• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Islam Memanjakan Muslim Indonesia

4516682484_42ebff94b3_z

Memang Islam turun di tanah Arab, tapi rasa-rasanya Islam benar-benar memanjakan pemeluknya di wilayah Asia Tenggara, utamanya Indonesia. Islam menjadikan air sebagai sarana bersuci, paling sedikit umat islah harus membasuh dirinya dengan air lima kali sehari, ditambah lagi keperluan untuk mandi dan bersuci. Manakah yang berkelimpahan air, Timur Tengah, Afrika, atau Indonesia?

Islam mewajibkan puasa, sepanjang siang menahan lapar dan dahaga. Dan rasa haus serta lapar tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh berkurangnya asupan air dan makanan ke dalam tubuh, tapi juga oleh cuaca. Manakah yang lebih panas membakar, di arab yang gersang atau Indonesia yang rindang oleh pepohonan?

Belum lagi di wilayah tertentu belahan bumi ada yang siangnya sampai 22 jam! Jika kau ada di Islandia, maka kau harus menahan lapar dan dahaga selama 22 jam, jika kau ada di Arab, kau berpuasa selama 15 jam kurang tujuh menit, jika kau ada di China, puasamu selama 17 jam. Kita di Indonesia kurang lebih puasa hanya selama 13 jam saja dengan cuaca yang bersahabat. Belum lagi, ada beberapa negara di dunia ini yang menerapkan melarang puasa. Jika kau menjadi muslim Uyghur di China, setiap siang kau akan dipaksa makan dengan pantauan polisi di sekitarmu. Jika kau menolak, penjara dan denda yang berat serta pemecatan kerja siap menantimu hari itu juga.

Kaum perempuan muslim wajib menutup aurat dan hanya diperbolehkan menampakkan wajah dan telapak tangan. Menurut pengakuan orang-orang perempuan, salah satu tantangan berat memakai pakaian serba tertutup adalah cuaca, semakin panas cuaca semakin tak nyaman rasa pakaiannya. Kalau begitu, mana yang lebih enak menutup aurat di Arab dan Afrika yang gersang membakar atau di Indonesia yang jauh lebih sejuk dan nyaman?

Islam mewajibkan zakat jiwa (zakat fitrah) kepada semua pemeluknya dan zakat harta (zakat maal) bagi yang mampu. Zakat fitrah dikeluarkan berupa bahan pangan pokok setempat (atau uang seharga bahan pangan tersebut), sedangkan zakat harta diantaranya berupa emas, perak, ternak tertentu, juga harta penghasilan. Memang Indonesia bukan negara yang sebanding kekayaannya dengan negara-negara Arab yang kaya minyak, tapi kita orang Indonesia pun memiliki peluang saaaangaaat besar untuk bisa melaksanakan ibadah zakat. Dan zakat di Indonesia punya sasaran yang lebih banyak ketimbang zakat di Arab (tapi tentu saja kita tak bisa berbangga hati dengan ini). Negara kita memiliki pertanian yang luas dan lahan yang subur, serta area yang besar untuk peternakan. Kau bisa mengeluarkan zakatmu setiap satu tahun.

Sholat subuh di lakukan di waktu pagi saat matahari belum menyingsing. Hawa dingin menggigit adalah tantangan bagi kaum muslimin untuk melaksanakan ibadah ini. Tapi, memangnya sedingin apa pagi hari di Indonesia dibandingkan dengan pagi hari di Lebanon, di Bosnia, di negara-negara Eropa saat musim salju seperti Spanyol, Perancis, Inggris, dan semacamnya? Kita tidak pernah ketemu air jeding membeku saat ambil wudu, bukan?

“Sekarang kan di eropa sudah maju, ada penghangat ruangan, gak akan susah bangun subuh seperti halnya bangun siang biasa.”

Well, jika itu alasannya, perlu kau ingat bahwa islam masuk ke eropa jaaaauuuuuh sebelum listrik ditemukan. Dan mereka tetap saja rajin beribadah. Ada sebuah kisah tentang sholat subuh. Suatu ketika pembantu Ibnu Sina (Bapak Kedokteran) bertanya mengapa Ibnu Sina tidak mengaku menjadi nabi saja, karena kehebatan beliau dalam ilmu pengobatan hampir tiada bandingnya. Ibnu Sina diam saja saat itu. Tak memberi jawaban apapun.

Keesokan paginya, saat waktu subuh tiba dan muaddzin mengumandangkan adzan dari atas menara masjid, Ibnu Sina memanggil si pembantu untuk mempersiapkan air wudu. Dengan malas pembantunya itu menyahut, “hari masih sangat pagi tuan, dan salju turun di luar. Ini terlalu dingin untuk keluar.”

Kemudian Ibnu Sina berkata, “perhatikan, muadzin di luar sana diperintah oleh seorang lelaki seribu tahun yang lalu untuk mengumandangkan adzan dan dia tetap menaatinya tanpa membantah. Lelaki itu Nabi Muhammad, dan dia telah lama meninggal dunia. Tapi dirimu, kau diperintah oleh seorang dokter yang masih hidup dan berdiri di depanmu tapi kau berani membantah dan tidak menaatinya. Itulah perbedaan antara aku dan seorang nabi.”

Maka nikmat Tuhan yang mana lagi yang akan kita dustakan? Mari bersyukur dan terus produktif. Syukuri anugerah ini dengan menguatkan ibadah serta meningkatkan karya. Kita tidak bisa menjadi mulia jika malas ibadah, dan kita tidak bisa berbagi kemuliaan jika kita menjadi segolongan umat mlempem tanpa prestasi. Jika kau ingin dunia menoleh padamu dan mendengarkan aspirasimu, kau hanya punya dia pilihan, menjadi orang paling sial sedunia atau menjadi orang hebat yang memikat. Kau yang pilih. #arulight

Anda bisa menemui saya di Twitter @arulight

Advertisements

5 Responses

  1. Subhanallah,.. Fabiayyi ala Irabbikuma tukaddziban!!!, benar ustadz, ternyata Islam memang memanjakan Indonesia. tak bisa dibayangkan saudara kita diluar sana yg berjuang melawan cuaca, hukum, dan lain sebagainya untuk menegakkan agama. alangkah ruginya orang Islam di Indonesia, yang tidak menyadari hal ini.

    4 jempol untuk pemikirannya ustadz. 🙂

    • Ini yang perlu disadari semua muslim Indonesia. Selama ini banyak sekali tudingan bahwa Islam serba Arab dan menjadi Arab. Faktanya, justru ada sangat banyak kenyamanan menjadi muslim di Indonesia walaupun Islam tidak berasal dari Indonesia.

      Semoga bermanfaat, kawan

  2. Sebagai muslim di Indonesia, banyak hal yg harus kita syukuri. Tapi terkadang kita harus merasakan sengsara sebagai muslim di negara lain dulu agar bisa bersyukur ^_^

    • Benar kawan. Marilah kita terus bersyukur, jangan sampai menunggu teguran Tuhan hanya agar kita sadar pentingnya syukur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: