• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Raborotta #1

Cubok tidak percaya kata orang bahwa kakaknya tewas diterkam macan, dia melihat sendiri kakaknya tertusuk tombak yang biasa dipakai berburu landak atau menjangan.

Kakaknya itu menggelepar di bawah pohon kueni. Kedua tangannya memegang perut yang tak berhenti menyemburkan darah merah pekat. Batang tombak menancap di situ, ujungnya menembus lambung dan mencuat keluar sepanjang beberapa puluh centi. Separuh lagi tersisa di depan perut, bergerak mengikuti perut yang kembang kempis mengejar napas yang semakin tipis.

Cubok tak sanggup bergerak. Dia jongkok di bawah kayu jati 8 meter jauhnya dari tempat kakaknya terkulai berlumur darah. Lelaki itu tak lagi sanggup bicara, hanya kepalanya menggeleng berkali-kali menahan sakit. Sementara tatapan matanya memohon agar Cubok datang mendekat dan menolong. Tapi Cubok bergeming. Dia ngeri melihat darah sebanyak itu. Dia takut melihat kematian yang semakin merapat. Dia jeri melihat tombak melubangi tubuh kakaknya yang perkasa. Pada saat itulah, seekor macan jantan melompat dari balik semak langsung menerkam leher kakaknya.

Cubok terlompat kaget tapi terlalu takut untuk bisa bersuara. Leher kakaknya terpilin tepat menghadap ke arahnya. Matanya berkedip-kedip memohon pertolongan. Mulutnya membuka menutup tapi penuh oleh darah yang menyeruak keluar dari leher yang luka oleh terkaman macan. Cubok terkencing-kencing. Lalu dua ekor macan melompat menyusul. Satu menggigit pundak kiri, satu lagi mengunyah paha kaki kanan. Dan bersama dengusan macan yang menerkam leher, tiga macan itu menyeret kakaknya hilang ke dalam semak belukar. Tanpa suara, tanpa jeritan, tanpa lenguhan. Hanya kemerasak daun kering yang semakin lama semakin tak terdengar. Meninggalkan Cubok seorang diri. Diam membisu. Menangis tanpa suara, dengan air mata bercucuran tiada keringnya. Dia hanya melihat tumpahan darah di sana, darah kakaknya yang tertusuk tombak dan digondol macan ke tengah hutan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: