• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Bab Pertama Novel Paling Keren Tahun Ini

image

Tahun ini aku telah menemukan empat bab pertama yang memiliki kekuatan supranatural; memesona, mencekam, membuat jatuh cinta, dan kagum sedalam-dalamnya pada sang pengarang cerita. Alhamdulillah, terima kasih Tuhan telah Engkau beri kesempatan bagi hamba untuk menikmati empat macam bab pertama yang menakjubkan.

Pertama, aku terhenyak oleh bab pertama John Green di novel Paper Towns. Itu sangat amat amazing! Dia bercerita tentang keajaiban dan bagaimana kebanyakan orang menganggap keajaiban haruslah sesuatu yang wah, padahal bagi Quentine, sang tokoh utama, keajaiban adalah menjadi tetangga Margo–gadis anak tetangga.

Kedua, bab pertama dari Ayah, novel terbaru Andrea Hirata, Bulan Kedua Belas. Mengapa bab pertama novel ini memukau? Karena ia berhasil dengan sangat sukses menggambarkan situasi malam purnama yang menyayat kalbu. Aku bahkan bisa melihat burung-burung kecil yang terusik tidurnya oleh angin selatan.

Ketiga, bab pertama dari The Chemistry of Death, karya Simon Becket. Dia bercerita tentang kakak beradik yang tanpa sengaja menemukan asal muasal cerita. Simon menggambarkan dengan ketajaman ahli forensik tentang bagaimana mayat terurai, bagaimana belatung bertebaran, bagaimana dua saudara itu berjalan gontai dalam cuaca panas melelahkan, lalu mereka terkejut, melihat barisan belatung di permukaan tanah, kemudian mereka penasaran, mencari, dan lari kalang kabut menyaksikan apa yang tersembunyi di balik semak-semak. Sally Palmer, mati.

Bab pertama terakhir yang menakjubkan tahun ini adalah bab pertama dari novel Sang Penakluk Kutukan. Penulis langsung mengambil paragraf pertama untuk mengenalkan konflik utama pada pembaca. Dengan menyajikan kontras yang tak terduga: beberapa kalimat pembuka menceritakan suasana pagi yang damai, di mana seorang gadis kecil bersiap hendak sekolah. Lalu, kalimat terakhir dalam paragraf pertama tersebut, penulis menunjukkan ingatan si gadis kecil hari kemarin: sendiri, berjalan melewati hutan, menuju lautan, dia bertemu manusia kutukan. Novel ini ditulis oleh seorang penulis lokal yang belum terkenal, tapi dia punya nama yang lembut untuk diucapkan saat senja menjelang, dia adalah Arul Chandrana. Masalahnya, novel terakhir dalam status ini belum terbit #aruliterature

Anda bisa menemui saya di Twitter @arulight

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: