• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Memperolok-olok Agama Membuatmu Jadi Terpelajar dan Berpikiran Maju?

X: Aku tidak berencana untuk menjadi terkenal, atau mendapat banyak like, atau mendapat banyak komentar dengan menertawakan agamaku sendiri.

Sulit bagiku untuk menjelaskan mengapa ada banyak orang menjadikan agama sebagai olok-olokkan, atau sebagai media untuk menjadi bahan tertawaan. Bagiku, menjadikan keyakinanmu sebagai guyonan dan merasakan kepuasan dari itu tidak ada bedanya dengan menjadikan ibumu sebagai bahan guyonan. Lalu kau merasa bangga setiap kali ada orang ikut menertawakan ibumu itu. Padahal Islam sudah menjelaskan dengan gamblang larangan menjadikan urusan agama sebagai bahan guyonan. Tapi sepertinya sebagian orang merasa belum hebat dirinya jika belum menertawakan agamanya.

Y: hey, tapi bukankah memang ada orang Islam yang suka bikin pernyataan konyol dengan menggunakan dalih agama? Apa salahnya menertawakan mereka, atau menyebarkan kekonyolan mereka?

X: Tidak, aku tidak akan melakukannya. Walaupun sudah jelas betapa tolol pendapat mereka itu, karena pada akhirnya orang-orang tidak lagi sekadar menertawakan orangnya, tapi mulai merembet pada Islamnya. Kau lihat saja, guyonan seperti itu akan memancing orang untuk membuat guyonan serupa dengan mencari aspek keagamaan yang lain. Kau tidak bisa mencegah hal itu. Cara terbaik untuk menghentikan pendapat konyol bukanlah dengan menyebarkan kekonyolannya, tapi dengan mendiamkan dan tidak menggubrisnya. Sekali kau menjadikan agama sebagai lelucon, orang akan melanjutkannya sampai tak hingga. Dan ketika guyonan seperti itu semakin merajalela, maka rasa harga diri agama dalam dada pemeluknya akan berkurang dan terus berkurang. Apakah keadaan seperti itu yang membuatmu senang?

Y: tapi, kan sekarang dunia sudah bebas. Kita boleh saja mengekspresikan diri. Selain itu, orang-orang berpendidikan pun banyak yang menjadikan agama sebagai olok-olokkan.

X: Kau pikir itu cara yang mulia untuk menjadi hebat? Begitu? Tidak. Jika pilihannya adalah bekerja untuk sukses atau menertawakan agama untuk sukses, aku akan memilih cara pertama. Aku akan bekerja keras! Sebagai penulis, aku akan lebih senang bekerja keras seperti halnya Stephen King bekerja keras menulis novel horror daripada harus meniru mereka yang meraih sensasi dengan menampilkan agama sebagai bahan ledekan, atau menampilkan pemeluk agama sebagai badut tolol untuk ditertawakan ramai-ramai.

Y: ah, kau ini terlalu kolot. Memangnya kenapa kamu kok takut banget pakai agama sebagai guyonan?

X: Haha, aku punya banyak jawaban beserta dalilnya tapi aku yakin kau tak kan mau memahaminya. Bahkan membaca pun aku sangsi kau mau. Jadi akan kuberikan satu saja jawaban paling sederhana untukmu: jika aku menjadi orang besar karena menertawakan agamaku, hal itu sama sekali tidak akan membuat bangga ibuku, apalagi merasa senang. Bahkan senyum pun tidak. Aku akan meraih keberhasilanku tanpa harus melecehkan kepercayaan orang yang paling kuhormati di dunia ini. #arulight

Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang (dalam kesesatan). [QS. An-Naml: 4] []

Anda bisa menemui saya di Twitter @arulight

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: