• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Dan Semua Memantulkan Duka Nestapa

image

Dan tiba-tiba saja, segala sesuatunya malam ini menjadi demikian menyedihkan dan membuat perasaan luluh lantak. Gelas kosong itu tampak begitu menyedihkan karena kekosongannya menggemakan kesendirian. Pakaian yang disampirkan pada paku di dinding menyanyikan kesedihan karena caranya tercantel begitu rapuh sehingga bisa kapan saja jatuh. Cermin yang memantulkan kehampaan dinding di depannya begitu merana karena yang bisa dilihat oleh si cermin hanya kebuntuan belaka. Dan jendela yang mana angin merasuk melalui celahnya sungguh terasa nestapa karena itulah umpama bagi hati yang luka dan kesedihan tak henti merembes dari lukanya. Lampu pijar yang menyala suram membagi cahaya berkabung karena ia senantiasa mengingatkan bahwa lampu itu adalah lambai tangan orang mati puluhan tahun yang lalu, dan segala sesuatu yang indah di dunia ini setapak demi setapak menepi pada kematian dan penghabisan. Lemariku pun ikut menyayat kesedihan malam ini. Ukiran pantai di pintunya membuat tangis tercurah karena di situ, pada ukiran pantai yang sepi itu, tak ada satupun nelayan tampak. Adakah mereka hilang di telan badai hari kemarin? Lalu aku pun hanya bisa mendesah dan duduk merana. Menatap pintu kamar bercat merah yang tertutup rapat seakan tak pernah membuka. Pintu itu… telah lewat di ambangnya banyak punggung yang tak berbalik. Dan ada satu yang tak mungkin bisa dilupakan.

Berpuluh sudah selamat tinggal dibisikkan dari lisan ke lisan, tapi ada satu yang teramat pekat untuk diucapkan walau selamat tinggal sebentar lagi kita tunaikan. Sungguh adakalanya di mana lisan lebih berat melangkah dari pada langkah kaki itu sendiri #aruliterature

Anda bisa menemui saya di Twitter @arulight

3 Responses

  1. Kadang,.. sya harus membaca 2 sampai 3 kali untuk memahami tulisan saudara, hehe.😀

  2. kalau begitu jangan diucapkan. lngsung saja dengan tindakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: