• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Pesona Suku Surma dari Ethiopia (bag. 1)

The Eloquent Surma of Ethiopia
Oleh Carol Beckwith & Angela Fisher
Diterjemahkan (dengan susah payah) oleh Arul Chandrana

image

Pria itu bernama Muradit. Dia pria usil dengan senyum nakal mengembang. Kami menganggapnya sebagai salah satu kawan dekat kami. Jika salah satu dari kami beristirahat, Muradit akan mendekat diam-diam, menggosok lengannya, dan berkata, “aku dengan senang hati akan menikahimu.” Tak peduli bahwa dia sudah punya dua istri dan delapan anak.

Selain sebagai bentuk ekspresi, wajah Muradit serta tubuhnya yang dihias macam laba-laba bertujuan untuk mengesankan keindahan, kedigdayaan di atas rata-rata, atau dengan kata lain untuk mengungkapkan, “hey, akulah orang Surma.” Banyak orang Surma lainnya yang menghias tubuh mereka
dan mengenakan banyak tradisi mencolok lainnya, yang mana semua itu kami pelajari selama tinggal lima tahun bersama mereka di wilayah pegunungan barat-daya Ethiopia.

Sedikit diketahui bahkan oleh para antropologis, bahwa suku Surma semi pengembara di wilayah ini masih bagian dari kelompok bahasa Surma yang lebih besar. Gaya hidup mereka yang tenang dengan bercocok tanam dan beternak sering kali diusik oleh perang melawan orang-orang di sekitar mereka, khususnya oleh musuh bebuyutan mereka, orang-orang suku Bumi. Sama pentingnya dengan hiasan yang dilukiskan di tubuhnya, Muradit memiliki bekas luka abadi di tangan yang diakibatkan oleh senjata orang Bumi. Bekas luka itu senantiasa mengingatkan Muradit bahwa, sebagai balasan atas luka tersebut, dia telah menewaskan satu musuh dan mencederai satu lainnya.

Sementara itu, pertempuran di kalangan masyarakat Surma disalurkan melalui sebuah ritual tahunan–perayaan donga, yaitu sebuah perang tanding ganas bersenjatakan tongkat yang menjadi pelampiasan ketegangan di antara sesama mereka. Orang Surma tak sanggup membayangkan menjalani hidup tanpa perayaan tersebut, pun tanpa tradisi yang menjadi ukuran kecantikan bagi perempuan di kalangan mereka, pemakaian lempeng bibir.

image

Saat berbincang dengan sesamanya, kaum perempuan diperbolehkan melepas lempeng bibirnya, tapi biasanya mereka tidak melakukan hal itu jika ada lelaki. Tampaknya orang Surma adalah satu-satunya yang melakukan kebiasaan ini, diawali dengan melubangi bibir bawah kemudian secara bertahap melebarkannya dengan memasangkan lempeng yang lebih besar. Besarnya ukuran lempeng bibir disesuaikan dengan jumlah ternak yang diminta orangtua mempelai wanita untuk mendapatkan restunya. Tak satu pun dari orang Surma yang kami tanyai tahu asal muasal tradisi ini. Selain itu, para perempuan juga mengenakan hiasan rambut tertentu yang dipakai untuk keperluan upacara tari-tarian.

***

Terasing oleh pegunungan dengan ketinggian 7000 kaki dan dataran rendah sunyi sepanjang perbatasan Ethiopia dengan Sudan, sekitar 30.000 orang Surma bertahan hidup dengan tak mudah bersama sejumlah besar petani terbelakang dan serba kekurangan di bagian barat Sungai Omo.

Perselisihan antar suku terjadi terus menerus, melibatkan suku Surma–yang mana menggunakan senjata api karatan–menghadapi musuh-musuh yang persenjataannya lebih canggih, suku Bumi di selatan, dan orang-orang Dizi di utara. Seorang utusan pemerintah sesekali datang untuk meredakan perselisihan tersebut (bersambung)

Catatan: nama suku Bumi bukan hasil terjemahan dari bahasa Inggris ‘earth’. Suku tersebut memang bernama Bumi sebagaimana bahasa aslinya.

#arulearn #natgeo
Follow my Twitter: @arulight

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: