• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Ayo Bikin Klub Buku: Panduan Membuat dan Mengisi Kegiatan Sebuah Klub Buku

???????????????????????????????????

Well, membaca diakui oleh semua orang dan lumba-lumba di seluruh dunia sebagai hobi yang kurang banyak peminatnya. Bandingkan dengan hobi sepak bola, shopping, atau main layang-layang, jumlah pemilik hobi membaca sama sekali tidak ada apa-apanya. Bahkan, sampai sekarang tercatat resmi bahwa tak ada satupun panda maupun kanguru yang hobi membaca. Hahaha. Nah, lantas bagaimana jika kamu seorang pelajar, bermimpi tentang masa depan yang gemilang, penuh ambisi untuk mengisi setiap waktu dengan manfaat, tapi kau ‘dikutuk’ sebagai pemilik hobi membaca? Apa yang harus kau lakukan karena menjadi pemilik hobi yang jarang peminatnya? Apakah dengan beralih ke hobi berburu paus karena kesepian tidak punya teman berbagi bacaan? Ah, jangan, itu ide yang buruk untuk berburu ikan paus. Saranku, jika kau ingin menjadi pembaca buku yang 85% lebih keren dari pembaca pada umunya, dirikanlah sebuah klub buku di sekolahmu! Berbeda dengan menjadi pemburu paus yang beresiko ditangkap lembaga perlindungan satwa langka, mendirikan klub buku seratus persen aman, terpuji, menyehatkan dan bebas nikotin. Mau tahu caranya?

Untuk membentuk sebuah klub buku di sekolah, atau di lingkungan RT, ada beberapa hal yang TIDAK KAU PERLUKAN, yaitu: senjata api, senjata tajam, bamboo runcing dan panci berbahan uranium. Kau sama sekali tidak perlu mengumpulkan barang-barang mematikan di atas untuk membentuk sebuah klub buku yang manis dan macho (ingat, macho, bukan maho). Kau juga tidak perlu SKCK polisi, surat ijin usaha Menteri Perindustrian dan Peranuan, surat cerai dari KUA atau tanda tangan dari mendiang presiden Mauritania. Nah, berikut ini yang perlu kau lakukan:

1. Temukan siapa saja pecinta buku di sekolahmu. Yup, kau tidak bisa membuat sebuah klub buku jika ketua, bendahara, sekretaris dan anggota hanya kamu saja.

Untuk menemukan sesama pecinta buku kau tidak usah ragu atau takut, yakinlah ada orang lain yang juga suka baca buku di tempatmu. Kadang kau merasa sebagai satu-satunya hanya karena kau belum menemukan orang lain yang melakukan hal serupa. Sebagai contoh, apa yang kau makan untuk sarapan? Nasi, bukan? Mungkin kamu mengira kamu satu-satunya yang makan nasi untuk sarapan, padahal, jika kau cukup berani untuk mengintip meja makan semua siswa di sekolahmu saat sarapan, kau akan menemukan 98% dari mereka juga makan nasi saat sarapan. Jadi, sebagai seorang pembaca buku yang bercita-cita menjadi ketua Asosiasi Tukang Becak Se-Saturnus, temukanlah pecinta buku lainnya di sekolahmu. Temukan dan selamatkan mereka dari bujukan hasrat menjadi pemburu paus separuh buaya (bagaimana cara mengetahui bahwa seseorang adalah pecinta buku? Pemilik hobi membaca? Tunggu tipsnya di artikel berikutnya berjudul: The Hobby: Five Armies Who Love Reading)

2. Setiap kali kau menemukan para pecinta buku, datangi dan ajak bicara mereka. Ceritakan pada mereka tentang rencanamu untuk membuat klub buku. Ceritakan pada mereka betapa senangnya bisa kumpul bersama berbagi bacaan, bisa saling bertanya apa yang terjadi pada tokoh utama buku kesayangan, bisa saling membandingkan penulis favorit dan karyanya, dan betapa melegakannya bisa saling meminjamkan buku pada orang yang kau percaya sebagai orang yang aman untuk dipinjami. Ingatkan mereka bahwa salah satu kenikmatan mencintai sebuah buku (atau beberapa) adalah ketika menemukan seseorang yang tepat untuk kau beri kesempatan membaca buku tersebut. Kau seakan punya kesempatan untuk membangun ikatan batin dengan orang itu, untuk membentuk kesadaran dan saling pengertian dengannya. Ingatkan para pecinta buku yang kau temukan betapa hebatnya kehidupan yang akan mereka jalani nanti ketika sudah bergabung dalam sebuah klub buku.

3. Undang mereka di acara pembentukan klub bukumu. Kau bisa mengundang mereka dengan lisan jika sudah menemukan semua pecinta buku di sekolahmu. Tapi, jika kau kesulitan menemukan mereka (dan itu artinya kau sama sekali tidak berbakat menjadi James Bond) kau bisa menyebarkan selebaran atau pamphlet, sebuah undangan terbuka.

Beri tahu tempat, waktu dan tujuan pertemuan tersebut dengan jelas. Atau, jika kau ingin melakukan sesuatu yang sedikit misterius dan beraroma detektif, kau bukannya menempel undangan tersebut di tempat terbuka tapi kau selipkan undangan tersebut diam-diam ke dompetnya, atau sepatunya, atau ke dalam topinya. Yang jelas jangan ke saku pakaiannya. Dan agar nuansa detektif itu agak romantis, gunakan kertas pink dengan stempel tengkorak iguana di halaman luarnya.

4. Nah, di pertemuan tersebut kau bersikaplah yang percaya diri dan yakin. Jangan grogi apalagi mendadak membatalkan pertemuan yang sudah terlanjur dihadiri 47 pecinta buku di skeolahmu. Itu bisa jadi bencana untuk reputasimu yang memang tidak pernah luar biasa sebelumnya. Maka berbicaralah, berbicara yang jelas, jujur, dan tegas. Bahwa kau serius dengan klub bukumu, bahwa kau ingin menjemput hari yang lebih menyenangkan penuh harapan bertemu jodoh bersama mereka dalam klub buku. Dan ingat, semua itu pasti bisa kau lakukan dengan catatan kau benar-benar melakukannya dengan benar.
***

Yap, itulah langkah-langkah membentuk sebuah klub buku di sekolah atau di lingkungan RT. Cara itu juga bisa kau terapkan untuk lingkungan yang lebih besar, misal untuk membentuk klub buku level ASEAN, atau level OKI, atau mungkin level yang agak lebih besar sedikit, se-negara-negara anggota PBB.

Pertanyaan berikutnya, bagaimana cara mengelola klub buku yang baru saja kau dirikan? Agar tetap bergerak dan anggotanya tidak mati kebosanan? Kau harus menyusun kegiatan klub buku dengan baik, menyenangkan, vatiatif, semarak dan mencerahkan. Bahkan, kau harus mengetahui hal tersebut sebelum klub bukumu berdiri. Mengapa? Karena konsep kegiatan itulah yang akan kau gunakan untuk menarik minat para pembaca buku agar bergabung dengan klubmu. Jika kau tidak bisa menyajikan kegiatan yang bagus, buat apa mereka repot-repot hadir di klub bukumu? Lebih baik mereka ikut klub sate-nya Brad Pitt, atau klub jagung bakar-nya Selena Gomez, atau klub gorengan tahu-nya Song Hae Kyo.

Nah, agar kau memiliki klub buku sehebat klub buku yang pernah dibentuk Raja Hammurabi di babilonia sekitar tiga ribu tahun yang lalu, perhatikan saran-saran kegiatan berikut berikut:

10959649_1546360225619608_1730193605500282557_n

Jenis Kegiatan Sebuah Klub Buku:
1. Sharing quote dengan mengutip dari buku yang sedang atau sudah dibaca. Setiap anggota secara bergiliran membacakan quote pilihannya (sesuaikan dengan jumlah peserta, jika banyak, maksimal dua quote perorang, jika sedikit boleh empat quote. Dan jika anggota klubnya hanya kamu seorang, boleh kamu baca seluruh isi buku dari halamn pertama sampai terakhir).

Quote itu harus benar-benar kau temukan sendiri, bukan hasil dari googling di internet atau mengutip dari bungkus paku yang kau beli di toko peralatan peti mati. Untuk itu, sesama peserta boleh bertanya apa saja yang berkenaan dengan quote yang dibacakan. Misal, Si A membaca sebuah quote yang bagus, lalu yang lain penasaran keadaan apa yang membuat tokoh dalam buku mengucapkan kalimat tersebut, maka itu boleh ditanyakan.

2. Sharing best moment of a book. Dalam buku yang kau baca, pasti ada bagian-bagian tertentu yang paling berkesan buatmu. Adegan atau suasana, atau deskripsi yang begitu mengena ke dalam hatimu. Nah, hal itu juga diberi waktu untuk disharing. Dan karena bagian ini bisa panjang, maka moment yang boleh disharing hanya satu moment saja. Bahkan, jika anggota klub banyak (di atas lima belas orang), untuk sharing best moment bisa ditunjuk bergilir tiap pertemuan tiga orang berkesempatan sharing moment terbaiknya. Untuk kegiatan ini, peserta boleh membaca isi buku atau menceritakan secara lisan—menggunakan bahasanya sendiri atau dari hafalan.

3. Berikutnya, sharing bacaan dan diskusi. Kegiatan ini bergilir dan hanya untuk satu atau dua peserta dalam setiap pertemuan. Kegiatan ini melibatkan dua orang, satu pembicara dan seorang moderator. Pembicara pertama-tama menceritakan buku yang dia pilih, dari awal sampai akhir. Dia boleh memberikan pujian, kritik dan perbandingan dengan buku lainnya. Kemudian sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Anggota yang lain mengajukan pertanyaan, pembicara menjawab. Atau, jika pembicara menyudutkan buku yang dia sharing sedangkan peserta yang lain menyukainya, maka peserta boleh meberikan komentar pembelaannya untuk buku tersebut. Di akhir pertemuan, ditunjuk siapa yang akan menjadi pembicara untuk pertemuan berikutnya sekaligus menetapkan buku apa yang akan dibahas. Jika petugas yang ditunjuk tidak punya bukunya, boleh dipinjami anggota lainnya. Mengapa buku yang akan dibahas harus ditetapkan? Agar peserta lain bisa mempersiapkan diri dengan membaca buku yang sama, atau, agar bacaan klub bervariasi. Yang menentukan buku ini adalah ketua klub.

Sesi ini bertujuan untuk melatih anggota menjadi kritis terhadap sebuah karya, jeli dalam menilai, berani berbicara serta mengungkapkan pendapat di muka umum dan meluaskan wawasannya. Semakin banyak ragam buku yang kau baca, semakin banyak pula yang kau ketahui.

4. Telaah buku. Mirip dengan kegiatan ke tiga, bedanya kegiatan ini dipresentasikan dan dipandu oleh satu orang, yaitu anggota senior atau pembicara undangan. Pembicara akan memberikan telaahnya tentang sebuah buku, atau mengenai salah satu aspek dari sebuah buku, setelah itu dialog interaktif.

5. Berikutnya, rekomendasi buku. Setiap anggota punya jatah tiga menit untuk merekomendasikan sebuah buku pada forum, setelah semua (yang mau merekomendasikan buku—bukan wajib semua anggota) selesai, peserta boleh saling tanya tentang buku yang tadi direkomendasikan. Acara ini dilanjutkan dengan saling pinjam meminjam buku, setiap anggota wajib membawa minimal satu buku dan setiap peserta wajib meminjam sebuah buku dan membacanya di rumah.

6. Berikutnya, presentasi resensi. Semua peserta yang tidak mendapat tugas pada pertemuan hari itu harus membacakan resensinya tentang buku yang dia pinjam kemarin. Tidak ada Tanya jawab di sini, hanya menikmati resensi. Anggota yang mendapat tugas tampil tapi sudah menyiapkan resensi juga boleh membacakan resensinya. Mengingat waktu yang terbatas, pembacaan resensi boleh dijatah berapa orang tiap pertemuan atau dibatasi maksimal berapa lembar resensi yang akan dibaca. Boleh resensi karya sendiri atau membacakan karya orang lain dengan menyebutkan penulis serta sumbernya.

7. Terakhir, dengan menarik nafas paling dalam dari yang terdalam dan menahan selama tiga atau empat ratus detik, teriakkan kalimat ini pada anggota klub bukumu: PULAAAANGGGG! Dan sebaiknya klub bukumu diadakan dua minggu sekali.

THE END

Kau bisa menjumpai penulis artikel bermanfaat ini sedang menangis terharu dalam perjalanan pulang dari sebuah pertemuan klub buku yang dia dirikan di jalan Twitter @arulight

Advertisements

2 Responses

  1. Tampaknya klub buku bisa juga online ya …

    Ini rekomendasi yang keren …. tinggal dipraktikkan 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: