• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Riding The Blew Trail: Miniatur Pemandangan Alam Indonesia

image

Jika Amerika punya PCT, Pacific Crest Trail, sebagai rute penjelajahan populer mereka, Spanyol punya Santiago de Compostella sebagai rute ziarah yang sudah mendunia, maka Indonesia punya The Blew Trail sebagai rute bersepeda yang akan saya tawarkan pada dunia (Blew adalah akronim dari Benges – Lembor – Wide).

Dibandingkan dengan dua rute internasional yang saya sebutkan di atas, The Blew Trail sungguh tidak ada apa-apanya. PCT butuh waktu sebulan lebih untuk dilalui, Santiago de Compostella butuh 40 harian untuk dirampungkan, sedangkan The Blew Trail hanya butuh waktu 3 – 5 jam untuk dituntaskan dengan sepeda. Namun demikian, berkenaan dengan Indonesia, The Blew Trail bisa mewakili seluruh elemen bentang alam negara agraris ini.

Bersepeda sepanjang jalur The Blew Trail akan membawa Anda pada pemandangan salah satu sungai terpanjang dan paling berbahaya di Indonesia, anak Bengawan Solo. Kemudian Anda akan disuguhi pemandangan ladang kering di mana cabai, jagung, dan ubi melambai sepanjang jalan. Hutan lindung memagar kiri – kanan jalan, ditingkahi kicau burung tiada henti. Berikutnya, Anda akan menikmati bentangan hijaunya sawah padi. Luas mengisi sejauh pandangan mata. Membuat pikiran Anda segar, hati Anda lapang, semangat Anda mengembang, dan berbungalah rasa syukur tiada batas kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Sawah seluas itu secara rutin setiap tahun, selama ratusan tahun, menyuapi mulut ke mulut ratusan generasi manusia Indonesia.

Sebagai negara muslim terbesar di dunia dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, masjid adalah seni arsitektur yang menjadi ciri khas tanah Indonesia. Anda diragukan sudah mengunjungi Indonesia jika tak melihat satu pun masjid dalam perjalananmu. Di jalur The Blew Trail, Anda bisa menyaksikan gagahnya seni arsitektur masjid yang berdiri di tepian jalan, serta bersahajanya mushola sebesar rumah yang menyejukkan mata. Jika perjalananmu mencapai waktu dzuhur, Anda akan berkendara ditemani adzan berkumandang. Sebagai bonus, di desa tertentu Anda akan mendengar seseorang sedang mengaji bergiliran lewat pengeras suara.

Jika Anda menginginkan danau, pergilah menyimpang sedikit dari jalur dan sebuah telaga siap untuk menyambut dengan beningnya air memantulkan cahaya matahari. The Blew Trail juga memiliki permukaan jalan yang fariativ. Ada jalan tanah, jalan berbatu, jalan paving, jalan cor, jalan aspal, bahkan jalan pasir! Trek yang akan Anda nikmati juga beragam, ada jalur datar, jalur menanjak, lereng curam, berkelok, juga jalur amat lurus seakan menembus sampai ujung dunia. Dalam perjalanan pulang, Anda akan berkendara dengan santai di jalan beraspal dipagari hutan dan ladang sepanjang jalan. Dan pada akhirnya, laut Jawa siap memberikan senyum sampai jumpa di ujung perjalanan. Tak ada kata yang bisa kusematkan untuk The Blew Trail selain: sempurna!

***

Sebagai rute bersepeda dengan jarak tempuh dan medan menengah, The Blew Trail sangat cocok bagi mereka yang ingin memulai hobi riding. The Blew Trail akan menjadi training yang efektif: menguatkan fisik serta membuncahkan minat. Setelah berkendara di The Blew Trail Anda setidaknya akan merasakan satu dari dua godaan ini: berkendara sekali lagi atau berkendara di rute yang lebih menantang. Atau mungkin saja merasakan keduanya!

Dalam perjalanan kemarin aku sempat berpikir, jika PCT di Amerika sudah diangkat menjadi sebuah buku dan sudah difilmkan, Santiago de Compostella sudah menjadi novel oleh Paulo Coelho, maka kapan giliran The Blew Trail milik Indonesia untuk bergema lewat lembaran buku dan menyihir melalui layar lebar? #arulight #arulife #aruliterature

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: