• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Di Persimpangan Dilema, Lagu Nora yang Terus Bernyanyi dalam Kepala

image

Di Persimpangan Dilema (lirik lagu)

Masa berlalu
Tanpaku menyedari
Percintaan yang kita bina
Hampir terlerai
Apa salahku
Kau buat ku begini
Dalam dilema
Di antara jalan derita
Tidak pernah ku duga
Ini semua terjadi oh.. oh…
Janganlah engkau
Menghancurkan segala
Setelah lama
Kita mengharungi bersama
Usah biarkan cinta kita yang suci
Di lambung ombak
Karam di lautan berduri
Hanya satu pintaku
Moga kau menginsafi oh.. oh….
Semua ini…

Telah banyak yang ku beri
Sejak dulu lagi
Pengorbanan tiada pernah jemu
Hanyalah Tuhan saja
Bisa menentukan semua
Kesabaran daku menantimu oh.. oh…
Ku tetap memaafkan
Dan berdoa kau kembali
Sebelum diri melangkah pergi… []

***

Aku dan saudara-saudaraku mendengarkan lagu itu di radio semenjak kami masih kecil. Waktu itu kami mengelola sebuah ladang di tepi hutan, saking mepetnya dengan hutan, yang memisahkan ladang kami dengan hutan hanyalah hembusan angin.

Hiburan satu-satunya adalah radio, dan frekuensi yang bisa ditangkap dengan jernih hanyalah siaran dari RRI Surabaya.

Saban siang RRI Surabaya punya program Musik Pelepas Lelah. Pendengar bisa menelepon dan meminta lagu. Lagu milik Nora di atas adalah salah satu yang paling sering direquest.

Begitu mendengar lagu tersebut, aku langsung suka. Dan ketika aku menyukai sebuah lagu, aku berhenti melakukan apapun untuk mendengarkannya saat ia diputar di radio. Sungguh ajaib apa yang bisa dilakukan sebuah lagu padaku.

Namun demikian, pada akhirnya, aku meninggalkannya juga. Setelah masa tenar Nora pudar, datang lagu-lagu memukau dari Base Jam, Sheila on Seven, ME, Bragy, Stinky, dan tentu saja Dewa 19. Mereka membuat hari-hari menjaga ladang senantiasa meriah dan menyenangkan. Hanya saja, aku tak mempertimbangkan satu hal.

Ketika aku mengira lagu Nora di atas telah hilang, ternyata lagu itu bertahan dalam benakku. Lagu itu tak pernah habis. Lagu itu selalu datang pada saat-saat yang mengiris. Ketika aku sudah tidak lagi menyanyikan Base Jam dan yang lain, aku senantiasa tanpa sadar menyanyikan Nora dalam kesendirian. Lagu itu terus diputar oleh radio kecil dalam otakku, lagu itu terus bersenandung dalam ingatanku, lagu itu mengalir dalam tulisanku, lagu itu mengiringi setiap tragedi dan sakit hati. Aku sungguh tak mengira, lagu itulah yang bercokol dalam diriku. Membuat setiap kisah romance tulisanku tak pernah happy ending.

Pastilah waktu itu Nora sama sekali tak tahu ada bocah pulau nan udik sangat terpikat oleh lagunya yang meracuni, pasti aku hanyalah sebutir debu pluto baginya. Dia juga pastinya menyanyikan lagu ini hanya untuk albumnya, untuk karir penyanyinya, atau mungkin saja sebagai ungkapan hatinya, tapi yang terjadi, tampaknya justru Nora menyanyikan lagu tersebut untukku. Atau, untuk orang lain yang begitu dekat denganku #aruliterature

Anda bisa menemui saya di Twitter @arulight

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: