• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Tips Menjadi Orangtua yang Dibenci Anaknya

image

Sudah jamak terjadi di mana orangtua disayangi oleh anak-anaknya, tapi masih jarang terjadi peristiwa anak membenci bahkan memusuhi sang orangtua. Jika Anda ingin menjadi orangtua yang dibenci oleh anaknya, silakan lakukan tip-tip berikut:

1. Lebih sibuk online daripada mengurus anak

Memiliki akun media sosial membuka kesempatan bagi seseorang untuk berinteraksi dengan siapapun. Ini kegiatan yang sangat mengasyikkan sehingga banyak yang terlenakan. Anak yang seharusnya diberi perhatian, diajak bermain, diajak ngobrol, diajak membicarakan sesuatu, diajak bernyanyi, malah didiamkan karena si orangtua sibuk online.

Jika keadaan ini berlangsung lama, anak kecil pada akhirnya akan merasa bahwa dirinya kurang berharga. Dia pun akan bertingkah agar mendapatkan perhatian.. Biasanya dengan merusak barang, karena orangtua paling mudah diambil perhatiannya jika ada yang rusak. Akan tetapi, akibatnya orangtua malah menganggapnya sebagai anak nakal, lalu dipukullah si anak tadi. Si anak, sudah gak dapat perhatian, malah dapat pukulan. Hasil akhirnya, ta-da, I hate my parents!

2. Ketika anak ikut-ikutan urusan orangtua, mereka dimarahi karena dianggap mengganggu

Ini peristiwa paling banyak terjadi di hampir semua keluarga. Ketika si bapak sedang memperbaiki meja, anak datang, pegang palu, otomatis si bapak menyalak dan

menyuruh pergi anak. “Jangan ganggu, orang lagi sibuk kerja!” maka hilanglah kesempatan anak tadi belajar memperbaiki meja.

Ketika ibu sedang masak, anak datang, pegang tomat dan bawang, ibu langsung melolong. “Lepaskan! Itu bukan mainan. Nonton TV sana.” maka hilanglah kesempatan si anak belajar memasak. Dan masih ada banyak contoh yang lain.

Anehnya, ketika si anak sudah besar (dikit), dan dia tidak bisa memegang palu dengan benar, atau dia tidak terampil memasak, si orangtua marah dan menghina anak tadi dengan penuh semangat. Tak jarang mereka merendahkan anaknya di depan tetangga!
“anakku, sudah kelas 8 belum becus pegang palu.”
“anakku sudah kelas 10, bikin sayur asam rasanya asin semua.”

Halooo… Kan kalian yang melarang mereka belajar! Nah, si anak, sadar dirinya tidak diperlakukan dengan adil, well, jangan heran kalau akhirnya benci pada orangtua.

3. Pujian yang tidak merata

Jika Anda memiliki beberapa anak, maka berilah mereka pujian yang sama, kasih sayang yang sama, perhatian yang sama. Uang jajan berbeda adalah hal wajar (uang jajan anak SMP tentu beda dengan anak PAUD), tapi pujian yang timpang, itu akan melahirkan permusuhan. Apalagi, ketika Anda memuji si bungsu, sambil merendahkan si sulung. Wah, alamat pecah perang saudara.

“lihat itu adikmu, sudah taat, rajin belajar, juara, ganteng lagi. Lha kamu ini, suka membantah, malas, gak naik kelas, muka serigala tanpa ganteng. Anak siapa kamu ini?”
“anak siapa? AKU ANAK KECOAAAAA!”

Hahaha, aku pernah menyaksikan perdebatan ibu dan anak seperti di atas–tapi tidak se-ekstrim kecoak sih. Apa kau pernah mendengar yang serupa? Atau jangan-jangan kau mengalaminya! Sabar, kawan.

Jika Anda orangtua yang sudah tidak sabar untuk dibenci anaknya, silakan lakukan tip ini. Oh ya bagaimana kalau tidak bisa membandingkan dengan saudaranya? Bandingkan dengan anak tetangga!

Yah, mungkin si orangtua benar, juga bermaksud baik, tapi faktanya, tidak ada manusia yang suka dibandingkan.

4. Menganggap kesalahan anak sebagai musibah

Ketika anak memecahkan piring, menjatuhkan gelas, merusak mainan, mencopot sesuatu, menarik tanaman, hey, semua itu adalah proses belajar. Anak-anak bukan sekadar usil atau nakal. Itu juga bukan berarti anak Anda kesurupan jin ifrit. Tapi mereka sedang menyalurkan potensi kemanusiaan serta bakat ilmuwan: rasa penasaran. Manusia tidak akan menyebar ke seluruh penjuru bumi jika mereka tidak penasaran, manusia juga tidak akan menghasilkan banyak penemuan jika tidak penasaran. Dalam prosesnya, tidak menutup kemungkinan rasa penasaran anak berbuah kerusakan. Maka nikmati dan ARAHKAN rasa penasaran si anak, jangan dimarahi dan dilarang.

Ketika anak dimarahi, mereka akan merasa tertekan, dibatasi, dan serba salah, akhirnya mereka bisa (jadi) akan sampai pada kesimpulan bahwa: orangtuaku jahat, tidak pengertian, dan suka merampas kebahagiaan anak kecil. Aku gak suka orangtuaku!

5. Memaksakan Kehendak Tanpa Mempedulikan Kemampuan dan Keinginan Anak

Semangat untuk menjadikan anak sebagai orang yang hebat kadang menjerumuskan orangtua pada sikap otoriter yang tidak disadari. Jika Anda seorang dokter, BELUM TENTU anak Anda mau dan MAMPU menjadi dokter. Jika Anda arsitek, belum tentu anak Anda bisa melakukan hal yang sama. Jika Anda nelayan, belum tentu anak Anda sanggup menjalani profesi yang sama. Jangankan untuk mengikuti cara hidup Anda, bahkan anak Anda wajahnya pun tidak sanggup meniru wajah Anda. Padahal anak itu hasil dari tubuh Anda sendiri.

Maka sadarilah hal ini dengan baik. Jangan memaksakan kehendak. Maklumi kemampuan dan keinginan anak. Bersikaplah sebagai orangtua, bukan sebagai pengawas penjara. Jika Anda selalu memaksa dan mengatur anak Anda, tidak mempedulikan perbedaan antara anak Anda dan diri Anda sendiri, maka Anda baru saja mengubah rumah menjadi penjara dengan Anda sebagai sipirnya. Sipir yang dibenci, tentu saja.

NAH, DEMIKIANLAH lima tips untuk menjadi orangtua yang dibenci oleh anaknya, selamat mencoba dan raih perubahan dalam keluarga Anda. Akan tetapi, bagi orangtua yang TIDAK INGIN dibenci oleh anak-anaknya, jangan sekali-kali menerapkan tips ini. Jangan pernah. Kalau ternyata Anda selama ini sudah melakukannya, baik sadar maupun tidak, segera berhenti dan berubah. Tidak pernah ada kata terlambat untuk kebaikan. #arulight

Anda bisa menemui saya di Twitter @arulight

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: