Posted in nebula, sastra, think

Buku dan Sinetron

Baru saja jalan-jalan di Goodreads, memeriksa beberapa judul buku dan, hey, sesuatu meletup dalam kepalaku.

Aku punya pertanyaan, mengapa jika sebuah buku memiliki sedikit cacat logika saja (apalagi banyak) maka pembaca dengan gagah perkasa akan mendupak buku tersebut dan menghujatnya dengan sangat ikhlas di media sosial? Dan tak jarang buku seperti itu ditinggal begitu saja. Di sisi lain, tak peduli seberapa parah cacat logika sebuah sinetron, kok para penonton enjoy saja menikmati jalan ceritanya? Tidak pernah tuh ada insiden tv disiram air cucian piring karena salah satu aktris sinetron melakukan aksi melotot mata sementara semua orang di sekitarnya tidak curiga. Kenapa? Kenapa? Kenapa, saudara sekalian?

Atau, jangan-jangan, sinetron telah membuat para penontonnya dianugerahi sifatsabar? Sehingga mereka senantiasa tenang dan jauh dari murka dalam menyikapi tontonannya. Wah, jika demikian persoalannya, kayanya kita orang Indonesia memang butuh banyak nonton sinetron #arulaugh

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s