• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

TPI Brondong, Bisnis Ikan, Persaingan dan Sejarah yang Tak Sempat Diperdulikan

image

Manusia telah bersaing demi kehidupannya bahkan sejak sebelum dilahirkan. Seorang bayi yang lahir adalah satu sel yang telah mengalahkan jutaan sel yang lain. Dan terlahir, persaingan itu menjadi semakin sengit.

Brondong, sebuah kota kecamatan yang mulai bangun sebelum matahari terbit di timur. Dan menjadi sangat sibuk hanya beberapa saat setelah matahari menyingsing. Di kota kecil ini berdiri pusat perekonomian warga yang selalu berdetak dan menjadi tempat bertemunya berbagai macam persaingan, TPI Brondong.

Di TPI Brondong, pada musim angin teduh, ada banyak perahu nelayan merapat setiap harinya. Berton-ton ikan hasil tangkapan nelayan masuk pasar. Dan ratusan orang dari berbagai profesi telah menunggu di TPI Brondong untuk melanjutkan persaingan dalam bisnis ikan.

Siapapun yang bekerja di sini tahu, bahwa untuk bertahan mereka membutuhkan tenaga yang besar, modal yang kuat, relasi yang luas, gerak yang cepat, dan tak jarang, kemampuan untuk mengintimidasi.

Para nelayan harus segera menurunkan ikan, pekerja rendah harus tangkas menyortir ikan, kuli panggul berlari menggotong keranjang ikan, pembeli eceran harus cepat menawar, petugas timbangan didesak puluhan orang mengantre, para tauke ingin ikannya segera siap dan dijual, mereka hanya berhenti untuk ngopi… Kemudian sekali lagi persaingan terjadi. Waktu adalah Satu-satunya sumber daya yang tak pernah cukup bagi mereka.

Satu hal yang tampaknya dilewatkan oleh hampir semua orang adalah, bahwa di TPI Brondong ini berdiri sebuah monumen peninggalan Belanda untuk memperingati salah satu kecelakaan laut paling fenomenal di Indonesia, yaitu tenggelamnya kapal Van der Wijk. Sama sekali tidak terbayangkan oleh orang-orang Belanda itu jika sekarang monumen mereka bertugas sebagai penjaga pintu gerbang tempat pelelangan ikan.

Usaha penangkapan ikan telah berubah drastis sejak ribuan tahun yang lalu. Bisnis perikanan pun telah membentuk sektor-sektor baru yang sebelumnya tak pernah terpikirkan ada hubungannya–apa hubungannya bisnis ikan dengan panggung kecil karaoke? Dan ikan pun telah diolah menjadi berbagai macam sajian tak terbayangkan. TPI Brondong, tempat di mana bisnis ikan memulai langkah awalnya di daratan, akan selalu hiruk-pikuk dengan persaingan selama nelayan masih menangkap ikan di lautan. Para pekerja yang telah bersaing keras hari ini, dan pulang entah dengan keuntungan atau nasib merugi, mereka tetap akan kembali esok hari. Bukan hanya karena di sini tempat mereka mencari nafkah, tapi karena pada dasarnya manusia dibentuk untuk bersaing. TPI Brondong menyuguhkan semua itu #aruliterature

Anda bisa menemui saya di Twitter @arulight
Photo credit by Jhony Ahmad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: