• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Ada Umat Islam yang Kecewa Karena Bukan Orang Islam yang Melakukan Kejahatan

image

X: Arul, mengapa kau tidak bersedia melakukan jihad di Tolikara? Apakah karena kau lemah iman?

Y: what the ngak! Dengar ya, sebelum ini aku tidak pernah dengar ada tempat yang namanya Tolikara, dan aku sama sekali tidak tahu di sana ada muslimnya atau bahkan ada penduduknya. Dan tentu saja aku tidak pernah memberikan apa-apa ke yang namanya Tolikara maupun penduduknya. Nah, mana mungkin hal pertama yang kuberikan pada kaum muslim di sana adalah bunyi tembakan dan jerit kengerian? Tidak! Tidak. Tapi aku akan memberikan bantuan pangan bagi mereka, bangunan, sandang, tempat tinggal, dan bantuan semacamnya yang berguna bagi kehidupan mereka.

X: tapi bukankah selama ini keadaannya tidak pernah adil buat kita umat Islam? Kita selalu saja dijadikan sasaran kesalahan? Apapun keadaannya, kita saja yang disalahkan.

Y: yeah, itu memang benar. Sangat benar. Umat Islam selalu cocok ditampilkan sebagai penjahatnya. Jika ada tukang becak berjenggot lalu menabrak truk, berita akan menulis: Ekstremis Gagal Melakukan Bom Bunuh Diri. Kala ada orang berjubah parkir di tempat yang salah, berita akan berbunyi: Jihadis Tertangkap Membawa Mobil Penuh Bom. Kalau ada orang pakai kopiah menyenggol tukang bakso, berita akan berbunyi: Islamis Garis Keras Mengancam Pedagang Bakso. Kalau ada orang berjenggot pakai jubah dan kopiah batuk, berita heboh akan tersebar: Ekstremis Islam Garis Keras Menebar Senjata Biologi Untuk Melumpuhkan Satu Kecamatan. Kau tidak perlu memberi tahuku bahwa umat Islam sedang laris sebagai sasaran kesalahan. Bahkan, di kalangan umat Islam sendiri hal itu juga terjadi. Tidak sedikit orang Islam yang kecewa dengan peristiwa Tolikara karena umat Islam bukan pelaku kejahatannya. Ya, benar itu, mereka tidak puas karena umat Islam menjadi korban. Selama ini mereka dengan semangat akan menulis peristiwa-peristiwa buruk yang melibatkan orang Islam sebagai pelaku, seakan itulah wajah Islam sesungguhnya. Tapi, ketika umat Islam yang jadi korban, mereka enggan menulisnya karena bagi mereka orang Islam itu cocok sebagai penjahat dan tidak boleh mendapat peran yang menarik simpati. Alangkah gilanya, ada orang Islam yang kecewa karena orang Islam tidak berperan sebagai penjahat dalam sebuah peristiwa kejahatan.

X: nah, kalau kau sudah paham keadaannya seperti itu, mengapa kau tidak mau jihad di Tolikara?

Y: astaga! Apa kau tahu mengapa itu terjadi? Karena hanya sedikit dari kita yang bertindak menjadi orang hebat dan mengubah semua pendapat! Lihat dirimu, kau bahkan membuat kelompok berbeda yang bahkan jauh dari umat Islam itu sendiri. Lalu bertindak bersama kelompok masing-masing dan hanya sebesar kelompoknya. Kita tidak pernah keluar dari pagar kita sendiri. Dalam dunia yang besar, dengan miliaran manusia di dalamnya, kelompok kita hanyalah satu titik kecil yang tidak dilirik kerumunan manusia! Siapa yang mendengarkanmu? Bayangkan seandainya kau sehebat Christiano Ronaldo, seandainya kau vocalist Avenged Seven Fold, seandainya kau John Green, seandainya kau Marc Marquez, seandainya kau Bill Gates, seandainya kau Johnny Depp, seandainya kau Zack Snyder, seandainya Donald Trump, lalu kau menggalang solidaritas dan simpatisan untuk sebuah perbaikan, kau bisa bayangkan betapa besar perubahan yang bisa kau beri dibandingkan dengan tindakanmu saat ini? Pikirkan itu! Kau belum memberi atau melakukan sesuatu yang membuat dunia menoleh padamu, lalu tiba-tiba kau menyerukan aksi bernuansa kekerasan untuk menyikapi kezaliman yang menimpa Islam, apa kau pikir seluruh manusia akan ikut berdiri bersamamu?

X: kau ternyata bodoh, ya. Perjuangan ini tidak membutuhkan dukungan seluruh manusia! Perjuangan ini membutuhkan pengorbananmu!

Y: kalau kau tidak membutuhkan dukungan manusia, lha memangnya Islam mau ditawarkan pada species yang mana di bumi ini? Islam diturunkan untuk semua manusia agar menjadi jalan pemeliharaan seluruh dunia dan kehidupan. Apakah aku salah?

X:…..

Y: dan kalau kau tidak peduli untuk mendapatkan simpati dari semua manusia, apakah Islam ini hanya untuk orang-orang di dalam pagarmu saja?

X: kau membuatku berpikir. Jadi… Kalau begitu, berkaitan dengan Tolikara, kita harus bagaimana?

Y: menurutku, jangan terburu-buru mengangkat senjata, tapi segeralah mengangkat semen, kerikil, pasir, beras, susu, roti, daging, pakaian, buku, semuanya yang dibutuhkan manusia untuk bisa hidup dengan layak dan nyaman.

X: aku sepakat denganmu.

Y: dan sementara itu, kau teruslah berjuang untuk menjadi sosok muslim yang hebat, yang akan membuat seluruh dunia menoleh padamu dan kemudian tunjukkan pada mereka hebatnya Islam. Apa kau bersamaku dalam hal ini?

X: I’ll run with you! #arulight

Anda bisa menemui saya di Twitter @arulight

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: