Posted in sastra

Misteri Nyi Roro Kidul dalam Resep Brownies: Pujian Sang Penulis

Baru saja membaca sebuah cerita pendek milik seseorang. Itu cerita yang bagus, tapi bukan yang sangat bagus. Ada beberapa bagian yang lemah dan butuh perbaikan. Hmm… Dia adalah benih yang berbakat!

Well, apa yang harus kukatakan padanya? Jika kutunjukkan apa saja kelemahan dalam naskahnya, memberinya kritik yang detail dan mungkin agak tajam, dia akan segera memperbaiki diri dan merevisi naskahnya. Aku curiga dia akan menjadi penulis baru yang hebat dan dengan enteng menggilas hidungku dengan penanya yang memukau. Dia calon pesaing yang berbahaya. Dan aku belum berminat untuk disaingi. Jadi kuputuskan untuk melakukan sebuah kejahatan elok pada orang itu. Aku akan memujinya, aku akan menutupi kesalahannya, dan akan kubilang tulisannya pasti dengan seketika diterima koran apa saja yang dia suka. Akan kukatakan pula bahwa koran Senegal pun pasti menerima cerpennya sebagai guyon pujian pamungkas. Dalam hati, aku merasa agak bersalah padanya, tapi, yah, inilah tahun 2015.

Selanjutnya, aku pun menghubungi si penulis, dan dengan menutup mata kulakukan kejahatan itu. Kukatakan aku terpesona setengah mati dengan cerpennya, kukatakan itu cerpen bagus tanpa cela, kukatakan bahwa dia jenius yang seharusnya sudah muncul lima tahun sebelum hari ini.

Kemudian keheningan sesaat. Aku mulai merasa tidak enak hati. Lalu, kau tahu apa yang terjadi? Orang itu berteriak girang! Melonjak senang dan berterima kasih bahkan mengaku berhutang budi. Astaga!

Sampai beberapa menit setelah salam aku masih saja terpana. Ternyata apa yang kukira sebagai kejahatan justru membuat orang senang, membuat orang berterima kasih, membuat orang merasa berhutang budi. Pikirkan itu! Kejahatanku ternyata sama sekali tidak jahat baginya, malah semacam berkah. Aku tahu dia akan ditolak oleh semua koran dan majalah, aku menduga pada akhirnya mungkin dia akan putus asa, dan aku telah menyingkirkan satu pesaing berbahaya. Lain kali, jika ada yang meminta pendapat padaku seperti orang itu, Hmm, aku seharusnya tidak usah ragu untuk membuat senang hatinya #aruliterature

Nb: jangan pikirkan judulnya, karena bahkan aku pun tak sudi memikirkannya, hahaha.
Follow Twitter: @arulight

Advertisements

Author:

tahu sendiri kan, di sini kau akan menemukan rahasia ku, tapi tolong, setelah kau temukan, simpanlah dengan aman bersama dirimu. terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s