• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Rahasia Kepenulisan Arul Chandrana Yang Sangat Menganukan

image

Aku bersyukur karena sewaktu kecil dulu keluargaku tidak punya televisi, aku bersyukur karena sewaktu kecil dulu nenekku adalah seorang pendongeng yang sabar, aku bersyukur karena sewaktu kecil dulu ibuku adalah seorang pendongeng yang handal, aku bersyukur karena sewaktu kecil dulu dua kakak laki-lakiku adalah para pendongeng yang gemar merusak dongeng asli dengan mengubahnya menjadi dongeng baru yang menakjubkan. Juga, aku bersyukur karena sewaktu kecil dulu kakak perempuanku sangat takut pada ulat. Ketika kami para lelaki mulai bosan, kami menakuti saudara perempuan kami dengan daun digulung yang sepintas lalu tampak seperti ulat menderita epilepsi tak terobati.

Sewaktu di Bawean, keluarga kami punya sebuah ladang tepat di bibir hutan, sepanjang hari selepas sekolah aku ikut ibu dan kakak menjaga ladang tersebut dari serbuan monyet. Sesekali yang menjaga ladang hanya aku dan kakak laki-lakiku. Tidak hiburan apapun yang bisa kunikmati sepanjang siang itu selain siaran radio AM yang selalu RRI Surabaya dan dongeng ajaib yang sama sekali tidak mengandung hikmah dari sang kakak. Aku sama sekali tidak keberatan, selama dongengnya seru dan menghibur, walaupun tokoh utamanya seekor kancil yang menikah dengan lemari, aku tetap setia mendengarkan sampai tuntas.

Namun demikian, pada siang yang terik, di mana RRI Surabaya menjadi membosankan, dan kakakku ingin tiduran, sebuah dongeng menjadi hiburan yang sangat mahal. Kakakku tidak akan menuturkan cerita rekaannya jika aku tidak melakukan sesuatu untuknya.

“Kalau mau dongeng,” katanya dengan mata mengantuk, “cabut bulu ketiakku.”
Aku menggosokkan jari-jariku ke dinding anyaman bambu yang dikapur agar tidak licin saat mencabuti rambut-rambut itu.

Tapi aku bukan bocah yang terlalu konyol, aku membuat kesepakatan. “20 helai di kanan dan 20 di kiri. Setelah itu dongeng!”
“Oke,” jawab kakakku cepat.

Kadang kala, aku sudah sangat tak sabar untuk mendengar dongeng darinya sehingga kucabut 6 atau 8 helai sekaligus. Kakakku menjerit, aku tertawa, dan kesepakatan tetaplah kesepakatan: 40 helai bulu ketiak untuk sebuah dongeng horror paling menyeramkan di hutan.

***
Stephen King bilang, kalau mau jadi penulis kau harus banyak latihan nulis dan banyak baca, boleh membaca buku konvensional atau mendengarkan audio book. Bagiku, dongeng kakakku yang jauh dari segala macam pesan moral adalah buku-buku hebat yang mengajarkan kreatifitas kepenulisan. Nah,setelah kau baca potongan kisah masa kecilku ini, sekarang kau tahu betapa aku bekerja keras agar bisa menjadi penulis #arulife #arulight

Anda bisa menemui saya di Twitter @arulight

Advertisements

7 Responses

  1. hehehe, ternyata benar-benar menjadi penulis itu butuh kerja keras ustadz. saya apa ya? Muhasabah diri,. 🙂

    • Iya, Mbak. Sebab menulispun sebuah keterampilan, dan keterampilan hanya bisa dimiliki dengan kerja keras.

      • Iya Ustadz,..
        Semoga saya juga bisa istiqomah semangat untuk kerja keras. 🙂

      • Aamiin. Walaupun begini, saya pun masih kalah dengan Stephen King dalam urusan kerja keras. Dia rutin tiap hari menulis sepuluh ribu kata. Padahal ya, bagaimana mungkin Islam bisa dipercaya kehebatannya kalau pemeluknya tidak hebat? Itu salah satu motivasi saya.

      • wah,.. wah betul, betul, betul. Padahal para pendahulu kita, dari zaman sahabat sampai Tabiin,.. mereka sukses dan bisa dikenal dan dikenang sampai puluhan abad setelahnya, karena tulisan. Semoga selalu termotivasi. Amiin

  2. Teruslah memotivasi yang lain untuk menulis dg segudang ide2 kreatifnya. Makasih untuk itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: