• posting perbulan

  • the writer himself

    foto Arul Chandrana

    Penasaran Arul Chandrana? Ini dia makhluknya!

  • suka tulisan Arul Chandrana? silahkan anda berlangganan

  • temukan semua yang kau dambakan

Who Knocks in The Middle of The Night?

image

Fuad menempati kamar kost paling ujung dari kompleks yang semakin sepi itu. Tempat kost yang tadinya penuh sesak, kini lengang semenjak perusahaan pengolahan ikan tutup karena mencemari lingkungan. Dari 34 kamar yang ada, tinggal 6 kamar berpenghuni.

Tok – Tok – tok, terdengar tiga ketukan di pintu. Pukul 10.34, Fuad tidak suka menerima tamu larut malam. Dia membiarkan. Lalu terdengar tiga ketukan lagi. Kemudian sepi. Tiga ketukan lagi. Dan sepi. Begitu berulang enam kali, dan setelah itu berhenti. Malam menjadi sepi dan terlalu dingin. Fuad meringkuk di atas dipannya, mengeratkan selimut. Ini sudah malam ke lima dia mendapatkan ketukan tengah malam.

Tiga malam pertama ketika mendengar ketukan larut malam, Fuad bangkit dan membuka

pintu kamarnya demi mendapati keheningan dan hanya hembusan angin. Tidak ada orang di sana. Fuad langsung membanting pintu dengan bulu tengkuk merinding.
***
Malam ke sembilan. Fuad mulai tak sabar dengan siapa pun yang mengusiknya dengan ketukan pintu sialan itu. Malam ini dia bertekad menjebak pelakunya. Dia akan menunggu tepat di balik pintu dan begitu terdengar ketukan, dia akan langsung membuka dan menghajar orang usil itu.

Pukul 10.33
Fuad berdiri di balik pintu, bersiap menarik daun pintu. Satu menit lagi pengganggu itu akan datang. Dan…
Tok – Tok…. Brak!
Fuad menguak pintunya dan menerjang keluar. Dia yakin siapa pun itu pasti sudah jatuh terjengkang oleh tendangannya. Tapi apa yang terjadi?

Fuad berdiri kaku. Barusan dia menerobos angin kosong. Tidak ada orang di depan pintunya. Tidak ada siapa pun yang mengetuk pintu. Fuad segera berbalik untuk masuk kembali ke kamarnya. Tapi pintu itu terbanting dengan sendirinya. Lalu terdengar bunyi gerendel ditarik di dalam. Sesuatu telah masuk ke kamarnya dan menguncinya di luar.

Fuad menelan ludah. Bulu kuduknya merinding. Tanpa melihat di belakangnya, dia tahu dari perasaannya bahwa ada yang bermunculan dari dalam tanah. Tangan-tangan hitam lagi kurus, kepala botak dan rengkah. Mereka menggeliat keluar menggapai udara, menggeram.

“selamatkan aku, tolong. Mereka lapar. Beri sedikit dagingmu.” sebuah suara ketakutan terdengar dari dalam kamar #seninseram

Meet the author at Twitter @arulight

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: