• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Tips dan Panduan Bagaimana Mengelola Kegiatan Sebuah Klub Buku

10959649_1546360225619608_1730193605500282557_nBerikut adalah macam kegiatan yang bisa kau lakukan dengan klub bukumu. Untuk diketahui, walaupun tak satu pun tips di sini mendapatkan sertifikat dari Lembaga Kesejahteraan Alien Sagitarius, tapi semua tips di sini jelas bebas dari nikotin dan zat-zat adiktif berbahaya lainnya. Selamat mempelajari dan bersenang-senang dengan klub bukumu.
1. Sharing quote dengan mengutip dari buku yang sedang atau sudah dibaca. Setiap anggota secara bergiliran membacakan quote pilihannya (sesuaikan dengan jumlah peserta, jika banyak, maksimal dua quote perorang, jika sedikit boleh empat quote. Dan jika anggota klubnya hanya kamu seorang, boleh kamu baca seluruh isi buku dari halamn pertama sampai terakhir).

Quote itu harus benar-benar kau temukan sendiri, bukan hasil dari googling di internet atau mengutip dari bungkus paku yang kau beli di toko peralatan peti mati. Untuk itu, sesama peserta boleh bertanya apa saja yang berkenaan dengan quote yang dibacakan. Misal, Si A membaca sebuah quote yang bagus, lalu yang lain penasaran keadaan apa yang membuat tokoh dalam buku mengucapkan kalimat tersebut, maka itu boleh ditanyakan.

2. Sharing best moment of a book. Dalam buku yang kau baca, pasti ada bagian-bagian tertentu yang paling berkesan buatmu. Adegan atau suasana, atau deskripsi yang begitu mengena ke dalam hatimu. Nah, hal itu juga diberi waktu untuk disharing. Dan karena bagian ini bisa panjang, maka moment yang boleh disharing hanya satu moment saja. Bahkan, jika anggota klub banyak (di atas lima belas orang), untuk sharing best moment bisa ditunjuk bergilir tiap pertemuan tiga orang berkesempatan sharing moment terbaiknya. Untuk kegiatan ini, peserta boleh membaca isi buku atau menceritakan secara lisan—menggunakan bahasanya sendiri atau dari hafalan.

3. Berikutnya, sharing bacaan dan diskusi. Kegiatan ini bergilir dan hanya untuk satu atau dua peserta dalam setiap pertemuan. Kegiatan ini melibatkan dua orang, satu pembicara dan seorang moderator. Pembicara pertama-tama menceritakan buku yang dia pilih, dari awal sampai akhir. Dia boleh memberikan pujian, kritik dan perbandingan dengan buku lainnya. Kemudian sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Anggota yang lain mengajukan pertanyaan, pembicara menjawab. Atau, jika pembicara menyudutkan buku yang dia sharing sedangkan peserta yang lain menyukainya, maka peserta boleh meberikan komentar pembelaannya untuk buku tersebut. Di akhir pertemuan, ditunjuk siapa yang akan menjadi pembicara untuk pertemuan berikutnya sekaligus menetapkan buku apa yang akan dibahas. Jika petugas yang ditunjuk tidak punya bukunya, boleh dipinjami anggota lainnya. Mengapa buku yang akan dibahas harus ditetapkan? Agar peserta lain bisa mempersiapkan diri dengan membaca buku yang sama, atau, agar bacaan klub bervariasi. Yang menentukan buku ini adalah ketua klub.

Sesi ini bertujuan untuk melatih anggota menjadi kritis terhadap sebuah karya, jeli dalam menilai, berani berbicara serta mengungkapkan pendapat di muka umum dan meluaskan wawasannya. Semakin banyak ragam buku yang kau baca, semakin banyak pula yang kau ketahui.

4. Telaah buku. Mirip dengan kegiatan ke tiga, bedanya kegiatan ini dipresentasikan dan dipandu oleh satu orang, yaitu anggota senior atau pembicara undangan. Pembicara akan memberikan telaahnya tentang sebuah buku, atau mengenai salah satu aspek dari sebuah buku, setelah itu dialog interaktif.

5. Berikutnya, rekomendasi buku. Setiap anggota punya jatah tiga menit untuk merekomendasikan sebuah buku pada forum, setelah semua (yang mau merekomendasikan buku—bukan wajib semua anggota) selesai, peserta boleh saling tanya tentang buku yang tadi direkomendasikan. Acara ini dilanjutkan dengan saling pinjam meminjam buku, setiap anggota wajib membawa minimal satu buku dan setiap peserta wajib meminjam sebuah buku dan membacanya di rumah.

6. Berikutnya, presentasi resensi. Semua peserta yang tidak mendapat tugas pada pertemuan hari itu harus membacakan resensinya tentang buku yang dia pinjam kemarin. Tidak ada Tanya jawab di sini, hanya menikmati resensi. Anggota yang mendapat tugas tampil tapi sudah menyiapkan resensi juga boleh membacakan resensinya. Mengingat waktu yang terbatas, pembacaan resensi boleh dijatah berapa orang tiap pertemuan atau dibatasi maksimal berapa lembar resensi yang akan dibaca. Boleh resensi karya sendiri atau membacakan karya orang lain dengan menyebutkan penulis serta sumbernya.

7. Terakhir, dengan menarik nafas paling dalam dari yang terdalam dan menahan selama tiga atau empat ratus detik, teriakkan kalimat ini pada anggota klub bukumu: PULAAAANGGGG! Dan sebaiknya klub bukumu diadakan dua minggu sekali.

THE END

Kau bisa menjumpai penulis artikel bermanfaat ini sedang menangis terharu dalam perjalanan pulang dari sebuah pertemuan klub buku yang dia dirikan di jalan Twitter @arulight

2 Responses

  1. Kalau dalam klub buku itu ada mas arul, aku mau ikut mas. Haha

    • beneran nih? hmm… kalau ternyata dirimu tidak ikut, aku akan mengutus grandong ke halaman rumah tetanggamu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: