolak untuk membaca Christmas. Dan dua buku ini adalah bacaan yang menarik dengan setting Christmas.

Sama-sama menjadikan natal sebagai setting utamanya, kedua buku ini tampil sangat berbeda. Apa yang menyebabkan mereka berbeda? Baik John maupun Mary keduanya penulis novel kriminal–atau seputar itu. John bercerita tentang keluarga Krank yang memutuskan tidak ber-Natal tapi justru bertemu peristiwa yang menghebohkan, sementara Mary bercerita tentang seorang residivis yang mencuri pohon Natal seberat 6 ton! Lantas apa yang sangat berbeda dari mereka? Kata orang, penulis laki dan perempuan punya cara berbeda dalam bercerita, kataku, hey, siapa bilang mereka tidak berbeda?

Mary membongkar semua misteri ceritanya di setiap permulaan peristiwa. Kau sama sekali tidak perlu menebak apa yang akan terjadi selanjutnya karena sudah jelas terpampang di halaman sebelumnya. Lantas, apa yang ingin dilakukan Mary? Tampaknya Mary menaruh kekuatan bukunya pada bagaimana peristiwa tersebut terjadi. Seperti ini, kau nonton Titanic dan tahu Jack meninggal dunia dalam kecelakaan. Kau tahu itu sejak awal cerita. Tapi bagaimana Jack bisa mati? Apa yang terjadi selama cerita? Nah, dengan cara seperti itulah Mary menuliskan. The Christmas Thief.

Ada banyak bagian yang sebenarnya bisa dipakai Mary untuk membuat pembacanya penasaran, tapi ia sudah menjelaskan dari awal setiap peristiwa kuncinya. Mary juga menulis lurus saja, tidak ada flash back berarti di sini. Namun demikian, jangan salah paham dengan mengira ini novel murahan. Hahaha, kau harus membaca biografi Mary Higgins Clark sebelum menilai tulisannya. Silakan baca Wikipedia. Mary adalah wanita yang mahir membuat cerita menarik, yang membuatmu tetap membaca walau rahasia tak lagi menjadi rahasia. Dia penutur yang menarik.

Selanjutnya, kalau dibandingkan dengan Grisham, mana yang lebih aku suka? Hmm… Aku lebih suka Grisham–walaupun untuk bukunya yang The Firm aku kurang suka.

Untuk suka dan kurang suka terhadap sebuah buku, atau seorang penulis, itu sama sekali bukan suatu kesalahan. Seperti halnya tidak pernah ada orang yang dihukum masuk penjara gara-gara lebih suka teh hijau daripada teh oolong. Menyukai dan menggeleng untuk buku tertentu adalah petualangan tersendiri dari sebuah perjalanan bersama buku.

Lantas, bagaimana dengan buku karya Grisham? Hahaha, kau bacalah sendiri. Aku di sini hanya berniat mengajakmu menoleh ke rak buku lalu mengambil satu atau dua judul. Dan, hey, yang lebih penting lagi, memangnya apa yang lebih seru dari berbincang soal buku? #aruliterature

Anda bisa menemui saya di Twitter @arulight

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s