Posted in nebula, think

Nikah Pesugihan

image

X: menikahlah kamu maka kau akan kaya.
Y: apakah itu hanya berlaku di Kuwait, Qatar, Abu Dhabi, dan sekitarnya?
X: maksudnya?
Y: di Indonesia dan Afrika ada saaangat banyak orang Islam, dan mereka pun menikah. Tapi apa yang kita dapati? Baik mayoritas negara-negara Afrika maupun Indonesia, keduanya bukan negara kaya. Ambil contoh Somalia, itu sangat menderita. Kenapa terjadi, padahal orang islamnya menikah? Mengapa negara-negara itu tidak makmur? Bukankah makmurnya sebuah negara adalah makmurnya setiap rumah tangga?

***
Aku bukan ahli agama, aku bukan ahli hadits, aku hanyalah seorang pembaca biasa, dan aku tidak sedang menentang pendapat bahwa menikah bisa bikin kaya, aku hanya sekadar mempertanyakan sesuatu.

Seringkali aku mendapati pendapat yang menyatakan seakan menikah itu bisa bikin kaya seketika, macam pesugihan. Tapi fakta yang kutemukan justru tidak selaras. Mengapa demikian? Kemungkinan besar karena para pelaku pernikahan kebanyakan orang yang ceroboh. Lulus sekolah, nikah. Baru kuliah, nikah. Belum semester lima, nikah. Baru pegang ijazah, nikah. Bahkan yang ekstrem, baru kelas dua SMA, nikah! Ini kebelet banget mau jadi orang kaya.

Pernikahan yang menghadirkan kekayaan tentu adalah pernikahan dengan persiapan. Apakah karena Allah mewajibkan sholat maka tinggal langsung sholat saja? Tidak peduli sudah wudu apa belum, tidak peduli pakaian suci atau tidak, tidak peduli menghadap kiblat atau tidak, tidak peduli sudah masuk waktu sholat atau masih jauh. Persiapkan sholatmu agar sah ibadahmu. Apakah karena diperintahkan untuk berdoa maka langsung aja doa seenaknya? Jongkok di toilet, doa. Tidak peduli kesucian tempat, tidak peduli adab berdoa, acuh pada waktu-waktu mustajab, melafalkan doa serampangan, tidak serius, bercanda. Apakah doa yang sembrono macam itu punya peluang dikabulkan? Berdoa yang serampangan tanpa penghormatan pada Tuhan? Pernikahan juga demikian, Jack!

Menakjubkan sekali semangat menikah yang ada dalam diri kita, sehingga lupa bahwa menikah itu 80%nya adalah mempersiapkan generasi muda, bukan pacarannya. Memang pacaran setelah menikah asyik, tapi mau berapa lama sibuk pacaran terus dengan pasangan? Setiap anak yang lahir di dalam rumahmu menanggung risiko menghadapi dajjal beserta pasukannya, Jack! Kalau semua muda-mudi muslim hanya fokus pada kaya mendadak akibat nikah, atau asyik pacaran setelah nikah, Woy, dajjal bawa pedang di depan rumahmu, Woy.

Pikirkan ini Jack, generasi muslim tidak hanya berkewajiban untuk bereproduksi, tapi juga punya tanggung jawab untuk berkontribusi. KONTRIBUSI. Kamu udah ngapain buat emakmu? Udah ngapain buat lingkunganmu? Udah ngapain buat generasimu? Kamu udah melakukan hal hebat apa yang bisa membuat dunia mendengarkan teriakan hatimu? Apa, Jack?!

Orang itu hanya akan menoleh pada kita karena dua hal: kita sedang amat sial, atau kita sedang sukses. Apa kita generasi muda muslim cuma pengen masuk koran internasional karena diusir dari tanah airnya? Karena dilarang puasa? Hentikan berita buruk datangnya selalu dari tanah muslim, Jack! Masuklah koran internasional sebagai penerima Nobel, sebagai penemu obat ebola, sebagai penemu energi hijau yang murah dan bisa diproduksi massal, sebagai penulis kelas berat yang membuat JK Rowling dan Stephen King mengundangmu ke rumah mereka! Tunjukkan kekuatanmu, jangan terburu-buru menunjukkan ‘balighmu’.

Fyuh, menulis ini membuatku merinding, serius. Semoga tidak muncul debat kusir di sini, semoga semua muslim melihat maksud dari tulisan ini. Menikah memang jalan menuju kaya, tapi orang menikah yang tambah melarat juga buuaaanyaaakkk. Maka kamu jangan menjadi pasangan berikutnya, Jack. Janganlah kesusu bereproduksi, tapi bakarlah dirimu untuk berkontribusi.

Terakhir, dan ini yang terpenting, aku belum menikah, dan pengalamanku soal pernikahan tidak ada. Pendapat ini bisa salah, bisa benar. Tapi aku yakin pada pesan kebaikan yang ia emban #arulight

Anda bisa menemui saya di Twitter @arulight

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s