Posted in sastra

Lelaki Perawat Mayat

Pak Bariq biasa dipanggil polisi untuk mengurusi mayat yang ditangani atau ditemukan oleh polisi. Sesekali mayat korban pembunuhan, tapi lebih seringnya mayat korban kecelakaan lalu lintas.

Malam itu, Pak Bariq mengurusi beberapa mayat korban lakalantas dan baru pulang menjelang pukul sembilan malam. Beruntung sekali dia masih mendapatkan angkot pada jam tersebut. Selama perjalanan, angkot itu hanya membawa dua orang penumpang, Pak Bariq dan seorang perempuan yang duduk memeluk tas jinjing di pojokan.

Begitu sampai di pertigaan menuju rumahnya, Pak Bariq segera membayar sopir dan melompat turun dari angkot. Pada saat yang sama, seorang lelaki berdiri menunggu di situ. Tapi Pak Bariq mencengkeram lengan lelaki itu danmenyeretnya pergi. Kemudian angkot pun kembali melaju, meninggalkan mereka berdua berdiri di remangnya pertigaan jalan desa yang sepi mencekam.
“jangan naik angkot itu!” seru Pak Bariq pada si lelaki. “penumpang yang ada di sana, adalah mayat yang aku mandikan tadi di kantor polisi!”
Lelaki itu terbengong sementara Pak Bariq masih gemetar. Setelah beberapa saat, lelaki asing itu berkata, “saya pun menemui bapak mau bilang terima kasih karena sudah merawat jenazah saya dua bulan yang lalu.” []

Ikuti Twitter saya @arulight

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

2 thoughts on “Lelaki Perawat Mayat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s